Sirilus Ladur (Presiden FPM).
KATANTT.COM---Forum Peduli Manggarai Barat (FPM) bersama Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma) Manggarai Barat menggelar pelatihan jurnalistik di Gedung BLK PLUT Labuan Bajo, Selasa–Rabu (27–28 Oktober 2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dasar jurnalistik masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Presiden FPM, Sirilus Ladur, mengatakan kolaborasi antara FPM dan Forkoma Mabar merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di daerah tersebut.
“Kami punya kepedulian yang sangat besar agar pemuda Manggarai Barat memiliki bekal kemampuan tentang jurnalistik,” ujar Sirilus di Labuan Bajo, Selasa (27/10/2026).
Menurut Sirilus, meskipun masih berada pada tingkat dasar, pelatihan ini menghadirkan sejumlah pakar di bidang hukum dan jurnalistik untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta.
Salah satu pemateri adalah Dr. Bernadus Barat Daya, dosen hukum Universitas Flores, yang membahas Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat dijadwalkan menyampaikan materi mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Selain materi hukum, pelatihan ini menghadirkan Prof. I Nengah Dasi Astawa, Direktur Elbajo, yang akan memberikan wawasan umum mengenai jurnalistik.
Materi bahasa dan teknik penulisan berita disampaikan oleh Drs. Yohanes Sehandi, M.Si., dosen Universitas Flores. Adapun Ambros Ardin, wartawan senior Detik.com, membahas kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.
Ketua Forkoma Mabar, Martinus Mitar, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut terbuka untuk umum. Namun, jumlah peserta dibatasi agar proses pembelajaran berlangsung efektif.
Martinus, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Fraksi NasDem, mengatakan peserta berasal dari kalangan muda Manggarai Barat, wartawan muda, dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti perwakilan unsur perangkat daerah (SKPD), antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Sekretariat DPRD, Dinas Pariwisata, serta Humas Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Martinus menambahkan, antuasiasme dan minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Karena itu, Ia bersama panitia telah mempertimbangkan untuk melaksanakan pelatihan tingkatan menengah dalam waktu dekat.
“Ini baru tahapan awal berupa pelatihan tingkat dasar. Ke depan, kami berkomitmen untuk melanjutkannya ke pelatihan tingkat menengah. Kami mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang sudah berpartisipasi dan berharap seluruh materi diikuti dengan serius dari awal hingga akhir,” kata Martinus.
Martinus berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik generasi muda di Manggarai Barat.
Nantinya, seluruh peserta yang menyelesaikan rangkaian pelatihan selama dua hari akan memperoleh sertifikat resmi yang diterbitkan bersama oleh FPM dan Forkoma Mabar.