Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2025 Koperasi Kelurahan Merah Putih Pau. (Foto: Dok. Kelurahan Pau)
KATANTT.COM---Keterbatasan fasilitas dan ketiadaan lahan tak menyurutkan langkah Koperasi Kelurahan Merah Putih Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, untuk menggerakkan roda ekonomi warga. Meski belum memiliki gerai sendiri dan modal masih terbatas, koperasi simpan pinjam yang berdiri sejak 12 Juni 2025 ini berhasil merangkul 40 anggota dengan modal terhimpun sekitar Rp8 juta.
Ketua Pengurus Koperasi Merah Putih Pau, Marselinus Nofirianus Pakung, yang akrab disapa Opik Pakung, menjelaskan bahwa landasan organisasi dibangun secara transparan melalui musyawarah kelurahan yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, hingga Dinas Koperasi.
"Saat ini anggota kami telah mencapai 40 orang. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kelurahan dan masyarakat, bersama-sama membangun dan menyukseskan program ini," ujar Opik pada Kamis (22/10/2026).
Dalam mengelola unit simpan pinjam, pengurus menerapkan prinsip kehati-hatian ketat guna menekan risiko tunggakan. Batas pinjaman ditetapkan maksimal Rp1 juta per orang, dibatasi untuk tiga peminjam per bulan dengan bunga 1 persen. Pengurus juga rutin menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta pertemuan bulanan setiap tanggal 5.
"Kami mengakui masih ada beberapa anggota yang pembayaran pinjamannya mandek. Iuran bulanan juga belum semuanya lancar. Karena itu, kami terus memberikan edukasi dan menjaga komunikasi," jelasnya.
Tantangan tak berhenti di situ. Pengurus juga harus menjaga motivasi internal di tengah belum jelasnya alokasi insentif atau gaji. Namun, Opik memilih fokus memperkuat sistem internal terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh.
"Bagi saya, kami harus membangun tim dan memperkuat fondasi dari dalam terlebih dahulu. Kalau pengurusnya tidak kuat, kegiatan koperasi juga akan sulit berjalan," tegas Opik.
Hingga saat ini, persoalan paling krusial yang dihadapi adalah ketiadaan lahan untuk pembangunan gerai koperasi. Untuk agenda rapat dan operasional, pengurus masih menumpang di Kantor Lurah Pau. Pengurus telah mengusulkan lokasi, namun masih tertahan proses inventarisasi aset pemerintah daerah.
"Kami sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam mempercepat inventarisasi aset yang berpotensi digunakan untuk pembangunan gerai. Kalau lahannya jelas, kami berharap pembangunan bisa segera berjalan," tuturnya.
Padahal, gerai tersebut dirancang tak hanya untuk kebutuhan pokok, tetapi juga unit simpan pinjam, klinik, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage). Pihaknya berharap koperasi yang sudah aktif dan memiliki kegiatan nyata mendapat perhatian prioritas.
"Kami berharap koperasi yang sudah aktif bisa mendapat perhatian terlebih dahulu agar menjadi contoh. Jika satu koperasi berhasil berkembang, koperasi lain diharapkan dapat mengikuti," tambahnya.
Guna memperluas keanggotaan, sosialisasi terus digencarkan hingga ke tingkat RT/RW. Pengurus bersikap proaktif mendatangi warga agar mendapat informasi yang benar langsung dari pengelola.
"Kami membuka diri untuk datang ke RT dan RW yang ingin mengundang kami. Yang terpenting, masyarakat mendapat informasi yang benar tentang koperasi dan memahami manfaatnya sebelum memutuskan bergabung," kata Opik.
Peluang usaha produktif sebenarnya sempat terbuka, salah satunya tawaran program budidaya ikan air tawar, sektor yang telah ditekuni Opik sejak 2021. Namun, keterbatasan modal awal membuat peluang tersebut belum bisa dieksekusi.
"Kami sebenarnya sangat tertarik karena kelompok pembudidaya ikan sudah ada dan kegiatannya masih berjalan. Kendalanya saat itu, kami belum memiliki modal yang cukup," ungkapnya.
Di bawah kepengurusan Marselinus Nofirianus Pakung (Ketua), Siti Fatimah (Wakil Ketua Bidang Usaha), Maria Angelarosa Saleh (Wakil Ketua Bidang Anggota), Magdalena Ani Marot (Sekretaris), dan Vinsensia Maria Adiratna Baso (Bendahara), koperasi ini berkomitmen terus bertahan dan berkembang.
"Kami ingin koperasi ini benar-benar berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami berharap pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, supaya koperasi ini tidak hanya terbentuk, tetapi juga tumbuh dan memberikan hasil nyata," tutup Opik.