KATANTT.COM--Kepedulian Universitas Jember (UNEJ) terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, diwujudkan melalui aksi kemanusiaan Tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNEJ.
Rangkaian aksi kemanusiaan tersebut dimulai dengan kedatangan Tim PLHK LPPM UNEJ di Kabupaten Ngada (3/9/2026). Setibanya di Ngada, tim menemui Bupati Ngada, Raymundus Bena, SS, MHum, untuk melakukan koordinasi sekaligus melaporkan rencana penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa.
Bupati Ngada Raymundus Bena mengapresiasi kepedulian Universitas Jember yang hadir langsung di tengah masyarakat terdampak gempa. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, distribusi bantuan perlu dilakukan secara langsung ke lokus-lokus yang menjadi sasaran agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Penanganan bencana harus dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi. Bantuan yang datang sebaiknya langsung diarahkan ke lokus sasaran, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak sesuai dengan kebutuhan mereka. Pemerintah daerah akan terus mengarahkan dan memfasilitasi agar bantuan dari berbagai pihak dapat tersalurkan secara tepat sasaran,” ujar Bupati Ngada, Raymundus Bena.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung pemerintah daerah menghadapi situasi kebencanaan. Perguruan tinggi tidak hanya memiliki sumber daya manusia dan keahlian akademik, tetapi juga mempunyai pengalaman dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan, serta pemulihan masyarakat pascabencana.
“Kami sangat mengapresiasi peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Jember, yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga datang langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan. Kehadiran perguruan tinggi sangat dibutuhkan, bukan hanya pada saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan dan membangun kembali ketangguhan masyarakat,” lanjutnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Ngada ini berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan perguruan tinggi dapat terus dikembangkan. Menurutnya, dukungan UNEJ dapat diarahkan tidak hanya pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga pada bidang pendidikan, kesehatan, psikososial, lingkungan, mitigasi, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Kepala LPPM UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, STP, MP, menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi dalam situasi kebencanaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui aksi nyata untuk membantu masyarakat.
“Universitas Jember memiliki tanggung jawab moral untuk hadir bersama masyarakat, terutama ketika terjadi bencana. Bantuan yang disalurkan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas UNEJ. Kami berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata, baik untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, LPPM UNEJ berupaya mengambil bagian sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, termasuk melalui pendampingan masyarakat dan dukungan pemulihan pascabencana.
Tim PLHK LPPM UNEJ (5/9/2026) menyerahkan bantuan berupa tenda kepada SDN Pore di wilayah Riung. Bantuan tenda tersebut diberikan sebagai respons atas kondisi sejumlah ruang kelas yang mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan tersebut menyebabkan kegiatan belajar mengajar siswa terganggu sehingga diperlukan ruang alternatif agar proses pendidikan tetap dapat berlangsung.
Ketua PLHK LPPM UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, MKes, mengatakan, kebutuhan anak-anak korban bencana menjadi salah satu perhatian utama tim selama berada di Riung.
“Kami melihat bahwa dampak gempa tidak hanya menyangkut kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan anak-anak. Karena itu, ketika kami mendapatkan informasi adanya ruang kelas yang rusak, kami berupaya membantu menyediakan tenda agar proses belajar siswa tetap dapat berjalan,” ungkap Ketua PLHK LPPM UNEJ.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat sehingga diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Tim PLHK LPPM UNEJ (6/6/2026) kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan menyerahkan bantuan berupa obat-obatan kepada Puskesmas Riung.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak gempa. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.
“Kami berharap bantuan obat-obatan ini dapat membantu Puskesmas Riung dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kondisi pascabencana, kebutuhan kesehatan harus menjadi salah satu prioritas karena masyarakat masih berada dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan pelayanan,” kata Ketua PLHK LPPM UNEJ.
Selain bantuan kesehatan, tim juga menyerahkan bantuan berupa pakaian dan mukena kepada masyarakat Desa Tado, Kecamatan Riung. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas sivitas akademika UNEJ terhadap warga yang sedang menghadapi masa pemulihan akibat bencana.
Rangkaian aksi kemanusiaan Tim PLHK LPPM UNEJ tidak berhenti pada penyaluran bantuan material. Perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak korban bencana juga menjadi bagian penting dari agenda kemanusiaan tersebut.
Tim PLHK LPPM UNEJ (7/9/2026) melaksanakan kegiatan trauma healing bagi siswa SD Inpers Pore di wilayah Riung.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu anak-anak mengelola rasa takut dan kecemasan yang mungkin muncul setelah mengalami bencana gempa. Melalui aktivitas yang ramah anak, edukatif, dan menyenangkan, trauma healing diharapkan dapat memberikan ruang bagi siswa untuk kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat mengikuti aktivitas belajar.
Kepala LPPM UNEJ menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali sarana dan prasarana.
“Anak-anak juga membutuhkan pemulihan secara psikologis. Karena itu, trauma healing menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan ini. Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk kembali bermain, belajar, berinteraksi, dan membangun rasa percaya diri setelah mengalami situasi yang tidak mudah akibat bencana,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PLHK LPPM UNEJ menyatakan bahwa pendampingan psikososial menjadi bentuk kehadiran UNEJ yang tidak kalah penting dibandingkan bantuan material.
“Kami ingin kehadiran Tim PLHK tidak hanya dirasakan melalui bantuan berupa tenda, obat-obatan, pakaian, dan mukena. Kami juga ingin hadir secara manusiawi, mendengarkan, mendampingi, dan memberikan penguatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami dampak langsung dari bencana,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Tim PLHK LPPM UNEJ di Kabupaten Ngada menjadi wujud nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap masyarakat yang mengalami bencana.
Mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah, penyaluran tenda untuk mendukung kegiatan pendidikan, bantuan obat-obatan untuk fasilitas kesehatan, pemberian pakaian dan mukena kepada masyarakat Desa Tado, hingga trauma healing bagi siswa SD Inpers Pore, seluruh kegiatan diarahkan untuk membantu proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Riung.
Melalui pendekatan yang mencakup kebutuhan material, pendidikan, kesehatan, hingga psikososial, Tim PLHK LPPM UNEJ berupaya memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan.
Kehadiran tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan sekaligus membangun kembali semangat, rasa aman, dan ketangguhan masyarakat Ngada dalam menghadapi masa pasca bencana.