Ketua KADIN Manggarai Barat menyampaikan sambutan dalam perayaan HUT ke-15 KADIN Mabar.
KATANTT.COM---Penguatan potensi daerah menjadi salah satu agenda Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Manggarai Barat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Memasuki usia ke-15 tahun, organisasi dunia usaha tersebut menaruh perhatian pada pengembangan komoditas pertanian, perluasan pasar, dan kolaborasi lintas wilayah.
Upaya ini dinilai penting bagi Manggarai Barat, terutama Labuan Bajo, yang memiliki aktivitas pariwisata dan kebutuhan logistik yang terus berkembang. Ketersediaan produk lokal diharapkan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus meningkatkan keterlibatan petani dalam rantai ekonomi pariwisata.
Ketua KADIN Manggarai Barat, Charles Angliwarman, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan logistik untuk sektor pariwisata masih dipasok dari luar daerah.
“Turis sudah ada, tetapi logistiknya kebanyakan datang dari luar Manggarai Barat, hampir 86 persen,” kata Charles saat peringatan HUT ke-15 KADIN Manggarai Barat, Kamis (22/10/2026).
Menurut Charles, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan produksi lokal agar potensi ekonomi dari sektor pariwisata dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pengembangan beras dengan merek Labuan Bajo. Produk tersebut pernah digunakan dalam kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023.
KADIN juga mendorong pengembangan kakao melalui pembibitan dan penangkaran bibit di Gorang. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pengembangan komoditas ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya usaha pengolahan cokelat di Manggarai Barat.
Charles mengatakan, KADIN ingin memperluas ragam komoditas unggulan daerah agar tidak hanya bergantung pada satu atau dua produk.
“Kita ingin Manggarai Barat bukan hanya punya kopi, tetapi juga cokelat, beras, cengkeh, dan komoditas lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, KADIN siap mendorong penyerapan hasil produksi petani untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sekaligus menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas, termasuk ekspor.
SiGAP Pangan Mabar Disiapkan untuk Perkuat Distribusi
Pengembangan produksi lokal membutuhkan dukungan sistem distribusi dan informasi yang memadai. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian tengah merancang SiGAP Pangan Mabar.
Kepala Disdagrin Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang untuk mendukung pemantauan stok, harga, distribusi, serta pengawasan barang kebutuhan pokok dan barang penting.
SiGAP Pangan Mabar direncanakan menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, dan petani agar informasi mengenai komoditas dapat dipantau sejak tahap penanaman, produksi, hingga distribusi.
Adrianus menilai, sinergi antara pemerintah dan KADIN diperlukan untuk membangun rantai pasok yang mampu menjawab kebutuhan pasar, terutama industri perhotelan, restoran, dan kafe.
“Kemitraan pemerintah dengan KADIN itu nomor satu, terutama terkait bagaimana pemberdayaan ekonomi lokal. Jadi, harus ada model komunikasi, termasuk bagaimana mengatur rantai pasok pangan di Manggarai Barat untuk mendukung kebutuhan hotel, restoran, dan kafe,” katanya.
Melalui sistem tersebut, pemerintah berharap ketersediaan pangan lokal dapat terpantau lebih baik sehingga peluang pasar dapat diselaraskan dengan kemampuan produksi petani.
Peluang Pertukaran Pengalaman dengan Timor-Leste
Dalam pengembangan jejaring ekonomi, KADIN Manggarai Barat juga membangun koordinasi dan kerja sama dengan mitra dari luar negeri, termasuk Timor-Leste.
Pengalaman pengembangan pertanian di Manggarai Barat diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi penguatan sektor pertanian di Timor-Leste, khususnya pertanian sawah.
Pertukaran pengalaman tersebut membuka peluang bagi kedua wilayah untuk saling mempelajari pendekatan pengembangan pertanian, pendampingan petani, dan pemanfaatan potensi lokal.
Selain memperluas hubungan antarmitra, kerja sama lintas wilayah diharapkan dapat mendorong lahirnya peluang ekonomi baru yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Bantuan bagi Korban Gempa
Di luar agenda pengembangan usaha, KADIN Manggarai Barat turut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026.
Charles menyampaikan bahwa bantuan disalurkan ke 30 titik di Manggarai Barat, berupa sembako, terpal, susu, minyak, dan bahan bangunan.
Keterlibatan tersebut melengkapi berbagai upaya KADIN dalam menjalankan perannya di daerah, baik melalui pengembangan ekonomi maupun dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pada usia ke-15 tahun, KADIN Manggarai Barat diharapkan terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah, petani, dan pelaku usaha untuk memperluas pasar produk lokal.
Penguatan pertanian, perbaikan rantai pasok, dan perluasan jejaring kerja sama menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi Manggarai Barat yang lebih mandiri serta memastikan manfaat pertumbuhan pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.