• Nusa Tenggara Timur

Bantuan Pangan Tiga Bulan Diluncurkan, 59.990 Keluarga Manggarai Terima 1.799,7 Ton Beras

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 18/09/2026 12:02 WIB
Bantuan Pangan Tiga Bulan Diluncurkan, 59.990 Keluarga Manggarai Terima 1.799,7 Ton Beras Peluncuran serta pemeriksaan kualitas dan kuantitas bantuan pangan beras alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 untuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur di Gudang Bulog Kantor Cabang Ruteng, Jumat, 18 September 2026.

KATANTT.COM---Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan beras untuk 59.990 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Manggarai. Bantuan sebanyak 1.799,7 ton beras tersebut merupakan alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus dan September 2026.

Peluncuran sekaligus pemeriksaan kualitas dan kuantitas bantuan pangan tersebut berlangsung di Gudang Bulog Kantor Cabang Ruteng, Jumat, 18 September 2026. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meringankan beban masyarakat Manggarai yang masih menghadapi dampak gempa bumi 15 Agustus 2026.

Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, mengatakan bantuan pangan tersebut menjadi bentuk perhatian negara terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit, terutama setelah bencana gempa bumi yang mengguncang Flores.

Wabup Fabi mengungkapkan, masyarakat harus mensyukuri keselamatan di tengah bencana karena kehilangan harta benda masih dapat dipulihkan, sementara keselamatan jiwa merupakan hal yang jauh lebih berharga.

"Soal barang dan harta bisa kita cari kembali. Tetapi jiwa dan badan ini yang susah dicari," ungkapnya.

Wabup Fabi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Bulog yang tetap menyalurkan bantuan pangan di tengah kondisi kebencanaan.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Manggarai, kami menyampaikan terima kasih kepada negara melalui Bulog Manggarai," katanya.

Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, bantuan tersebut merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang disalurkan sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

Penyaluran CPP mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Kebijakan tersebut memungkinkan cadangan pangan digunakan untuk pengentasan kemiskinan, menangani kerawanan dan kekurangan pangan, mengendalikan gejolak harga serta inflasi, melindungi produsen dan konsumen, termasuk untuk antisipasi dan pelaksanaan pemberian bantuan pangan.

Untuk Kabupaten Manggarai, sasaran bantuan adalah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, keluarga miskin dan rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

Sebanyak 59.990 PBP yang tersebar di 171 desa pada 12 kecamatan menjadi penerima bantuan pangan beras periode Juli, Agustus dan September 2026.

Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, sehingga untuk tiga bulan sekaligus setiap PBP menerima 30 kilogram beras.

Dengan jumlah penerima tersebut, total bantuan pangan beras yang dialokasikan untuk Kabupaten Manggarai mencapai 1.799,7 ton.

Penyaluran tiga alokasi bulan tersebut dilakukan satu kali pada September 2026 karena proses perencanaan dan penyaluran sebelumnya mengalami penundaan.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ruteng, Yermi Ruthando Febriant Djami, mengatakan pihaknya menargetkan proses penyaluran mulai berjalan pada pekan berikutnya.

"Untuk bantuan pangan ini, kami upayakan minggu depan sudah mulai berjalan. Karena alokasi Juli sampai September sebelumnya mengalami penundaan akibat proses perencanaan," ujarnya.

Dia menegaskan kualitas beras yang akan disalurkan telah melalui pemeriksaan dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu memeriksa beras saat bantuan diterima. Transporter yang bertanggung jawab membawa bantuan dari gudang hingga ke penerima diminta menyiapkan timbangan sehingga berat beras dapat diperiksa kembali di tingkat desa.

"Kalau penerima merasa perlu, silakan ditimbang lagi di desa. Kualitasnya juga bisa langsung diperiksa saat pembagian," katanya.

Dirinya juga menegaskan, apabila masyarakat menemukan beras yang dinilai tidak layak, keluhan dapat langsung disampaikan ketika bantuan diterima sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Kalau merasa tidak layak, langsung komplain saat pembagian. Jangan sudah dibawa pulang dan seminggu kemudian baru disampaikan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur, Hermanus H. Kodi, turut hadir dalam pemeriksaan kualitas dan kuantitas bantuan pangan di Gudang Bulog Ruteng.

Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jumlah dan mutu beras yang akan disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan.

"Kami ingin memastikan jumlah tonase dan mutu beras bantuan pangan ini benar-benar baik," ujarnya.

Untuk Kabupaten Manggarai Timur, Hermanus menyebut alokasi bantuan mencapai sekitar 1.700 ton beras bagi 53.375 PBP atau KPM.

Ia meminta seluruh pihak, termasuk media, ikut mengawal agar bantuan pangan dapat tersalurkan dengan baik, terlebih masyarakat Manggarai Raya sedang berada dalam situasi pemulihan pascagempa.

"Di tengah kondisi gempa, jangan sampai ada sesuatu yang menghambat penyaluran bantuan pemerintah ini," pintanya.

Hermanus juga menyampaikan apresiasi kepada Bulog yang tetap memberikan pelayanan meskipun fasilitas dan personelnya turut terdampak situasi gempa.

Menurut dia, Manggarai Timur meminta mekanisme penyaluran dilakukan secara kolektif agar lebih efektif dan tidak menyulitkan masyarakat penerima.

"Bulog tetap melayani kami meskipun ikut terdampak gempa. Untuk Manggarai Timur, kami meminta penyaluran dilakukan secara kolektif," ungkapnya.

Ia memastikan hasil pemeriksaan terhadap kualitas beras yang tersedia di gudang menunjukkan kondisi yang baik.

"Kalau kualitasnya, sangat bagus," katanya.

Bantuan pangan beras tersebut merupakan program pemerintah nasional dengan data penerima yang bersumber dari Kementerian Sosial melalui DTSEN.

Bulog Cabang Ruteng saat ini juga menyiapkan stok untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan di wilayah kerjanya. Kebutuhan untuk alokasi Juli, Agustus dan September diperkirakan mencapai sekitar 3.460 ton, sementara stok yang tersedia berada di kisaran 2.300 ton.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog juga merencanakan tambahan pasokan sekitar 1.200 ton dari Jawa Timur.

FOLLOW US