Diskusi publik KOPEARAD MABAR tentang dampak kebijakan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Manggarai Barat.
KATANTT.COM---Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (KOPEARAD MABAR) akan menggelar diskusi publik bertajuk “Menakar Dampak Kebijakan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Manggarai Barat” pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 18.00 Wita.
Kegiatan tersebut akan berlangsung di Youth Center Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Keuskupan Labuan Bajo. Diskusi ini bertujuan mengkaji relevansi dan efektivitas kebijakan pemerintah pusat dalam menjawab kondisi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyelenggara menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur berdasarkan angka pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan aktivitas pariwisata, tetapi sejauh mana manfaat nyata bagi masyarakat dari berbagai program pembangunan tersebut.
Bagi penyelenggara, manfaat pembangunan itu perlu ditinjau dalam berbagai aspek, meliputi peningkatan kesejahteraan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, pemerataan pembangunan, serta perlindungan lingkungan hidup.
Perwakilan KOPEARAD MABAR, Itho Umar, menjelaskan bahwa diskusi publik tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang kritis, objektif, dan konstruktif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Melalui diskusi ini, kami ingin membuka ruang bagi berbagai pandangan untuk disampaikan dan diuji secara objektif,” ujarnya.
Itho menambahkan bahwa forum tersebut akan membahas secara komprehensif berbagai capaian, tantangan, dan persoalan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat Manggarai Barat.
Menurutnya, setiap capaian pemerintah perlu diapresiasi apabila didukung oleh fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat juga perlu dibahas secara terbuka dengan mengedepankan pendekatan yang konstruktif.
"Capaian pemerintah patut diapresiasi apabila didukung fakta, sementara persoalan yang masih dihadapi masyarakat perlu dibahas secara terbuka dan konstruktif. Yang terpenting, diskusi ini harus berorientasi pada kepentingan masyarakat Manggarai Barat,” tegas Itho.
Ia juga menggarisbawahi bahwa diskusi publik tersebut tidak dimaksudkan sebagai forum perdebatan politik semata, melainkan sebagai ruang pertukaran gagasan berbasis fakta untuk merumuskan masukan yang relevan bagi pembangunan daerah.
Sejumlah isu strategis akan menjadi fokus pembahasan, antara lain pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan hidup, serta keberlanjutan sektor pariwisata.
Diskusi ini akan menghadirkan tiga narasumber, yakni Kanisius Jehabut, politisi Partai Gerindra; Prof. I Nengah Dasi Astawa, akademisi; serta Theresia P. Asmon, tokoh perempuan Manggarai Barat. Adapun jalannya diskusi akan dipandu oleh Silvester Joni selaku moderator, dengan agenda dialog dan tanya jawab bersama peserta.
Penyelenggara menargetkan sekitar 100 peserta yang berasal dari kalangan pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, lembaga pendidikan, serta berbagai kelompok profesi di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, KOPEARAD MABAR berharap dapat menghimpun berbagai perspektif dan merumuskan rekomendasi konkret yang selanjutnya disampaikan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi masukan dalam mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pembangunan Manggarai Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.