• Nusa Tenggara Timur

Hendak Jemput Anak, Warga Golo Sepang Dianiaya OTK

Emanuel Suryadi | Senin, 10/08/2026 17:54 WIB
Hendak Jemput Anak, Warga Golo Sepang Dianiaya OTK Korban dugaan penganiayaan saat mendapat pemeriksaan dari petugas Bhabinkamtibmas di Golo Sepang.

KATANTT.COM---Sudirman (37), warga Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK), Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Berdasarkan keterangan Sudirman, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya hendak menjemput anaknya yang sedang menghadiri acara pernikahan di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian.

Namun, ketika tiba di perempatan jalan Dusun I, Desa Golo Sepang, Sudirman tiba-tiba diadang oleh dua orang yang diduga sebagai pelaku.

“Tiba-tiba saya diadang dua orang. Salah satunya memukul kaki saya dengan batu, lalu perut saya diinjak hingga saya tidak sadarkan diri,” ungkap Sudirman.

Akibat kejadian tersebut, Sudirman mengalami luka pada bagian kaki serta pembengkakan di area perut yang diduga akibat hantaman dan tekanan keras.

Usai dianiaya, korban berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke rumah warga setempat, Mamu Dama. Mamu kemudian memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Tidak lama berselang, petugas Bhabinkamtibmas tiba di lokasi untuk memastikan kondisi korban. Petugas sempat menawarkan agar Sudirman dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, korban memilih untuk diantar ke kediamannya.

Pihak keluarga korban kemudian mendatangi Polsek Komodo untuk melaporkan kejadian tersebut pada Senin (10/8/2026). Keluarga meminta kepolisian segera mengusut kasus tersebut secara transparan dan adil.

“Kami pertama-tama meminta perlindungan bagi korban atas kejadian ini. Kedua, kami meminta penegakan hukum yang seadil-adilnya,” tegas Ramang, perwakilan keluarga.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Komodo, Ipda Adhar, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia memastikan laporan itu akan ditangani sesuai standar prosedur yang berlaku di kepolisian.

Adhar juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu liar yang berpotensi menimbulkan konflik lanjutan terkait kasus tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas dan keberadaan kedua terduga pelaku masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

FOLLOW US