• Nasional

Buka Kongres XXXIV PMKRI di Ruteng, Bupati Hery Serukan Pemerataan Pembangunan Indonesia Timur

Wilibrodus Jatam | Senin, 20/07/2026 14:01 WIB
Buka Kongres XXXIV PMKRI di Ruteng, Bupati Hery Serukan Pemerataan Pembangunan Indonesia Timur Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, resmi membuka Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Senin (20/7/2026).

KATANTT.COM---Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, resmi membuka Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Senin (20/7/2026). 

Forum nasional yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026 itu diikuti delegasi dari 57 cabang PMKRI se-Indonesia serta dihadiri pimpinan organisasi mahasiswa lintas agama dan kepemudaan.

Dalam pidato pembukaannya, Bupati Hery Nabit menegaskan bahwa penyelenggaraan kongres nasional di Ruteng merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan Manggarai kepada Indonesia sekaligus memperlihatkan bahwa daerah-daerah di kawasan timur memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.

Ia berharap forum tertinggi PMKRI tersebut tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret yang mampu menjawab persoalan pembangunan, terutama bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Kami berharap kongres ini melahirkan rekomendasi nyata bagi pembangunan daerah 3T dan kesejahteraan rakyat," tegas Bupati Hery.

Bupati Hery juga mengatakan Kabupaten Manggarai masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Perekonomian daerah masih bertumpu pada sektor pertanian, sementara persoalan transportasi, logistik, infrastruktur dasar, hingga pemerataan layanan publik masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian bersama.

Menurutnya, penguatan otonomi daerah tetap menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Bupati Hery juga mengingatkan seluruh peserta kongres agar tidak pernah merasa rendah diri karena berasal dari daerah yang selama ini kerap dipandang tertinggal. Ia meyakini perubahan besar justru dapat lahir dari daerah-daerah sederhana yang memiliki semangat dan gagasan kuat.

"Jangan pernah merasa kecil. Daerah sederhana pun mampu melahirkan gagasan besar bagi Indonesia," ujarnya.

Bupati Hery menambahkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kongres XXXIV PMKRI karena tiga alasan utama. 

Pertama, PMKRI merupakan salah satu representasi Gereja Katolik di tingkat nasional. 

Kedua, PMKRI telah berkembang menjadi organisasi kader yang memberi kontribusi nyata bagi gereja, bangsa, dan negara. 

Ketiga, pembangunan nasional membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa yang mampu menghadirkan gagasan kritis dan solutif.

Ia juga mengajak seluruh kader PMKRI mengenang perjuangan para pendiri organisasi yang telah membangun fondasi PMKRI di tengah berbagai tantangan zamannya. 

Semangat pengabdian para pendahulu, kata Bupati Hery, harus terus menjadi inspirasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan bangsa.

Selain itu, Bupati Hery berharap PMKRI mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang berpihak pada pengembangan pertanian modern, kewirausahaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Sementara itu, Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2024–2026, Susana Florika Marianti Kandaimu, mengatakan tema Kongres XXXIV dan MPA XXXIII, "Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan," lahir dari keprihatinan terhadap belum meratanya pembangunan di berbagai wilayah, khususnya Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Menurutnya, pembangunan nasional tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur di wilayah tertentu, tetapi harus menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pembangunan harus menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, bukan hanya wilayah yang sudah maju," kata Susana.

Dia juga mengajak seluruh kader PMKRI memperkuat kapasitas intelektual, integritas moral, serta keberanian menyuarakan kepentingan rakyat melalui rekomendasi kongres yang berpihak pada pemerataan pembangunan nasional.

Di sisi lain, Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, menyampaikan kebanggaannya karena Ruteng dipercaya menjadi tuan rumah forum tertinggi PMKRI. 

Margareta menjelaskan, PMKRI Cabang Ruteng yang telah berdiri selama puluhan tahun menjadi bukti konsistensi kader dalam menjaga eksistensi organisasi sekaligus mengawal isu-isu pembangunan di daerah.

Ia berharap penyelenggaraan kongres di Ruteng mampu mengangkat berbagai persoalan sekaligus potensi wilayah 3T agar memperoleh perhatian yang lebih besar dalam kebijakan pembangunan nasional.

"Ruteng menyambut seluruh delegasi dengan hangat. Mari jadikan kongres ini ruang melahirkan gagasan bagi Indonesia yang lebih berkeadilan," ujar Margareta.

Pada kesempatan tersebut, Margareta juga memperkenalkan Ruteng sebagai kota berhawa sejuk yang dikenal sebagai kota seribu gereja dan biara.

Dirinya mengajak seluruh delegasi menikmati keramahan masyarakat Manggarai sekaligus menjadikan kongres sebagai ruang dialog, pertukaran gagasan, dan penguatan komitmen bersama untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia Timur.

Di akhir sambutannya, Margareta menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Ruteng, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai, perguruan tinggi, Forkopimda, lembaga perbankan, para alumni, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kongres XXXIV dan MPA XXXIII PMKRI di Ruteng.

FOLLOW US