• Nusa Tenggara Timur

Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Yayasan GNI Ajak Masyarakat Perkuat Perlindungan Hak Anak

Emanuel Suryadi | Selasa, 28/07/2026 17:29 WIB
Rayakan Hari Anak Nasional 2026, Yayasan GNI Ajak Masyarakat Perkuat Perlindungan Hak Anak Perayaan HAN 2026 Yayasan GNI bersama siswa dan sejumlah pemangku kepentingan di Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat.

KATANTT.COM---Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama ratusan siswa dari berbagai lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa (28/7/2026). 

Acara yang dilaksanakan di Aula Paroki Golowelu tersebut, dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat, Dr. Yulianus Weng, unsur TNI-Polri, perwakilan guru, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, seperti tarian daerah, seni vokal, hingga pembacaan puisi.

Selain penampilan bakat, panitia juga menyelenggarakan sesi talk show interaktif yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyuarakan berbagai aspirasi serta tantangan yang mereka hadapi dalam mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif.

Direktur Operasional Yayasan GNI, Cahyo Prihadi, menjelaskan bahwa lembaganya telah hadir dan berkontribusi di Kabupaten Manggarai Barat sejak 2014. Selama lebih dari satu dekade, Yayasan GNI terus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program di bidang pendidikan, kesehatan dan sanitasi, ekonomi, serta perlindungan anak.

Di sektor pendidikan, Yayasan GNI berfokus pada pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan membangun dua pusat PAUD, serta memberikan pelatihan metode pembelajaran kreatif bagi tenaga pendidik secara berkala.

Pada bidang kesehatan, berbagai program dijalankan, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, pelatihan kebun pangan, edukasi pengasuhan anak, promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga penyediaan akses air bersih dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Sementara di sektor ekonomi, Yayasan GNI mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan pemuda, serta pembentukan koperasi. 

Adapun pada bidang perlindungan anak, pihaknya telah ikut memperkuat kapasitas Forum Anak Kecamatan Kuwus sekaligus membentuk tim Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Cahyo menambahkan, bagi Yayasan GNI, anak adalah warisan yang hidup sekaligus aset bangsa yang akan mewujudkan cita-cita bersama. Karena itu, dengan mengusung semangat HAN 2026, yakni "sayangi anak, lindungi dan bangun masa depan," ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

"Karena kita ingin anak-anak kita sehat, terampil, tangguh, dan mandiri," ujar Cahyo.

Mengakhiri sambutannya, Cahyo secara khusus menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Ia menyarankan orang tua agar memberikan pendampingan saat anak beraktivitas di dunia digital agar terhindar dari ancaman kekerasan siber, misinformasi, maupun berbagai bentuk pelanggaran hak anak.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Manggarai Barat, Dr. Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan GNI atas dedikasi dan kontribusinya selama sekitar 12 tahun mendampingi masyarakat Manggarai Barat, khususnya dalam memperkuat perlindungan hak anak.

"Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada GNI. Yayasan yang sejak 12 tahun lalu sudah berkiprah, sudah bekerja, dan membantu kita di Manggarai Barat," ungkapnya.

Wabup Yulianus menegaskan bahwa anak-anak merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mereka menjadi generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, kepada para guru dan masyarakat yang hadir, Wabup Yulianus menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini melalui penanaman disiplin, dan etika.

"Harus selalu dipupuk. Pupuk disiplin, pupuk etika, cara berbicara, cara bersikap, dan cara berpakaian. Harus tahu etika menghormati sesama, apalagi yang lebih tua," tegasnya.

Selain displin dan etika, Wabup Yulianus juga mengajak seluruh pihak menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini dengan membiasakan anak menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Mulai dengan hal-hal sederhana, jaga lingkungan dengan tidak boleh buang sampah sembarang tempat," pungkasnya.

Perayaan Hari Anak Nasional 2026 tersebut kemudian tutup dengan penandatanganan komitmen bersama Gerakan Nasional Ramah, Aman, Nyaman Anak (Gernas RANA) sebagai bentuk komitmen kolaboratif untuk menciptakan ruang hidup yang aman, nyaman, inklusif, sehat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

FOLLOW US