Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni mengungkapkan dugaan penipuan Maurice Blackburn Lawyers bersama Bank BRI dan Greg Phelps Ben Slade dalam pendistribusian ganti rugi Montara kepada petani rumput laut di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao.
Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (6/8/2026) kemarin, memenuhi janji-nya menemui masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban tumpahan minyak Kasus Montara.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudi Sadewa minta Direktur Utama Bank BRI untuk memberikan penjelasan terkait bunga dana kompensasi Montara sekitar Rp 2 triliun yang sempat mengendap selama dua tahun lebih di rekening salah satu bank Himbara ini.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudi Sadewa melakukan pertemuan tertutup bersama Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni di Kantor Pusat Kementerian Keuangan Republik Indonesia berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Raya Nomor 1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) secara terbuka menyatakan dukungannya kepada PBB dan International Criminal Court (ICC) yang telah mengeluarkan kebijakan baru untuk menyelidiki dan menuntut kejahatan lingkungan internasional.
Kasus tumpahan minyak yang maha dahsyat dari ladang minyak Montara hingga mencemari Laut Timor menyisakan duka mendalam bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Hingga kini sebagian masyarakat belum mendapat ganti rugi dan harus menanggung akibat dari kerusakan lingkungan akibat tumpahan minyak Montara.
Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni menuntut Pemerintah Australia untuk membayar ganti rugi senilai Rp 800 - Rp 1000 triliun kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang menjadi korban tumpahan minyak Montara pada 21 Agustus 2009 silam.
Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB/WTCF), Ferdi Tanoni mengancam akan melayangkan gugatan kepada Maurice Blackburn, Greg Phelps dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke Pengadilan Federal Australia di Sydney. Pasalnya, hingga kini YPTB belum menerima laporan pertanggungjawaban atas distribusi dana Kompensasi Montara dari Maurice Blackburn, Greg Phelps dan BRI.
Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) melayangkan surat terbuka kepada Pemerintah Australia dan Selandia Baru buntut belum tuntasnya penyelesaian kasus petaka Montara Laut Timor yang terjadi 2009 silam serta pencaplokan Gugusan Pulau Pasir
Pidato perdana Presiden Prabowo Subianto saat dilantik menuai pujian dan apresiasi seluruh rakyat Nusa Tenggara Timur. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu menuntaskan kasus pencemaran Laut Timor yang terjadi pada 21 Agustus 2009 silam.
Keinginan memperjuangkan nasib masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak pencemaran Laut Timor akibat Petaka Montara yang maha dahsyat pada Agustus 2009 silam, murni dilakukan secara tulus.
Sudah 15 tahun, kasus pencemaran minyak di Laut Timor akibat tumpahan minyak dari ladang minyak Montara tak kunjung selesai. Hingga kini, kasus pencemaran yang maha dahsyat sejak Agustus 2009 silam masih menyisakan masalah.
Perusahaan migas asal Thailand yakni PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia harus berjiwa besar dan jujur untuk bertemu Yayasan Peduli Timor (YPTB) guna menyelesaikan Kasus Montara.
Penyaluran dana kompensasi kasus Montara kepada petani rumput laut di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote menuai banyak masalah. Hal ini mendapat perhatian serius Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni.