• Nusa Tenggara Timur

Solidaritas di Tengah Jalan Terjal, JPIC OFM Salurkan 1.150 Paket Sembako bagi Korban Gempa Matim

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 18/09/2026 09:11 WIB
Solidaritas di Tengah Jalan Terjal, JPIC OFM Salurkan 1.150 Paket Sembako bagi Korban Gempa Matim JPIC OFM Indonesia saat menyalurkan paket bantuan sembako ke Ulung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur (Foto: Dok. JPIC OFM Indonesia)

KATANTT.COM---JPIC OFM Indonesia Posko Riung–Pota menyalurkan 1.150 paket sembako kepada warga terdampak gempa di empat wilayah Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),  Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 16–17 September 2026.

Distribusi bantuan menyasar Kelurahan Ulung Baras, Kelurahan Golo Wangkung Utara, Desa Wela Lada, dan Desa Lada Mese. Wilayah tersebut berada di kawasan pegunungan dengan akses jalan yang sulit.

Tim JPIC OFM Indonesia membawa bantuan menggunakan satu truk dan tiga mobil pikap. Perjalanan menuju lokasi harus melewati jalan sempit, menanjak, berbatu, dan berkelok di lereng pegunungan. Kendaraan juga harus melaju perlahan di sejumlah titik karena kondisi jalan yang rusak.

Dalam perjalanan, rombongan beberapa kali berhenti. Dua mobil pikap bahkan mengalami pecah ban. Meski menghadapi kendala tersebut, tim tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di Waekara sekitar pukul 18.00 Wita.

Distribusi bantuan dilakukan pada malam yang sama kepada 448 kepala keluarga di Kelurahan Ulung Baras. Keesokan harinya, penyaluran dilanjutkan mulai pukul 08.30 Wita hingga 17.00 Wita.

Sebanyak 189 paket disalurkan kepada warga Kelurahan Golo Wangkung Utara, 335 paket untuk warga Desa Wela Lada, dan 178 paket untuk warga Desa Lada Mese. Dengan demikian, seluruh 1.150 paket sembako tersalurkan kepada keluarga terdampak gempa.

Selama proses distribusi, tim JPIC OFM Indonesia menemukan warga yang masih berupaya memulihkan kehidupan setelah gempa. Sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari retakan pada dinding dan pondasi hingga kerusakan yang lebih serius.

Koordinator Posko JPIC OFM Indonesia Riung–Pota, Pater Yohanes Kristoforus Tara, OFM, mengatakan penjangkauan wilayah terpencil merupakan bagian dari upaya memastikan warga terdampak gempa tetap mendapatkan bantuan.

"Kami menyadari bahwa masyarakat di daerah-daerah terpencil sering kali menjadi kelompok yang paling lambat menerima bantuan karena akses yang sulit. Karena itu kami berusaha hadir langsung menjumpai mereka. Perjalanan yang berat, jalan yang rusak, bahkan kendaraan yang mengalami kendala di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan saudara-saudari kita berjuang sendirian," katanya.

Menurut Pater Kristo, bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas selama proses pemulihan.

"Bantuan sembako memang penting untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa masyarakat merasakan solidaritas. Kehadiran kita adalah pesan bahwa mereka tidak sendirian. Banyak orang yang peduli, mendoakan, dan berjalan bersama mereka dalam proses pemulihan ini."

Ia mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang membuat penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar.

Pater Kristo juga mengapresiasi ketabahan warga yang tetap menyambut kedatangan relawan meski menghadapi kerusakan rumah dan keterbatasan akses.

"Kami belajar banyak dari keteguhan masyarakat. Di tengah rumah yang rusak, keterbatasan bantuan, dan akses yang sulit, mereka tetap menyambut kami dengan senyum, keramahan, dan rasa syukur yang mendalam. Semangat seperti inilah yang memberi kami kekuatan untuk terus melanjutkan pelayanan kemanusiaan," ujar Pater Kristo.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur, relawan, pengemudi, dan pihak lain yang mendukung penyaluran bantuan tersebut.

"Atas nama JPIC OFM Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berbagi rezeki, tenaga, waktu, dan doa," katanya.

JPIC OFM Indonesia menyatakan penyaluran bantuan ke wilayah pegunungan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores, khususnya warga di daerah yang memiliki keterbatasan akses. 

FOLLOW US