• Nasional

Tinjau Dampak Gempa di Manggarai, Menkes Budi Gunadi Perintahkan Penyisiran Korban hingga ke Desa

Wilibrodus Jatam | Selasa, 18/08/2026 15:44 WIB
Tinjau Dampak Gempa di Manggarai, Menkes Budi Gunadi Perintahkan Penyisiran Korban hingga ke Desa Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau pasien korban gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026.

KATANTT.COM---Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau pasien korban gempa bumi, kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Ruteng, serta Rumah Sakit Lapangan Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penanganan pasien menjadi prioritas utama. Menurutnya, kondisi fasilitas kesehatan dapat dibenahi kemudian, tetapi keselamatan dan pelayanan terhadap pasien tidak boleh menunggu.

"Prioritasnya yang penting adalah pasien terlayani dulu. Kalau fasilitas belakangan, karena fasilitas bisa menunggu. Tapi kalau nyawa, tidak bisa tunggu," tegasnya.

Menkes juga meminta agar tenaga kesehatan segera diperkuat, terutama untuk menjangkau wilayah utara Kabupaten Manggarai yang terdampak gempa.

Ia mengatakan akan mengirim tim ke seluruh Puskesmas, khususnya di wilayah utara, untuk melakukan penyisiran terhadap pasien korban gempa yang belum teridentifikasi di setiap desa.

"Saya akan kirim sebanyak-banyaknya tim ke seluruh Puskesmas, terutama di daerah utara, untuk menyapu pasien-pasien yang belum teridentifikasi dari setiap desa," katanya.

Menkes Budi mengatakan, Puskesmas yang melayani sekitar 7 hingga 10 desa akan diperkuat untuk melakukan pendataan dan pemeriksaan langsung ke masyarakat.

Tim kesehatan akan mengidentifikasi kondisi korban berdasarkan tingkat keparahan luka, mulai dari ringan, sedang hingga berat. Pasien dengan kondisi berat akan dirujuk ke rumah sakit, sedangkan pasien yang masih dapat ditangani di Puskesmas akan mendapatkan pelayanan di tingkat tersebut.

"Yang ringan dan sedang ditangani di Puskesmas. Yang berat dikirim ke rumah sakit, supaya rumah sakit konsentrasi pada pasien yang benar-benar berat dan penting," jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar kapasitas rumah sakit dapat difokuskan untuk pasien yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Menkes Budi juga menyoroti kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Ruteng yang dinilai sudah tidak memungkinkan untuk digunakan kembali setelah terdampak gempa.

Ia menyebut pembangunan rumah sakit di wilayah Manggarai menjadi kebutuhan mendesak. Sebelumnya, pemerintah telah membangun fasilitas rumah sakit di Manggarai Barat dan Manggarai Timur yang saat ini dinilai sudah baik.

"Yang ini saya sudah lihat, sudah tidak mungkin dipakai. Jadi harus dibangun dulu," ujarnya.

Sebagai langkah sementara, pemerintah menyiapkan rumah sakit lapangan di Golo Dukal. Menkes meminta fasilitas tersebut segera dioperasikan dan ditambah kapasitasnya secara bertahap.

"Cepat dibangun. Kita harapkan besok sudah bisa beroperasi," katanya.

Rumah sakit lapangan tersebut direncanakan memiliki kapasitas awal sekitar 100 tempat tidur dan selanjutnya dapat ditingkatkan menjadi sekitar 100 hingga 120 tempat tidur.

"Nanti kita tambah lagi kamar-kamarnya dan tempat-tempatnya supaya bisa 100. Nanti ditambah sedikit, 100 sampai 120, agar bisa beroperasi," jelasnya.

Menurut Menkes Budi, keberadaan rumah sakit lapangan sangat penting karena pasien dari Puskesmas di sejumlah wilayah nantinya dapat dirujuk ke fasilitas tersebut. Lokasinya juga dinilai strategis karena berada dekat jalur yang menjadi akses masyarakat.

Dalam peninjauan itu, turut dibahas kebutuhan tambahan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, baik di fasilitas rumah sakit yang ada maupun di rumah sakit lapangan.

Relawan kesehatan juga direncanakan akan dikerahkan untuk memperkuat pelayanan di rumah sakit lapangan Golo Dukal.

"Kita drop relawan lagi, sekitar 20 sampai 40 orang," kata Menkes Budi.

Selain tenaga relawan, tenaga dari Puskesmas juga dapat diperbantukan untuk mendukung pelayanan di rumah sakit lapangan. Namun, Menkes meminta pengaturan tenaga dilakukan secara bertahap agar pelayanan di Puskesmas tetap berjalan.

Ia juga mengarahkan agar penanganan pasien korban gempa untuk sementara dapat dilokalisasi dan dimobilisasi ke fasilitas yang telah disiapkan, sehingga pelayanan terhadap korban gempa lebih terorganisasi.

"Untuk pasien korban gempa, terlebih dahulu mobilisasinya agar terlokalisasi," Pungkasnya.

FOLLOW US