KATANTT.COM--Ketika masyarakat masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa bumi, kepedulian dari berbagai pihak menjadi energi penting untuk bangkit. Dari Jember, Jawa Timur, Universitas Jember (UNEJ) hadir membawa semangat kemanusiaan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNEJ, bersama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNEJ dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNEJ. Dalam kegiatan kemanusiaan ini, UNEJ juga menggandeng PATPI (Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia).
Tim UNEJ menemui Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, dan Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo Shafar, S.E. di kediaman Wakil Bupati Nagekeo (8/9/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penyerahan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Nagekeo terdampak gempa.
Bantuan yang diserahkan berupa tenda, tandon air, obat-obatan, hygiene kit, baju perempuan, dan mukena. Bantuan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam tahap tanggap darurat dan pemulihan.
Bagi UNEJ, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian barang. Lebih dari itu, bantuan merupakan bentuk kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Kepala LPPM UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, STP, MP, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat menghadapi bencana.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan. UNEJ bekerjasama dengan PATPI ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagekeo dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas fakultas dan mitra menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Usai penyerahan bantuan kepada pemerintah daerah, kepedulian UNEJ berlanjut ke tingkat masyarakat. Tim PusatLingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LPPM UNEJ bergerak menuju wilayah Kecamatan Keo Tengah untuk menyerahkan bantuan secara langsung.
Dua lembaga pendidikan menjadi sasaran bantuan, yakni SMP Stellamaris Marapokot dan SDK Maunori Keo Tengah.
Di kedua sekolah tersebut, Tim PLHK menyerahkan bantuan tenda untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan pascabencana.
Tenda tersebut diharapkan dapat menjadi ruang alternatif bagi sekolah dalam menjalankan aktivitas pembelajaran maupun kegiatan sekolah lainnya apabila ruang permanen belum sepenuhnya dapat digunakan.
Bantuan itu juga mengandung pesan penting bahwa bencana tidak boleh memutus masa depan anak-anak. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, pendidikan harus tetap memiliki ruang untuk berlangsung.
Ketua Tim PLHK LPPM UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani, M.Kes., mengatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami melihat bahwa sekolah merupakan salah satu ruang penting yang harus segera dipulihkan. Anak-anak membutuhkan tempat untuk belajar dan kembali menjalani aktivitas secara normal. Karena itu, tenda yang kami serahkan diharapkan dapat menjadi ruang sementara yang membantu sekolah tetap menjalankan proses pendidikan,” ungkapnya.
Menurutnya, Tim PLHK tidak hanya berorientasi pada penyerahan bantuan, tetapi juga berupaya memastikan bantuan tersebut sampai kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, kebutuhan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian. Bantuan obat-obatan dan hygiene kit diserahkan kepada Balai Kesehatan Keo Tengah (9/9/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana sekaligus membantu masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Hygiene kit memiliki arti penting dalam kondisi pascabencana karena kebersihan menjadi salah satu faktor yang harus dijaga untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan baru. Sementara itu, dukungan obat-obatan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak.
Dengan demikian, bantuan UNEJ tidak hanya menyentuh aspek tempat berlindung dan pendidikan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat berupa air, kesehatan, kebersihan, dan keberlanjutan aktivitas sosial.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan apresiasi kepada UNEJ yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Nagekeo.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Jember, LPPM UNEJ, FKG UNEJ, FIB UNEJ, dan PATPI yang telah datang dan memberikan bantuan kepada masyarakat Nagekeo. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan setelah bencana,” kata Simplisius Donatus.
Menurut Bupati, dukungan dari perguruan tinggi dan berbagai lembaga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah daerah menangani dampak bencana.
“Kebutuhan masyarakat pascabencana sangat banyak. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi masyarakat Nagekeo,” lanjutnya.
Kehadiran Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, yang juga terlibat langsung dalam penanganan tanggap darurat bencana di Nagekeo, semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan para pihak yang memberikan dukungan.
Rangkaian aksi kemanusiaan UNEJ di Nagekeo memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Bantuan tenda menyentuh kebutuhan sekolah, tandon air membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara obat-obatan dan hygiene kit mendukung aspek kesehatan.
Lebih dari itu, perjalanan Tim PLHK hingga SMP Stellamaris Marapokot dan SDK Maunori menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti di ruang pemerintahan. Bantuan harus bergerak mendekati masyarakat dan menjangkau mereka yang berada di wilayah terdampak.
Bagi UNEJ, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan dalam situasi normal. Ketika bencana datang, ilmu pengetahuan, sumber daya, dan kepedulian akademik juga harus bergerak untuk kemanusiaan.
Dari kampus di Jember menuju Nagekeo, dari ruang pemerintahan hingga sekolah dan balai kesehatan, UNEJ membawa satu pesan: masyarakat terdampak gempa tidak berjalan sendirian.