KATANTT.COM--Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas)
Polda NTT menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat dengan menyambangi kelompok masyarakat yang selama ini bekerja di tengah aktivitas warga.
Kepedulian diwujudkan dengan berbagi paket sembako dalam rangka menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71 tahun 2026, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan dipimpin Direktur Lantas
Polda NTT, Kombes Pol Eva Guna Pandia didampingi Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas
Polda NTT, AKP Firamudin bersama jajaran.
Mereka menyasar petugas kebersihan, penggali kubur hingga puluhan driver ojek online (ojol) dan anak panti asuhan. Lima petugas kebersihan yang sehari-hari menjaga kebersihan di sekitar Kelurahan Fontein, Kota Kupang menjadi penerima pertama.
Bantuan juga diberikan kepada penggali kubur di RT 11/RW 4, Kelurahan Solor, diantaranya Is Hayon, Angky Balawa, Gazali Abdullah dan Faizal Buda. Tak hanya itu. Belasan driver ojol yang mangkal di Jalan Pemuda, Kelurahan Kuanino, juga menjadi sasaran bakti sosial tersebut.
Bantuan juga diserahkan Dirlantas
Polda NTT dan jajaran ke
Panti Asuhan Generasi Pengubah di Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa.
Pemberian bantuan juga kepada masyarakat kurang mampu sebanyak lima paket di Kelurahan Fatukoa yakno David Ramein, Oktovianus Banunaek, Epy Sae, Benediktus Tamonob dan Stanis Sadik.
Di sela penyerahan bantuan kepada Ojol, Kombes Eva mengingatkan para pengemudi ojol agar tetap mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas.
Menurutnya, aktivitas masyarakat yang tinggi di jalan harus diimbangi dengan kesadaran tertib berlalu lintas. “Kalau kita tertib berlalu lintas, masyarakat tentunya bergerak dari satu tempat ke tempat lain semuanya selamat,” kata Eva.
Ia mengatakan, kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga membawa beban moril bagi semua pihak. Karena itu, keselamatan harus menjadi perhatian bersama.
“Ketika terjadi kecelakaan kita memiliki beban moril. Untuk itu, ayo kita jaga keselamatan berlalu lintas dengan menaati aturan berlalu lintas,” pesannya.
Eva menjelaskan, bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong
HUT Polantas atau Hari Lalu Lintas Bhayangkara yang diperingati setiap 22 September.
Menurut dia, momentum
HUT Polantas tidak hanya diisi dengan kegiatan internal kepolisian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. “Polisi hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya pada perayaan
HUT Polantas untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain menyambangi petugas kebersihan, penggali kubur dan ojol, Ditlantas
Polda NTT juga mengunjungi
Panti Asuhan Generasi Penerus Sikumana. Sehari sebelumnya, jajaran Ditlantas
Polda NTT juga melakukan anjangsana ke rumah sejumlah pensiunan Polri dan ASN yang telah purna tugas.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban serta keselamatan dalam berlalu lintas.
Eva mengajak seluruh masyarakat NTT untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Sebab, keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pengguna jalan.
Emon, salah satu pengemudi ojek online yang menerima bantuan, menyampaikan apresiasi kepada Ditlantas
Polda NTT. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bentuk kepedulian polisi terhadap para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan.
“Bagi kami ini sangat berarti. Bukan hanya bantuan sembakonya, tetapi perhatian dari polisi kepada kami para ojol. Kami merasa diperhatikan dan dihargai,” ujar Emon.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan hubungan antara polisi dengan para pengemudi ojol semakin dekat. Emon juga mengaku siap mendukung imbauan kepolisian untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. “Kami juga akan berusaha tertib di jalan. Keselamatan penting karena setiap hari kami bekerja dan mencari nafkah di jalan,” katanya.