• Nusa Tenggara Timur

Mentan Amran Kabulkan Permintaan 200 Ton Beras untuk Korban Gempa Manggarai

Wilibrodus Jatam | Rabu, 19/08/2026 20:18 WIB
Mentan Amran Kabulkan Permintaan 200 Ton Beras untuk Korban Gempa Manggarai Mentan Amran Sulaiman saat meninjau pengungsi korban gempa di Kecamatan Reok, Manggarai, Rabu (19/8/2026).

KATANTT.COM---Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), aman dan terjamin.

Kepastian itu disampaikan Mentan Amran saat meninjau langsung masyarakat pengungsi korban gempa bumi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengabulkan permintaan 200 ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat korban gempa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai.

Permintaan tersebut ditindaklanjuti Mentan dengan menandatangani surat laporan kebutuhan beras masyarakat terdampak gempa. Penandatanganan itu disaksikan pihak Bulog, Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, Kapolres Manggarai, serta masyarakat pengungsi di Kecamatan Reok.

Mentan menegaskan, penyaluran bantuan beras tidak boleh terhambat persoalan administrasi. Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat yang sedang mengungsi merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

"Kalau butuh beras, langsung dikirim. Jangan menunggu surat dari Jakarta. Administrasinya menyusul," tegas Amran.

Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut perintah Presiden untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan kebutuhan pangan yang cukup.

Amran menyebut, sejak gempa terjadi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk mengirimkan beras ke wilayah terdampak.

"Kami diperintah Bapak Presiden turun langsung melihat kebutuhan masyarakat. Jangan sampai ada yang kelaparan," ujarnya.

 Amran mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 6.000 ton beras telah disiapkan dan didistribusikan untuk wilayah Flores yang terdampak bencana.

Khusus Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 ton beras didistribusikan pada Rabu (19/8/2026). Namun, jumlah tersebut bukan batas bantuan. Pemerintah akan memenuhi kebutuhan beras sesuai kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.

"Berapa pun yang dibutuhkan selama mengungsi, pemerintah akan penuhi. Beras aman, tidak ada masalah," kata Amran.

Stok Beras NTT 39.000 Ton

Amran memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kekurangan pangan. Ia menyebut stok beras yang tersedia di NTT mencapai sekitar 39.000 ton, sementara kebutuhan beras seluruh pengungsi yang berjumlah sekitar 34.600 orang diperkirakan mencapai 300 ton per bulan.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai ketersediaan beras sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi dalam jangka panjang.

"Kebutuhan pengungsi sekitar 300 ton per bulan, sementara stok kita di NTT 39.000 ton. Jadi insyaallah aman," ujarnya.

Bahkan, Amran menyebut salah satu gudang beras di sekitar lokasi memiliki stok sekitar 1.000 ton. Jumlah tersebut, kata dia, diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga tiga bulan.

Ia meminta jajaran pemerintah daerah, aparat, dan pengelola posko tidak ragu mengambil beras apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

"Kapan saja butuh, ambil. Jangan tunggu habis dulu. Tim kami siap 24 jam," tegasnya.

Amran juga memastikan distribusi bantuan tetap dilakukan meskipun terdapat kendala akses akibat kerusakan infrastruktur pascagempa.

Jika kendaraan roda empat sulit menjangkau lokasi, distribusi dapat dilakukan menggunakan sepeda motor. Jika jalur darat tidak memungkinkan, pemerintah akan menggunakan jalur laut maupun udara.

"Kalau tidak bisa lewat mobil, pakai motor. Kalau bisa lewat laut, kita gunakan laut. Yang penting tidak boleh ada yang kelaparan," katanya.

Ia menegaskan, tidak boleh ada satu pun masyarakat terdampak gempa yang tidak mendapatkan bantuan pangan hanya karena persoalan akses maupun administrasi.

"Jangan persulit rakyat yang membutuhkan bantuan. Itu perintah Presiden," tegas Amran.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan pangan lainnya, seperti minyak goreng dan mi instan.

Namun, Amran menekankan bahwa beras menjadi prioritas utama karena merupakan makanan pokok masyarakat dan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Ia meminta bantuan tersebut segera disalurkan melalui posko-posko pengungsian, termasuk posko yang berada di luar posko utama.

Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu bersama jajaran terkait diminta memastikan distribusi bantuan berjalan baik dan menjangkau seluruh masyarakat terdampak.

Tidak hanya menjamin kebutuhan pangan pengungsi, Mentan Amran juga memastikan pemerintah pusat akan membantu memulihkan sektor pertanian yang rusak akibat gempa.

Kerusakan sawah, irigasi tersier, serta fasilitas pertanian lainnya akan diperbaiki pemerintah pusat.

Selain itu, tanaman perkebunan masyarakat seperti kopi, kakao, dan kelapa yang mengalami kerusakan akibat bencana juga akan mendapatkan penggantian.

Amran mengatakan anggaran untuk penanganan tersebut telah disiapkan. Masyarakat diminta segera melaporkan kerusakan melalui pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL).

"Sawah yang rusak kita perbaiki. Tanaman yang rusak kita ganti. Itu tanggung jawab pemerintah pusat," jelasnya.

Bantuan juga mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi wilayah yang membutuhkan.

Menurut Amran, mekanisme pengajuan bantuan akan dibuat sederhana. Masyarakat tidak perlu menghadapi proses birokrasi yang berbelit-belit.

"Cukup melalui PPL. Kita bypass semua. Jangan persulit rakyat," ujarnya.

Kunjungan Mentan Amran ke Kecamatan Reok menjadi bagian dari respons pemerintah pusat terhadap dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, khususnya Kabupaten Manggarai.

Amran menegaskan pemerintah akan terus memantau kondisi masyarakat dan memastikan kebutuhan pangan serta pemulihan sektor pertanian berjalan hingga masyarakat kembali pulih.

"Duka saudara-saudara kita di NTT adalah duka kita semua. Kita pastikan pangan mereka terjamin," pungkasnya.

FOLLOW US