• Nusa Tenggara Timur

Tak Hanya Bawa Sembako, JPIC OFM Indonesia Pulihkan Trauma Penyintas Gempa Flores

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 11/09/2026 02:43 WIB
Tak Hanya Bawa Sembako, JPIC OFM Indonesia Pulihkan Trauma Penyintas Gempa Flores Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan trauma healing bagi masyarakat di Kampung Lompong, Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis, 10 September 2026.

KATANTT.COM---Penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pangan dan bantuan material. Di balik rumah-rumah yang rusak dan aktivitas warga yang belum sepenuhnya pulih, masih ada luka psikologis yang membutuhkan perhatian.

Kondisi itu terutama dirasakan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, orang sakit, dan penyandang disabilitas yang masih menghadapi ketakutan serta trauma setelah gempa bumi melanda Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian JPIC OFM Indonesia dalam respons kemanusiaan pascagempa Flores. Selain menyalurkan bantuan sembako, JPIC OFM Indonesia menghadirkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis, pendampingan psikososial, trauma healing, serta bantuan kebutuhan dasar bagi para penyintas.

Pelayanan kesehatan dan trauma healing itu dilaksanakan di Kampung Lompong, Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis, 10 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, JPIC OFM Indonesia berkolaborasi dengan keluarga Fransiskan lainnya, yakni FCh, OSF Semarang, SFS, DSY, KSFL, FCJM, dan OFM Cap Sibolga.

Pater Yohanes Wahyu Prasetyo, OFM, dari JPIC OFM Indonesia mengatakan, respons kemanusiaan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga kesehatan fisik dan psikologis para penyintas.

"Bukan hanya tenaga medis yang kami turunkan, ada juga tim untuk trauma healing," kata Pater Wahyu saat ditemui di sela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan trauma healing di Kampung Lompong, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Pater Wahyu, kehadiran tenaga medis, relawan, dan tim trauma healing diharapkan dapat memberikan penguatan bagi masyarakat yang masih berada dalam situasi sulit setelah bencana.

Ia menegaskan, pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan di lokasi pelayanan. JPIC OFM Indonesia juga berupaya menjangkau para penyintas yang memiliki keterbatasan untuk datang ke posko.

Karena itu, tim JPIC OFM Indonesia turut mendatangi keluarga-keluarga lansia dan orang-orang sakit yang tidak sempat mengikuti pemeriksaan kesehatan maupun kegiatan trauma healing di lokasi pelayanan.

"Kami berharap kehadiran JPIC OFM Indonesia sungguh-sungguh membawa berkat dan kita bisa jalan bersama-sama melewati situasi yang tidak mudah ini," ujar Pater Wahyu.

Anak dan Lansia Masih Trauma

Bagi masyarakat Kampung Lompong, kedatangan para relawan bukan sekadar menghadirkan pelayanan kesehatan. Kehadiran mereka juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi warga yang masih berusaha memulihkan diri setelah gempa.

Salah satu warga Kampung Lompong, Foyensius Timo, mengatakan gempa yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 meninggalkan trauma bagi sebagian masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Foyensius mengungkapkan, kondisi tersebut membuat pendampingan psikologis menjadi kebutuhan penting dalam proses pemulihan masyarakat.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada JPIC OFM Indonesia yang secara sukarela datang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis serta trauma healing bagi masyarakat.

"Kami sangat bangga dan bersyukur karena JPIC OFM Indonesia telah peduli dengan kami, korban gempa," kata Foyensius.

Ia menilai kehadiran JPIC OFM Indonesia bersama keluarga Fransiskan lainnya tidak hanya membantu memulihkan kondisi kesehatan para penyintas, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan pendampingan bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit dari trauma akibat bencana.

Pelayanan kesehatan dan trauma healing tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascagempa Flores. Sebab, pemulihan tidak hanya menyangkut rumah yang dibangun kembali atau kebutuhan pokok yang terpenuhi, tetapi juga memastikan para penyintas dapat kembali merasa aman dan memiliki kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.

Melalui pelayanan medis, pendampingan psikososial, trauma healing, serta perhatian khusus kepada kelompok rentan, JPIC OFM Indonesia bersama para relawan berupaya memastikan para penyintas tidak berjalan sendirian melewati masa pemulihan setelah bencana.

FOLLOW US