YPCI menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga Fransiskus Xaverius Boi di Manggarai Barat.
KATANTT.COM---Kepedulian terhadap keluarga Fransiskus Xaverius Boi, warga Kampung Meleng, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berdatangan.
Pada Rabu (16/9/2026), Yayasan Peduli Cinta Indonesia (YPCI) menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban keluarga Fransiskus yang selama kurang lebih tiga tahun menghadapi persoalan kesehatan sekaligus keterbatasan ekonomi.
Fransiskus diketahui berprofesi sebagai petani. Ia mengalami luka serius pada bagian kaki, tepatnya di antara jari kelingking dan jari manis.
Keterbatasan biaya membuat Fransiskus kesulitan memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis secara memadai.
Penghasilan yang bergantung pada hasil kebun dan pekerjaan harian membuat kemampuan keluarga untuk membiayai pemeriksaan, obat-obatan, hingga tindakan medis lanjutan sangat terbatas.
Luka yang awalnya berukuran kecil kemudian semakin memburuk. Bagian kaki tersebut mengalami pembengkakan hingga pecah dan mengeluarkan nanah.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga Fransiskus juga harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka diketahui tinggal di sebuah rumah sederhana dengan perabotan seadanya.
Kondisi Fransiskus kemudian mendapat perhatian publik setelah beredar di media sosial ajakan penggalangan dana (open donation) untuk membantu biaya pengobatannya.
Merespons kondisi tersebut, YPCI turut memberikan bantuan guna meringankan beban keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan tidur, terdiri dari satu kasur busa (springbed), bantal kepala dan bantal guling, satu bed cover, seprai, serta sarung bantal.
YPCI juga menyerahkan paket sembako berupa 50 kilogram beras, enam papan telur, dua minyak goreng, serta masing-masing satu dus garam dan penyedap rasa.
Selain kebutuhan rumah tangga, bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan anak Fransiskus berupa lima dus susu dan lima paket popok (pampers) bayi.
Perwakilan keluarga sekaligus inisiator penggalangan dana, Filemon Balada Sentosa, menyampaikan terima kasih atas kepedulian YPCI.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga Fransiskus, terutama dalam memenuhi sejumlah kebutuhan dasar yang sebelumnya sulit mereka penuhi.
Aksi kemanusiaan tersebut menambah catatan kepedulian YPCI terhadap masyarakat yang membutuhkan di Flores.
Sebelumnya, pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, YPCI turut turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di tujuh kabupaten/kota di daratan Flores pada 26 Agustus hingga 6 September 2026.
Dalam aksi kemanusiaan pascabencana tersebut, yayasan yang didirikan Andy Opa Gaul itu menyalurkan ribuan paket bantuan ke berbagai titik terdampak dengan menyasar sedikitnya 25 desa.