• Nusa Tenggara Timur

Luka Kaki Tiga Tahun, Pengobatan Fransiskus Xaverius Boi Kini Ditanggung Pemkab Manggarai Barat

Wilibrodus Jatam | Rabu, 16/09/2026 20:05 WIB
Luka Kaki Tiga Tahun, Pengobatan Fransiskus Xaverius Boi Kini Ditanggung Pemkab Manggarai Barat Fransiskus Xaverius Boi bersama keluarga dan kerabat saat mendapat perawatan di RSUD Komodo.

KATANTT.COM---Fransiskus Xaverius Boi, warga Kampung Meleng, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menderita luka serius pada bagian kaki selama kurang lebih tiga tahun, akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Sebelumnya, kisah Fransiskus menjadi perbincangan publik setelah munculnya penggalangan dana (open donation) di media sosial guna membantu biaya pengobatannya.

Kondisi kesehatan Fransiskus bermula dari pembengkakan kecil pada bagian kaki, tepatnya di antara jari kelingking dan jari manis. Pembengkakan tersebut kemudian pecah serta mengeluarkan nanah. Seiring berjalannya waktu, luka semakin membesar dan belum mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama bagi Fransiskus dan keluarganya untuk memperoleh pengobatan secara rutin. Sebagai seorang petani, penghasilannya sangat bergantung pada hasil kebun dan pekerjaan harian. Kondisi ini membatasi kemampuan keluarga dalam membiayai pemeriksaan, obat-obatan, maupun tindakan medis lanjutan.

Di tengah keterbatasan tersebut, pihak keluarga berupaya merawat Fransiskus dengan penanganan seadanya, termasuk memanfaatkan obat-obatan tradisional. Namun, upaya tersebut belum berhasil menyembuhkan luka yang dideritanya.

Kondisi Fransiskus menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat setelah informasi mengenai dirinya menyebar di media sosial.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, merespons cepat informasi tersebut dengan meminta agar Fransiskus segera dirujuk ke RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis.

Melalui pesan singkat pada Selasa (15/9/2026), Wabup Weng menyampaikan bahwa ia telah menghubungi Kepala Puskesmas Warsawe untuk memastikan proses rujukan pasien.

“Tks ase infonya. Barusan saya telepon Kapus Warsawe, besok pasien ini dibawa ke RS Komodo untuk dirawat inap dan mendapatkan pelayanan,” ujar Yulianus Weng.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga memastikan seluruh biaya pengobatan Fransiskus ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Biaya urusan Pemda,” tegas Weng.

Langkah cepat Pemkab Manggarai Barat mendapat apresiasi dari pihak keluarga Fransiskus, termasuk Filemon Balada Sentosa yang bertindak sebagai perwakilan keluarga sekaligus inisiator penggalangan dana.

Melalui pesan tertulis via WhatsApp, Filemon menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, khususnya Wakil Bupati Yulianus Weng.

Ia menyatakan bahwa keputusan pemerintah daerah untuk menanggung biaya pengobatan sangat meringankan beban keluarga yang selama ini kesulitan membiayai perawatan Fransiskus.

“Terus terang keluarga merasa sangat-sangat terbantu sekali,” tulis Filemon.

Bagi keluarga Fransiskus, perhatian dari pemerintah daerah bukan sekadar bantuan medis, melainkan juga wujud kepedulian nyata terhadap masyarakat kecil yang sedang berjuang dalam keterbatasan.

Filemon juga mengonfirmasi bahwa Fransiskus telah berada di RSUD Komodo pada Rabu (16/9/2026) siang guna menjalani perawatan intensif dari tim medis.

“Pasien sudah di RSUD Komodo siang tadi dan sudah mendapat perawatan. Tadi dijemput dan diantar langsung pihak puskesmas Warsawe,” tambah Filemon.

Selain itu, Filemon berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tetap mengawal penanganan medis Fransiskus secara menyeluruh hingga pasien dinyatakan sembuh.

FOLLOW US