Ketua PSSI Manggarai Barat disambut masyarakat saat membuka turnamen sepak bola di desa.
KATANTT.COM---Tokoh Muda Manggarai Barat, Rofinus Edison Risal, mengapresiasi Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Manggarai Barat atas konsistensinya dalam mendorong lahirnya turnamen di berbagai tingkatan wilayah tersebut.
Turnamen yang marak digelar ini dinilai menjadi ruang hiburan sekaligus penggerak ekonomi, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat perlambatan perputaran uang dan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dari tingkat pusat hingga desa.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah turnamen sepak bola digelar di berbagai kecamatan dan desa. Antusiasme masyarakat terpantau sangat tinggi, yang terlihat dari membludaknya penonton di setiap pertandingan.
Keberadaan ribuan penonton tersebut memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan. Pedagang makanan dan minuman, penjual kebutuhan harian, hingga pelaku usaha transportasi merasakan dampak manfaat langsung dari penyelenggaraan turnamen ini.
Dalam pernyataannya pada Minggu (7/6/2026), Rofinus Edison Risal menilai bahwa sepak bola saat ini telah menjadi instrumen sosial dan ekonomi yang penting bagi masyarakat di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Menurut Rofinus, olahraga tidak lagi bisa dipandang semata-mata sebagai aktivitas hiburan atau kompetisi mencari prestasi. Di daerah seperti Manggarai Barat, sepak bola telah berkembang menjadi ruang publik yang mampu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita harus melihat sepak bola bukan hanya sebagai olahraga. Di daerah, sepak bola adalah ruang sosial yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat. Saat pertandingan berlangsung, ada pedagang yang berjualan, ada jasa transportasi, ada konsumsi tim dan suporter, sehingga terjadi perputaran uang di masyarakat,” ujar Rofinus.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berdampak pada berkurangnya sejumlah program pembangunan dan kegiatan ekonomi yang sebelumnya menjadi sumber perputaran uang di desa-desa. Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan alternatif untuk menjaga denyut ekonomi lokal tetap hidup.
“Ketika ruang-ruang ekonomi formal mengalami perlambatan, masyarakat membutuhkan aktivitas yang mampu menciptakan perputaran uang secara langsung. Turnamen sepak bola menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat dapat membangun kekuatan ekonominya dari bawah,” katanya.
Rofinus menambahkan, setiap turnamen yang digelar sesungguhnya menciptakan rantai ekonomi yang cukup panjang. Mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, jasa transportasi, penyedia konsumsi, hingga masyarakat yang membuka usaha musiman di sekitar lokasi pertandingan ikut merasakan manfaatnya.
Selain dampak ekonomi, sepak bola juga memiliki nilai sosial yang besar. Di tengah tekanan hidup dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga, masyarakat membutuhkan ruang hiburan yang terjangkau serta mampu memperkuat interaksi sosial antarwarga.
“Sepak bola menjadi hiburan rakyat yang paling dekat dengan masyarakat. Di lapangan, orang bisa berkumpul, bersosialisasi, mendukung tim kebanggaannya, sekaligus menikmati suasana yang membangun optimisme bersama. Ini penting di tengah kondisi ekonomi yang sedang menekan,” tambahnya.
Karena itu, Rofinus mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini terus menghidupkan kegiatan olahraga di Manggarai Barat, khususnya PSSI Manggarai Barat yang secara konsisten mendorong lahirnya kompetisi sepak bola hingga ke tingkat desa.
“Hal ini tentu karena peran penting segenap pengurus ASKAB Mabar terutama ketua ASKAB kaka Marianus Yono Jehanu yang konsen menggerakan olahraga di Manggarai Barat. Kontribusi beliau untuk olahraga di Manggarai Barat, menurut saya sangat besar,” tambahnya.
Menurutnya, keberlangsungan turnamen-turnamen tersebut tidak hanya berdampak positif pada pembinaan atlet muda, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kita apresiasi atas konsitensi kka Ketua ASKAB Kka Yono untuk mendukung olahrga di Mabar ini. Kontribusi beliau sangat besar,” tegasnya.
Maraknya turnamen sepak bola di Manggarai Barat menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik semata. Lebih dari itu, sepak bola telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat, menjadi sumber hiburan rakyat, sekaligus penggerak ekonomi lokal di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan terbatasnya program pembangunan yang masuk ke desa akibat efisiensi anggaran, sepak bola setidaknya memberikan harapan bahwa masyarakat masih memiliki ruang untuk berkumpul, bergembira, dan menggerakkan roda ekonomi dari bawah.