Workshop GESI dan Safe and Respectful Workplace yang digelar WTID dan In-Flores di Labuan Bajo.
KATANTT.COM---Women in Tourism Indonesia (WTID) bersama Project In-Flores menggelar Workshop Gender Equality and Social Inclusion (GESI) dan Safe and Respectful Workplace pada 17–18 Juni 2026 di Rumah Keuskupan Unio, Labuan Bajo.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya menjawab tantangan terkait keamanan dan kenyamanan pekerja di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.
Workshop ini diikuti oleh pelaku usaha pariwisata, pengelola hotel dan restoran, pemandu wisata, pelaku UMKM, akademisi, perwakilan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, media, serta penyandang disabilitas. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman, bebas dari diskriminasi, serta menghormati setiap individu tanpa memandang gender maupun latar belakang sosial.
Co-Founder WTID, Anindwitya Rizqi Monica, mengatakan bahwa kualitas suatu destinasi wisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang berkunjung, tetapi juga dari kemampuan sektor tersebut dalam melindungi dan menghargai para pekerjanya.
"Pariwisata yang berkualitas harus mampu memberikan ruang kerja yang aman, profesional, dan setara bagi semua pekerja," ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta membahas berbagai persoalan yang kerap muncul di lingkungan kerja sektor pariwisata, mulai dari stereotip gender, relasi kuasa, batas-batas profesional dalam pelayanan, hingga mekanisme perlindungan bagi pekerja yang mengalami perlakuan tidak pantas.
Koordinator Bentang Darat dan Bentang Laut Wilayah Barat Program In-Flores, Imanuddin Utoro, menilai bahwa penguatan perspektif gender dan inklusi sosial merupakan bagian penting dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Menurutnya, destinasi wisata yang inklusif tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memastikan seluruh pihak dapat berpartisipasi dan merasa aman dalam aktivitas pariwisata.
Melalui kegiatan ini, WTID dan In-Flores berharap kesadaran mengenai pentingnya lingkungan kerja yang aman dan menghormati keberagaman dapat diterapkan secara nyata oleh pelaku pariwisata di Manggarai Barat, sehingga pariwisata Labuan Bajo semakin berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan.