• Nusa Tenggara Timur

Mahasiswa Nusa Tenggara Timur Terdampak Gempa, Pemprov Jatim Siap Bantu Biaya Hidup

Wilibrodus Jatam | Minggu, 23/08/2026 20:33 WIB
Mahasiswa Nusa Tenggara Timur Terdampak Gempa, Pemprov Jatim Siap Bantu Biaya Hidup Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berdialog dengan anak-anak terdampak gempa di tenda pengungsian Desa Ranaka, Manggarai.

KATANTT.COM---Dukungan terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Timur menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tengah penanganan gempa Flores. Pemprov Jatim menyatakan siap membantu mahasiswa terdampak, termasuk dukungan biaya hidup, agar proses pendidikan mereka tidak terganggu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Jawa Timur terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana, baik mereka yang berada di lokasi pengungsian maupun mahasiswa yang keluarganya ikut menjadi korban.

"Kami siap memberikan support agar proses belajar mereka tidak terganggu," tegas Khofifah.

Pernyataan itu disampaikan saat penyerahan bantuan kemanusiaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 23 Agustus 2026.

Bantuan senilai sekitar Rp720.965.175 tersebut dikirim untuk menjawab kebutuhan masyarakat terdampak gempa yang masih berada dalam situasi tanggap darurat.

Bantuan dibawa menggunakan tujuh truk dan terdiri atas obat-obatan, perlengkapan mandi dan hygiene, perlengkapan bayi, tenda, permakanan, perlengkapan anak, perlengkapan perempuan, terpal, kompor, serta 12,8 ton beras.

Khofifah mengatakan, bantuan disusun berdasarkan kebutuhan nyata yang ditemukan di lapangan.

"Sapaan kami tentu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan," kata Khofifah.

Respons Jatim Sejak Awal Bencana

Khofifah menuturkan, keterlibatan Jawa Timur dalam penanganan bencana di Flores telah dimulai sejak awal kejadian.

Pada 16 Agustus 2026, Jawa Timur mengirim tim evakuasi ke wilayah terdampak. Sehari kemudian, pada 17 Agustus dini hari, bantuan logistik dan permakanan dikirim.

Pada pagi harinya, sebanyak tujuh dokter dari Rumah Sakit Dr. Soetomo, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diterjunkan ke RSUD Ruteng.

Tim tersebut antara lain diperkuat dokter spesialis ortopedi untuk membantu menangani korban yang mengalami cedera akibat bencana.

Dukungan medis kemudian diperluas dengan mengirim 10 dokter dan tenaga perawat berikut obat-obatan. Berdasarkan kebutuhan di lapangan, sekitar 14 jenis obat ikut dikirim dalam bantuan lanjutan.

Jawa Timur juga mengirim tim layanan dukungan psikososial (LDP). Empat anggota tim telah berada di Manggarai selama tiga hari untuk memberikan pendampingan psikologis dan trauma healing kepada korban.

Khofifah menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan makanan dan tempat tinggal. Kondisi mental korban, terutama anak-anak, orang dewasa, dan lanjut usia, juga harus mendapatkan perhatian.

"Penguatan semangat membutuhkan counselling dan trauma healing," ujarnya.

Jatim Tambah 5 Ton Beras untuk Ranaka

Dalam pengiriman terbaru, sebagian bantuan telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Manggarai Timur, termasuk sekitar 12 ton beras.

Sementara untuk Desa Ranaka, Khofifah menyatakan Pemprov Jatim siap menambah 5 ton beras atas permintaan Kepala Desa Ranaka.

Bantuan tersebut direncanakan digeser ke Ranaka pada Senin pagi esok.

"Besok pagi, insyaallah kita geser lima ton beras supaya bisa lebih merata," kata Khofifah

Ia menegaskan, bantuan Jawa Timur tidak dimaksudkan untuk menuntaskan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama masa tanggap darurat.

Dukungan terhadap mahasiswa asal Manggarai di Jawa Timur juga disebut bukan kebijakan baru. Khofifah mengatakan pola serupa pernah dilakukan Jawa Timur ketika menghadapi pandemi Covid-19 dan bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera.

Warga Ranaka Masih Butuh 500 Tenda

Di sisi lain, kondisi di Desa Ranaka menunjukkan bahwa kebutuhan warga masih jauh dari selesai.

Kepala Desa Ranaka, Ruben Nengar, mengatakan desa tersebut memiliki 2.039 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 845 jiwa tercatat berada di lokasi pengungsian sekitar posko.

Saat ini terdapat 48 tenda yang menampung sekitar 218 kepala keluarga.

Pendataan sementara juga mencatat 51 rumah rusak berat, 51 rusak sedang, dan 92 rusak ringan.

Namun, Ruben menegaskan data tersebut belum final karena masih merupakan data awal yang diterima posko desa dan akan diverifikasi lebih lanjut.

"Data ini masih data mentah yang diterima posko desa dan akan kami verifikasi," jelas Ruben.

Menurut Ruben, tidak semua warga mengungsi ke posko. Sebagian masih bertahan di sekitar rumah dengan mendirikan tenda secara mandiri, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah keluarga.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenda menjadi salah satu persoalan paling mendesak.

Ruben berharap dukungan Jawa Timur dapat ditambah sedikitnya 500 tenda, 500 matras, serta tambahan beras hingga 10 ton.

"Kami sangat berharap bisa dibantu 500 tenda, 500 matras dan tambahan beras."

Kebutuhan itu dinilai penting karena sebagian tenda yang digunakan warga saat ini dibangun secara mandiri dengan kondisi dan kualitas yang terbatas.

Bantuan Pemerintah Pusat Mulai Dibagikan

Sebelum bantuan Jawa Timur tiba, warga Ranaka telah menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Ruben merinci bantuan tersebut berupa 2 ton beras, 1,5 ton gula, 8.000 butir telur, 2.000 botol minyak goreng ukuran kecil, serta mi instan.

"Bantuan kemudian dibagikan kepada warga berdasarkan kepala keluarga," ungkapnya.

"Setiap kepala keluarga menerima sekitar 4 kilogram beras, 3 kilogram gula, 16 butir telur, 4 botol minyak goreng ukuran kecil, serta 3 bungkus mi," katanya lagi.

Ruben mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di pengungsian.

Selain kebutuhan pangan, kondisi kesehatan warga juga terus dipantau. Desa Ranaka kini mendapat dukungan posko kesehatan dengan tenaga kesehatan yang bertugas selama 24 jam.

Dukungan medis juga datang dari sejumlah pihak, termasuk tim medis dari Kabupaten Bima yang membawa dokter, tenaga kesehatan, dan obat-obatan.

Wabup Fabianus Minta Bantuan Dibagi Adil

Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur dan seluruh rombongan yang datang langsung ke Desa Ranaka.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh bantuan yang diterima masyarakat dibagikan secara adil sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di tengah warga.

"Kami percayakan kepada kepala desa dan camat untuk mengatur seadil-adilnya," pesan Wabup Fabi.

Ia juga meminta masyarakat tidak saling berebut bantuan.

"Jangan berebutan. Sedikit pun kita harus bersyukur," pintanya.

Wabup Fabi turut mengapresiasi dukungan medis Jawa Timur yang sebelumnya mengirim dokter dan tenaga medis dari Surabaya ke RSUD Ruteng, khususnya dalam menangani korban dengan cedera tulang.

Rekonstruksi Rumah Menunggu Tahap Berikutnya

Terkait rumah warga yang mengalami kerusakan, Khofifah menjelaskan bahwa bantuan pembangunan kembali belum masuk dalam tahap penanganan saat ini.

Pemprov Jawa Timur masih menunggu proses penanganan pascabencana yang dikoordinasikan pemerintah pusat dan BNPB.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, penanganan akan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Setelah tanggap darurat, nanti ada tahap rekonstruksi. Kita menunggu BNPB," jelasnya.

Khofifah menegaskan, penanganan bencana membutuhkan kerja bersama dengan semangat persaudaraan dan gotong royong.

"Kita saling bersapa, saling merasa bersaudara dan saling bergotong royong," pungkasnya.

FOLLOW US