Relawan K-Gibran menyalurkan bantuan sembako kepada korban gempa di Manggarai, Senin (17/8/2026).
KATANTT.COM---Kepedulian terhadap korban gempa bumi Flores terus mengalir. Relawan K-Gibran menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga terdampak gempa bumi di sejumlah kelurahan di Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Senin (17/8/2026).
Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di Kelurahan Pitak, Wali, Golo Dukal, Karot, dan Carep. Sebanyak 150 paket sembako disiapkan untuk membantu meringankan beban keluarga yang terdampak bencana.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTT K-Gibran, Robertus Irwan Obo alias Iwan Obo, mengatakan aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden serta Ketua DPP K-Gibran, Sekjen, dan seluruh pengurus DPP K-Gibran yang telah bergerak cepat sehingga bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat terdampak.
"Harapan kami, langkah ini bisa membuka mata pemerintah dan semua pihak yang punya rasa peduli untuk menyentuh saudara-saudara kita yang terdampak gempa."
Menurut Iwan, bantuan tersebut tidak boleh berhenti pada penyaluran sembako. K-Gibran masih mendorong adanya aksi kemanusiaan lanjutan, termasuk membantu warga memperbaiki rumah yang rusak maupun hancur akibat gempa.
Ia menegaskan, semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.
"Gotong royong itu membuat hal seberat apa pun bisa diselesaikan."
Iwan mengatakan, pihaknya juga terus memperbarui informasi mengenai kondisi korban kepada DPP K-Gibran di tingkat pusat. Dokumentasi dan perkembangan di lapangan dikirim sebagai bahan koordinasi untuk membuka kemungkinan adanya bantuan tambahan.
Ia menegaskan, kepedulian K-Gibran tidak hanya diarahkan kepada korban gempa di Kecamatan Langke Rembong atau Kabupaten Manggarai, tetapi menyasar korban gempa Flores secara keseluruhan.
"Jadi kita berbicara keseluruhan. Bukan hanya Langke Rembong atau Manggarai," tegasnya.
Kata Iwan, keterbatasan tenaga membuat gerakan kemanusiaan tersebut dilakukan secara bertahap. Karena itu, ia mengajak anak-anak muda di daratan Flores dan pelosok NTT untuk bergabung menjadi relawan K-Gibran dan bersama-sama membantu masyarakat terdampak bencana.
"Kita bergerak step by step, pelan-pelan, untuk menyentuh semuanya."
Korban Disebut Baru Pertama Terima Bantuan
Iwan mengatakan, masyarakat penerima bantuan menyambut baik kedatangan relawan K-Gibran. Bahkan, berdasarkan komunikasi dengan warga, sebagian penerima bantuan mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan setelah gempa terjadi.
Menurut dia, dalam kondisi sulit, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan berupa barang, tetapi juga dukungan moral agar mereka merasa tidak sendirian menghadapi bencana.
"Saat dalam keadaan susah, yang pertama kita butuhkan adalah support. Karena itu mereka sangat senang dan bahagia."
Iwan juga menyoroti masih tingginya trauma warga setelah gempa. Ia berharap aksi yang dilakukan K-Gibran dapat menggugah semua pihak agar lebih cepat memberikan perhatian dan penanganan kepada masyarakat terdampak.
Ia menyebut, selain 150 paket sembako yang telah disalurkan, pihaknya masih berkoordinasi untuk mendapatkan tenda darurat yang nantinya dapat ditempatkan di setiap kelurahan.
Tenda tersebut direncanakan menjadi posko darurat bagi warga yang tidak merasa aman tinggal di rumah, sekaligus menjadi tempat penyaluran berbagai bantuan.
"Kita masih berupaya mendapatkan tenda agar setiap kelurahan memiliki posko darurat."
Lurah Wali: Kehadiran Relawan Beri Harapan
Lurah Wali, Gregorius Ignatius Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Relawan K-Gibran terhadap warganya yang terdampak gempa.
Ia mengatakan, bantuan tersebut memberikan kebahagiaan sekaligus harapan bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
"Kehadiran Relawan K-Gibran membuat hati warga senang. Kami merasa tidak sendirian."
Gregorius mengungkapkan, hingga Senin (17/8/2026), bantuan langsung dari pemerintah daerah kepada warga Kelurahan Wali belum diterima. Namun, menurutnya, telah ada informasi bahwa bantuan pemerintah akan segera diberikan kepada korban bencana.
Rumah Roboh, Tiga Keluarga Mengungsi di Dapur
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Wali, Melania Di, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bantuan pertama yang diterimanya setelah gempa.
Rumah Melania mengalami kerusakan berat. Bagian tembok rumahnya roboh sehingga keluarganya terpaksa bertahan di bagian rumah yang masih tersisa.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena K-Gibran memperhatikan kami yang sedang mengalami musibah," ungkapnya.
Melania mengatakan, keluarganya berjumlah tujuh orang. Kondisi tempat tinggalnya semakin sulit karena terdapat keluarga lain yang ikut mengungsi bersama mereka.
Ia menuturkan, salah satu kerabatnya kehilangan rumah karena roboh total dan terpaksa tinggal bersama keluarganya di dapur. Selain itu, terdapat satu keluarga lain yang juga mengungsi akibat bencana yang sama.
Dengan kondisi tersebut, tiga keluarga kini harus bertahan di ruang dapur.
Kondisi itu menggambarkan beratnya situasi yang masih dihadapi sebagian warga terdampak gempa di Manggarai. Bantuan sembako, dukungan darurat, hingga kebutuhan tempat tinggal sementara menjadi kebutuhan mendesak bagi warga untuk melewati masa pemulihan pascabencana.