• Nusa Tenggara Timur

Bupati Hery Ungkap Wilayah Utara Manggarai Paling Banyak Korban Gempa, RS Lapangan Disiapkan

Wilibrodus Jatam | Senin, 17/08/2026 18:05 WIB
Bupati Hery Ungkap Wilayah Utara Manggarai Paling Banyak Korban Gempa, RS Lapangan Disiapkan Menko PMK Pratikno bersama Kepala BNPB Suharyanto, didampingi Bupati Manggarai Hery Nabit, usai mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ruteng.

KATANTT.COM---Bupati Manggarai Herybertus Gerardus Laju Nabit mengungkapkan wilayah utara Kabupaten Manggarai menjadi kawasan dengan jumlah korban gempa bumi magnitudo (M) 7,7 paling banyak. Empat kecamatan yang paling terdampak yakni Reok, Reok Barat, Cibal, dan Cibal Barat.

Menurut Bupati Hery, tingginya dampak di wilayah tersebut berkaitan erat dengan posisi episentrum gempa yang berada di bagian utara Flores.

“Korban paling banyak berada di wilayah utara, terutama Reok, Reok Barat, Cibal, dan Cibal Barat. Episentrumnya memang berada di utara,” kata Hery.

Ia menjelaskan, sebagian besar korban meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan bangunan. Selain itu, terdapat korban yang meninggal akibat mengalami syok setelah merasakan dahsyatnya guncangan gempa.

“Sebagian besar tertimbun. Ada juga yang karena shock,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, lanjut Hery, juga mengakui kondisi darurat dan keterbatasan fasilitas kesehatan menjadi tantangan dalam penanganan korban.

“Kami mengakui, mungkin ada satu-dua yang karena kondisi bencana tidak bisa kami tangani dengan baik di fasilitas kesehatan,” katanya.

Rumah Sakit Lapangan Disiapkan di Stadion Golo Dukal

Kerusakan fasilitas kesehatan menjadi salah satu persoalan serius yang kini dihadapi Pemkab Manggarai. Sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan terdampak gempa sehingga membutuhkan langkah cepat agar pelayanan medis bagi masyarakat tetap berjalan.

Pemkab Manggarai telah membahas kondisi tersebut bersama pemerintah pusat, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Kesehatan melalui rapat secara daring.

Hasil koordinasi itu, Kementerian Kesehatan akan memberikan dukungan untuk pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai.

Lokasi rumah sakit lapangan direncanakan berada di Stadion Golo Dukal, Ruteng. Pasien yang saat ini masih menjalani perawatan nantinya akan dipindahkan ke fasilitas tersebut selama rumah sakit yang mengalami kerusakan ditangani.

“Rumah sakit lapangan akan dibangun di stadion. Pasien yang sekarang akan dipindahkan ke rumah sakit lapangan,” jelas Hery.

Sementara terkait masa depan gedung rumah sakit yang mengalami kerusakan, Pemkab Manggarai masih menunggu hasil kajian teknis untuk menentukan apakah fasilitas tersebut masih dapat direnovasi atau harus dibangun kembali.

Reo Jadi Pusat Penanganan Korban

Di tengah kondisi darurat, Pemkab Manggarai juga memperkuat posko penanganan di sejumlah wilayah terdampak.

Kecamatan Reo menjadi salah satu pusat penanganan karena termasuk wilayah yang mengalami dampak cukup besar.

“Posko di Reo karena Reo paling terdampak,” kata Hery.

Pemkab Manggarai juga mengerahkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas yang terdampaknya relatif lebih ringan untuk memperkuat pelayanan di Reo.

Tenaga medis dari Kecamatan Wae Ri’i, Satar Mese Utara, Satar Mese Barat, dan Satar Mese dialihkan untuk membantu penanganan korban di wilayah terdampak.

“Dari puskesmas yang tidak terlalu terdampak, tenaga medis kami alihkan ke Reo,” ujarnya.

Pemerintah Pusat Percepat Penanganan di Manggarai

Perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan gempa di Manggarai semakin diperkuat. Menko PMK Pratikno bersama Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berada di Kabupaten Manggarai untuk meninjau langsung kondisi lapangan.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat bergerak sejak hari pertama kejadian untuk mempercepat tanggap darurat dan pemulihan di wilayah terdampak gempa di NTT.

“Kita berada di NTT sejak hari pertama kejadian. Mulai kemarin sore kita di Ruteng, Manggarai, untuk mempercepat recovery,” kata Pratikno.

Usai mengikuti apel peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ruteng, Senin (17/8/2026), rombongan pemerintah pusat langsung menuju Kecamatan Reo untuk melihat kondisi masyarakat dan penanganan pascagempa.

Pratikno menegaskan pemerintah terus menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan, termasuk daerah yang masih sulit dijangkau.

“Tanggap darurat harus berjalan efektif. Kita terus menyisir lokasi yang belum terjangkau,” tegasnya.

1.000 Paket Sembako Masuk Manggarai

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan distribusi bantuan logistik ke daerah terdampak mulai berjalan.

Khusus Kabupaten Manggarai, sebanyak 1.000 paket sembako telah masuk pada Minggu malam untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan dan data lapangan.

“Per hari ini pendistribusian logistik sudah mulai berjalan,” ungkap Suharyanto.

BNPB juga menyiapkan armada darat, laut, dan udara untuk mempercepat distribusi bantuan ke berbagai wilayah terdampak di NTT.

54 Orang Meninggal Dunia

Suharyanto menyebutkan, hingga Senin, 17 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT mencapai 54 orang. Sementara korban luka berat maupun ringan masih terus didata.

“Jumlah korban per hari ini bertambah lagi. Informasinya ada 54 yang meninggal dunia,” ungkapnya.

Pencarian dan pendataan korban masih dilakukan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Pemerintah belum memastikan apakah masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Rumah Warga Jadi Prioritas

Selain penanganan korban dan distribusi logistik, pemerintah juga meminta pemerintah daerah segera mendata rumah warga yang mengalami kerusakan.

Pendataan dilakukan berdasarkan kategori rusak ringan, sedang, dan berat dengan sistem by name by address.

Suharyanto menegaskan, rumah masyarakat menjadi prioritas pertama dalam pemulihan pascagempa.

“Rumah masyarakat menjadi prioritas pertama. Tidak perlu menunggu pendataan lengkap untuk mulai memperbaiki,” katanya.

Menurut dia, rumah yang sudah terdata dapat langsung ditangani tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan selesai.

“Pendataan belum selesai, tetapi yang pertama sudah harus segera diperbaiki. Itu konsepnya supaya lebih cepat,” tegasnya.

Kemensos Siapkan Dapur Umum dan Santunan

Kementerian Sosial juga mengerahkan bantuan logistik dan menyiapkan dapur umum di titik-titik krusial untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat terdampak.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kemensos bergerak sesuai arahan Presiden untuk mendukung penanganan darurat bersama BNPB dan pemerintah daerah.

“Di titik-titik krusial, kita akan mendirikan dapur-dapur umum,” katanya.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Kemensos juga memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

Setiap ahli waris korban meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta.

“Bagi saudara-saudara kita yang meninggal, Kemensos akan memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta,” ujar Agus.

Pemerintah memastikan penanganan gempa di Manggarai dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Pemkab Manggarai, pemerintah pusat, BNPB, kementerian/lembaga, TNI, Polri, DPR, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya.

Pratikno menegaskan seluruh unsur pemerintah akan terus bergerak mempercepat tanggap darurat dan memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan.

“Kita akan mempercepat semuanya,” tegas Pratikno.

FOLLOW US