Konferensi pers Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit pada Kamis, (20/8/2026).
KATANTT.COM---Duka akibat gempa bumi Flores masih menyelimuti Kabupaten Manggarai. Hingga 23 Agustus 2026, sedikitnya 37 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Data terbaru Pemerintah Kabupaten Manggarai itu merupakan hasil rekapitulasi korban per desa dan kelurahan yang telah dihimpun serta diverifikasi di lapangan.
Puluhan korban tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Langke Rembong, Cibal, Cibal Barat, Reok, Wae Rii, Reok Barat, dan Satarmese Utara.
Kecamatan Reok menjadi wilayah paling parah, dengan jumlah korban meninggal mencapai 20 orang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, mengatakan data tersebut masih menjadi dasar penanganan pemerintah di lapangan.
"Berdasarkan hasil rekapitulasi dan verifikasi di lapangan, tercatat 37 orang meninggal dunia akibat gempa bumi Flores di Kabupaten Manggarai," Papar Paul.
Reok Catat 20 Korban Meninggal
Di Kecamatan Reok, korban meninggal tersebar di Kelurahan Reo sebanyak 16 orang, Kelurahan Mata Air dua orang, Desa Watu Tango satu orang, dan Kelurahan Wangkung satu orang.
Sebagian besar korban meninggal dunia setelah tertimpa bangunan. Namun, terdapat pula korban yang meninggal akibat tenggelam, shock, dan sakit.
Salah satu korban merupakan bayi yang baru dilahirkan. Bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng dari pos pengungsian Barang Kolong.
Besarnya jumlah korban di Reok menunjukkan dampak serius gempa terhadap masyarakat di wilayah tersebut. Bangunan rumah yang runtuh menjadi salah satu penyebab utama jatuhnya korban jiwa.
Paul menegaskan pemerintah bersama seluruh unsur terkait masih terus bergerak menangani dampak bencana.
"Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi," ujar Paul.
Korban Tersebar di Enam Kecamatan Lain
Selain Reok, korban juga tercatat di enam kecamatan lainnya.
Di Langke Rembong, terdapat lima korban meninggal dunia, masing-masing satu orang di Kelurahan Karot, tiga orang di Kelurahan Tenda, dan satu orang di Kelurahan Pau. Penyebab utama kematian korban di wilayah ini adalah shock, dengan lokasi meninggal dunia di rumah maupun rumah sakit.
Di Cibal, tercatat empat korban meninggal dunia. Rinciannya satu orang dari Desa Bea Mese, dua orang dari Desa Riung, dan satu orang dari Desa Ladur. Seluruh korban meninggal akibat tertimpa bangunan di rumah.
Sementara Cibal Barat mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Golo Lanak akibat tertimpa bangunan.
Kemudian di Wae Rii, dua warga Desa Wae Mulu meninggal dunia setelah tertimpa bangunan. Keduanya sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Di Reok Barat, empat warga Desa Reok Barat meninggal dunia. Keempatnya meninggal akibat tertimpa bangunan di rumah.
Sedangkan di Satarmese Utara, satu warga Desa Cireng meninggal dunia akibat tertimpa bangunan setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga akibat gempa bumi Flores.
Penanganan darurat masih terus dilakukan, meliputi evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi, serta koordinasi lintas sektor.
Paul juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap kemungkinan gempa susulan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan mengikuti arahan resmi pemerintah serta petugas di lapangan," pungkasnya.