Fasilitas Kesehatan Terbatas, Stadion Golo Dukal Disiapkan Menjadi Rumah Sakit Lapangan Korban Gempa

Wilibrodus Jatam | Minggu, 16/08/2026 17:04 WIB
Fasilitas Kesehatan Terbatas, Stadion Golo Dukal Disiapkan Menjadi Rumah Sakit Lapangan Korban Gempa Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto, didampingi oleh Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu serta Dandim 1612/Manggarai Letkol Arh Amos Comenius Silaban saat meninjau Stadion Golo Dukal guna merencanakan pembangunan rumah sakit lapangan bagi korban gempa bumi.

KATANTT.COM---Stadion Golo Dukal di Kabupaten Manggarai disiapkan menjadi salah satu lokasi pusat rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau Stadion Golo Dukal, Minggu, 16 Agustus 2026. 

Dalam kunjungan tersebut, Pratikno didampingi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto; Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu; serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai.

Pratikno mengatakan, pemerintah pusat tengah mencari lokasi yang paling memungkinkan untuk pembangunan rumah sakit lapangan karena kapasitas fasilitas kesehatan di Manggarai dinilai belum memadai untuk menangani lonjakan pasien akibat gempa.

"Kondisi rumah sakit di Manggarai sangat tidak memadai. Karena itu, kita berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk membuka rumah sakit lapangan," ujar Pratikno.

Menurutnya, keberadaan lapangan yang luas menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi rumah sakit lapangan. Stadion Golo Dukal dinilai menjadi salah satu alternatif yang potensial.

"Rumah sakit lapangan membutuhkan lahan yang luas, dan Stadion Golo Dukal menjadi salah satu alternatif lokasinya," katanya.

Pratikno menjelaskan, pasien dari Kecamatan Reo yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling berat juga dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manggarai. Kondisi tersebut semakin memperkuat kebutuhan pembangunan rumah sakit lapangan.

Ia memastikan koordinasi dengan Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, dan pihak terkait terus dilakukan agar rumah sakit lapangan dapat segera difungsikan.

"Kita koordinasikan agar rumah sakit lapangan ini bisa dibuka secepat-cepatnya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto mengatakan, pemerintah pusat akan melakukan rapat koordinasi tingkat kabupaten untuk membahas seluruh persoalan yang dihadapi Kabupaten Manggarai pascagempa.

Rapat tersebut akan dipimpin Menko PMK Pratikno pada Senin, 17 Agustus 2026. Bupati Manggarai akan menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan di lapangan, mulai dari keterbatasan ambulans, logistik hingga rumah warga yang mengalami kerusakan.

"Pemerintah pusat akan membantu menyelesaikan seluruh persoalan yang ada di Manggarai," kata Suharyanto.

Setelah mengikuti upacara 17 Agustus di Manggarai Barat, Pratikno bersama BNPB juga dijadwalkan menuju Kecamatan Reo untuk melihat langsung kondisi wilayah yang terdampak paling berat.

Suharyanto menyebut terdapat sekitar 3.500 pengungsi di Reo. Pemerintah, kata dia, akan secara bertahap memenuhi kebutuhan logistik masyarakat terdampak.

“Di Reo ada sekitar 3.500 pengungsi. Kebutuhan logistik akan kami penuhi secara bertahap," ujarnya.

50.000 Paket Bantuan Dikirim

Suharyanto mengatakan, bantuan logistik dan kebutuhan dasar mulai masuk ke wilayah terdampak. Bantuan dari Presiden juga telah dikirim melalui penerbangan menggunakan pesawat Hercules.

Sebanyak 50.000 paket bantuan ditargetkan dapat disalurkan seluruhnya paling lambat pada 17 Agustus 2026.

"Sebanyak 50.000 paket bantuan ditargetkan selesai malam ini atau paling lambat besok," kata Suharyanto.

Selain bantuan dari Presiden, BNPB dan kementerian/lembaga lainnya juga akan mengirimkan tenda, makanan, serta kebutuhan permakanan bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, kondisi sehari setelah bencana membuat distribusi bantuan belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun, pemerintah memastikan bantuan terus bergerak menuju wilayah terdampak.

Suharyanto memastikan akses menuju Kecamatan Reo sudah dapat dilalui kendaraan. Meski kondisi jalan belum kembali seperti sebelum gempa, distribusi bantuan masih dapat dilakukan.

"Akses ke Reo sudah bisa ditembus. Kendaraan biasa sudah bisa sampai ke sana," ujarnya.

Untuk mempercepat distribusi bantuan, Menko PMK bersama BNPB juga akan membawa sejumlah truk logistik menuju Reo.

Sementara itu, terkait akses melalui jalur udara, Suharyanto menyebut Bandara Labuan Bajo dan Maumere masih menjadi jalur penting untuk mendukung penanganan bencana. Kedua bandara tersebut dapat didarati pesawat berukuran besar.

"Maumere sudah didarati Hercules dan pesawat BNPB. Jadi jalur udara sudah terbuka," katanya.

Pemerintah pusat memastikan penanganan dampak gempa di Flores dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan pengungsi, distribusi logistik, penanganan korban, hingga penguatan fasilitas kesehatan melalui pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai.

FOLLOW US