• Nusa Tenggara Timur

Gempa Manggarai: 28 Orang Meninggal, RS Lapangan Beroperasi, 81 Ton Beras Disalurkan untuk Korban

Wilibrodus Jatam | Kamis, 20/08/2026 09:29 WIB
Gempa Manggarai: 28 Orang Meninggal, RS Lapangan Beroperasi, 81 Ton Beras Disalurkan untuk Korban Bupati Manggarai Hery Nabit saat konferensi pers penanganan gempa, Kamis (20/8/2026).

KATANTT.COM ---Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).

Hingga Kamis pagi, jumlah korban meninggal dunia tercatat 28 orang. Dari jumlah tersebut, 24 orang meninggal akibat tertimpa runtuhan bangunan. Sebagian meninggal pada hari kejadian, sementara lainnya meninggal beberapa hari kemudian saat menjalani perawatan karena keterbatasan fasilitas kesehatan.

Selain korban meninggal, sebanyak 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang luka ringan. Seluruh korban masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Bupati menjelaskan, seluruh 25 puskesmas di Kabupaten Manggarai terdampak gempa. Kondisi tersebut membuat pelayanan dan perawatan pasien sementara dilakukan di halaman masing-masing puskesmas.

"Saapai pagi ini, jumlah korban meninggal 28 orang. Luka berat 32 orang dan luka ringan 104 orang." 

Rumah Sakit Lapangan Mulai Beroperasi

Untuk memperkuat pelayanan kesehatan, rumah sakit lapangan yang dibangun di Stadion Golo Dukal telah mulai beroperasi sejak Rabu (19/8/2026).

Rumah sakit lapangan tersebut dibangun berdasarkan keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) serta Menteri Kesehatan.

Bahkan, pada hari pertama operasional, tim medis telah melakukan satu tindakan operasi terhadap seorang pasien. Operasi tersebut berlangsung lancar dan selesai pada Rabu malam.

"Rumah sakit lapangan sudah mulai fungsional sejak kemarin. Satu operasi sudah dilakukan dan berjalan baik." kata Bupati Hery.

Pemerintah Kabupaten Manggarai menargetkan pemindahan sebagian peralatan dari RSUD Ruteng ke rumah sakit lapangan dapat rampung pada Jumat mendatang.

Bupati Minta Warga Tidak Panik, Waspadai Hoaks Gempa

Bupati Hery Nabit juga meminta masyarakat tetap tenang menyikapi kemungkinan gempa susulan.

Berdasarkan informasi BMKG yang diterima pemerintah daerah, gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu untuk menuju kondisi yang lebih stabil.

Namun, Bupati menegaskan informasi tersebut bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan agar masyarakat tetap waspada.

Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak percaya terhadap informasi yang menyebutkan waktu pasti terjadinya gempa berikutnya.

"Gempa tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Kalau ada informasi tanggal, jam dan kekuatan gempa, itu dipastikan hoaks." tegasnya.

Bupati meminta seluruh media massa maupun pegiat media sosial hanya menyebarluaskan informasi yang telah diverifikasi oleh pemerintah dan BMKG.

31 Ton Beras Disalurkan, 50 Ton Segera Menyusul

Di sektor bantuan logistik, Pemkab Manggarai memastikan distribusi bantuan telah menjangkau 11 dari 12 kecamatan. Satu kecamatan lainnya relatif tidak terdampak.

Hingga Rabu (19/8/2026), pemerintah telah mendistribusikan 31 ton beras ke wilayah terdampak.

Selain beras, bantuan sembako yang disalurkan terdiri atas mi instan, telur, air mineral serta susu untuk bayi dan balita.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih kekurangan, pemerintah akan kembali mendistribusikan 50 ton beras mulai Kamis hingga Jumat.

Namun, Bupati mengakui jumlah tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak.

"31 ton dan 50 ton tentu belum cukup. Kami mohon masyarakat bersabar menerima apa yang ada dalam kondisi keterbatasan ini." ujarnya.

Posko Ruteng dan Reo Jadi Pusat Distribusi

Dalam penanganan bencana, Pemkab Manggarai menetapkan dua posko utama, yakni posko di Ruteng sebagai ibu kota kabupaten dan posko di Reo sebagai pusat penanganan wilayah utara yang paling terdampak.

Enam wilayah yang disebut paling terdampak adalah Kecamatan Reo, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Wae Ri`i dan Rahong Utara.

Karena itu, sebagian logistik dipusatkan di Reo untuk mempercepat distribusi ke wilayah utara.

Bupati Hery Nabit menegaskan, logistik yang ditempatkan di Reo bukan hanya untuk masyarakat Kecamatan Reo, tetapi diperuntukkan bagi seluruh masyarakat di wilayah utara Manggarai.

"Logistik di Reo bukan hanya untuk Kecamatan Reo. Itu untuk masyarakat di wilayah utara Manggarai."

Bupati Hery juga meminta masyarakat di sepanjang jalur nasional Ruteng-Reo tidak menghalangi kendaraan pengangkut bantuan.

Ia meminta masyarakat tidak membangun persepsi adanya ketimpangan distribusi bantuan.

"Tidak ada wilayah yang dianak-emaskan atau dianak-tirikan. Kami hanya menentukan prioritas berdasarkan tingkat dampak," katanya.

Menurut dia, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah harus mendapatkan penanganan lebih cepat, bukan berarti mendapatkan bantuan lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya.

Bantuan Presiden 5.000 Paket

Selain bantuan sembako umum, pemerintah juga telah mendistribusikan bantuan sembako Presiden.

Dari total 5.000 paket yang tersedia, sebanyak 4.500 paket telah disalurkan. Pemerintah menargetkan 500 paket sisanya selesai didistribusikan Kamis ini.

Setelah itu, Pemkab Manggarai akan kembali mengajukan permintaan bantuan sembako Presiden kepada pemerintah pusat.

Bupati memastikan kebutuhan masyarakat di pengungsian akan terus diupayakan melalui pemerintah daerah maupun koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, termasuk BNPB.

Luruskan Isu Dana Rp44 Miliar

Bupati Hery Nabit juga meluruskan informasi yang berkembang terkait kunjungan Menteri Keuangan ke Manggarai dan isu bantuan anggaran Rp44 miliar untuk penanganan bencana.

Ia menegaskan, dana Rp44 miliar tersebut bukan bantuan khusus penanggulangan gempa.

Dana tersebut merupakan Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan yang sebelumnya dialokasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah se-Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Namun, karena pemerintah daerah menyampaikan kondisi BTT yang sudah tidak mencukupi untuk penanganan bencana, Menteri Keuangan mengarahkan agar DAU tambahan yang belum digunakan dapat terlebih dahulu dimanfaatkan untuk kebutuhan penanggulangan bencana.

"Tidak ada bantuan bencana Rp44 miliar kepada Pemkab Manggarai. Itu DAU tambahan untuk gaji P3K," jelanysn.

DPR RI Dorong Relaksasi Pinjaman Warga

Bupati juga menyampaikan kabar terkait kunjungan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri`i.

Menurut Bupati Hery Nabit, Misbakhun menyampaikan akan memperjuangkan relaksasi pinjaman masyarakat kepada lembaga-lembaga keuangan yang berada di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bentuk relaksasi tersebut belum dipastikan, tetapi diharapkan menjadi keringanan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman di tengah dampak ekonomi akibat bencana.

"Relaksasi ini kita harapkan menjadi keringanan pembayaran pinjaman masyarakat."

Pemkab Manggarai juga akan menindaklanjuti hal tersebut dengan menyampaikan usulan secara resmi.

Posko Desa Tetap Dihidupkan

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai posko di tingkat desa, Bupati memastikan posko akan tetap diaktifkan di kecamatan maupun desa.

Menurutnya, pemerintah desa memiliki pengetahuan paling dekat mengenai kondisi, kebutuhan dan persoalan masyarakat di wilayah masing-masing.

Karena itu, kebutuhan dari desa akan dikomunikasikan secara berjenjang kepada pemerintah kabupaten untuk mendapatkan penanganan.

Bupati: Jangan Panik, Mulai Kembali Bekerja

Menutup konferensi pers, Hery Nabit mengajak masyarakat tetap tenang, waspada dan saling membantu.

Ia mengakui kondisi pascagempa tidak mudah. Namun, masyarakat secara perlahan diminta mulai kembali menjalankan aktivitas dan bekerja sesuai kondisi masing-masing.

"Tetap tenang, jangan panik, tetap waspada. Mari saling membantu dan mulai berpikir untuk kembali bekerja,” pesan Bupati Hery.

Ia menegaskan pemerintah akan tetap hadir selama masa tanggap darurat maupun tahapan pemulihan. Namun, kekuatan masyarakat dan keluarga menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut.

Bupati juga mengajak seluruh elemen, TNI, Polri, relawan, LSM, lembaga nonpemerintah, serta ASN Pemkab Manggarai untuk terus bergandengan tangan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Secara khusus, Bupati Hery Nabit menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Pemkab Manggarai yang tetap bekerja meski turut terdampak gempa.

"Terima kasih kepada seluruh ASN. Kita semua terdampak, tetapi di tengah tekanan kita masih memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

FOLLOW US