• Nusa Tenggara Timur

Manfaatkan Knalpot Brong, Polres Mabar Bangun Patung Komodo Setinggi 3 Meter di Labuan Bajo

Emanuel Suryadi | Rabu, 17/06/2026 21:08 WIB
Manfaatkan Knalpot Brong, Polres Mabar Bangun Patung Komodo Setinggi 3 Meter di Labuan Bajo Patung Komodo setinggi 3 meter dari knalpot brong hasil sitaan di Polres Manggarai Barat.

KATANTT.COM---Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat (Mabar) membangun patung komodo setinggi 3 meter di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Uniknya, monumen tersebut dibuat dengan memanfaatkan knalpot bising (brong) hasil sitaan yang dirakit melalui kolaborasi dengan seniman dan pengrajin lokal.

Patung dengan panjang mencapai 6 meter itu ditempatkan di halaman Markas Komando (Mako) Polres Manggarai Barat yang baru, di kawasan Kampung Ujung, Labuan Bajo. Lokasi ini dinilai sangat strategis karena berbatasan langsung dengan pusat wisata kuliner malam yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Patung raksasa ini bukan sekadar pajangan estetis, melainkan pengingat sekaligus simbol penegakan hukum yang humanis di tengah geliat Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Inisiasi kreatif ini diprakarsai langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang. Ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat dan wisatawan terhadap polusi suara yang kerap mengganggu kenyamanan kawasan wisata premium tersebut.

"Kami ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum itu tidak melulu soal tindakan kaku atau hukuman yang menakutkan," ujar AKBP Christian dalam keterangannya, Rabu (17/06/2026) malam.

"Melalui patung Komodo dari knalpot brong ini, kami ingin mengirimkan pesan edukasi yang kuat namun humanis. Setiap lekuk tubuh patung ini membawa pesan bagi para pengendara: mari kita jaga keheningan dan kenyamanan Labuan Bajo demi keselamatan bersama serta ketenangan para wisatawan," sambungnya.

Ratusan knalpot yang digunakan merupakan hasil sitaan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat melalui berbagai operasi penertiban intensif. Alih-alih memusnahkannya dengan metode konvensional yang berpotensi menjadi limbah, pihak kepolisian memilih jalur daur ulang yang bernilai seni tinggi.

Proses pembuatan patung ini memerlukan waktu dan keahlian khusus. Keberhasilan proyek ini melibatkan sentuhan tangan-tangan terampil pengrajin dan tukang las lokal di Labuan Bajo, yaitu Pak Haji Zaeb dan Bapak Benyamin. Kolaborasi ini sengaja dijalin guna memberdayakan potensi ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Pak Haji Zaeb (48), salah satu tukang las lokal yang terlibat dalam perakitan patung ini, menceritakan tantangan tersendiri selama proses pengerjaan.

"Menyatukan ratusan pipa besi knalpot yang meliuk-liuk agar bisa membentuk anatomi tubuh Komodo yang proporsional itu sangat menantang. Tapi kami bangga. Ini bukan sekadar mengelas besi tua, kami sedang membuat sejarah baru di kota kami sendiri," ungkap Pak Haji penuh semangat.

Sejak resmi dipasang, area depan Mako Polres Manggarai Barat kini ramai dipadati warga. Wisatawan domestik maupun mancanegara kerap berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dengan latar belakang patung unik tersebut sebelum menuju ke pusat kuliner Kampung Ujung.

Sarah (29), seorang wisatawan asal Australia, mengaku takjub dengan konsep ramah lingkungan dan pesan moral di balik karya seni tersebut.

"Ini sangat brilian. Di negara saya, barang sitaan biasanya dihancurkan begitu saja. Tapi di sini, polisi mengubahnya menjadi ikon budaya yang luar biasa menarik dan mendidik. Ini adalah sudut foto yang wajib dikunjungi jika Anda ke Labuan Bajo," kata Sarah sambil memamerkan hasil jepretan di ponselnya.

FOLLOW US