Turnamen bola voli amal menyambut peresmian Kapela Santo Fransiskus Xaverius Sewar yang diikuti 28 tim.
KATANTT.COM---Turnamen bola voli amal dalam rangka peresmian Kapela Santo Fransiskus Xaverius Sewar, Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak, Kevikepan Wae Nakeng, Keuskupan Labuan Bajo, berlangsung meriah dan berhasil menjadi ajang penggalangan dana yang melibatkan umat, masyarakat, pelaku UMKM, hingga pecinta olahraga dari berbagai wilayah.
Turnamen yang digelar menjelang puncak peresmian kapela pada 24 Juni 2026 itu diikuti 28 tim, terdiri dari 16 tim putra dan 12 tim putri. Mayoritas peserta berasal dari Komunitas Basis Gerejawi (KBG), meski sejumlah tim datang dari luar paroki bahkan lintas wilayah.
Selain menjadi sarana mempererat persaudaraan, kegiatan ini juga berhasil menghimpun dukungan masyarakat melalui Gerakan Seribu Rupiah (Gesar) yang digagas panitia. Dari aksi sosial tersebut terkumpul dana lebih dari Rp4,5 juta untuk mendukung pembangunan dan peresmian kapela.
Ketua Panitia Turnamen, Vitus Jalut, mengatakan turnamen ini merupakan hasil kesepakatan panitia dan Pastor Paroki Datak sebagai salah satu kegiatan utama menyambut peresmian Kapela Santo Fransiskus Xaverius Sewar.
“Turnamen ini kami selenggarakan untuk menyongsong peresmian kapela sekaligus menggalang partisipasi umat dan masyarakat. Semua yang terlibat telah memberi kontribusi besar bagi gereja,” ujar Vitus.
Menurutnya, setiap KBG yang mendaftarkan tim putra dan putri dikenakan kontribusi sebesar Rp500 ribu. Dana tersebut digunakan untuk mendukung penyelenggaraan turnamen sekaligus membantu kebutuhan peresmian kapela.
Vitus mengungkapkan, pelaksanaan turnamen tidaklah mudah. Panitia harus menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses jalan menuju Sewar yang rusak hingga belum tersedianya lapangan voli yang layak.
Namun berkat gotong royong umat, dukungan para donatur, dan kerja keras panitia, akses jalan berhasil diperbaiki dan lapangan voli dapat dibangun sehingga turnamen dapat terlaksana dengan baik.
“Kami sadar Sewar jauh dan belum memiliki fasilitas memadai. Tetapi berkat gotong royong umat, dukungan donatur, dan kerja sama semua pihak, turnamen ini akhirnya bisa terlaksana,” katanya.
Hadiah Rp3,7 Juta dan Piala dari Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp3,7 juta bagi para pemenang, ditambah piala untuk juara.
Juara I menerima Rp2 juta dan piala, juara II memperoleh Rp1 juta dan piala, juara III mendapatkan Rp500 ribu dan piala, sementara juara IV menerima Rp200 ribu juga dengan piala penghargaan.
Piala turnamen tersebut merupakan sumbangan pribadi Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Marianus Yono Jehanu atau yang akrab disapa Yono.
Selain menyumbangkan piala, Yono juga sebelumnya membantu pembangunan lapangan dengan memberikan material berupa semen.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Om Yono atas dukungan dan kepeduliannya terhadap turnamen amal ini,” ungkap Vitus.
Vitus juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ambil bagian dalam turnamen, termasuk tim yang tidak berhasil meraih gelar juara.
“Meski tidak menjadi juara, kontribusi seluruh tim sangat berarti bagi pembangunan dan peresmian kapela,” tegasnya.
Ketua PSSI Mabar: Olahraga Menyatukan dan Menggerakkan Ekonomi
Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, menegaskan dukungannya terhadap turnamen tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi untuk membantu suksesnya peresmian gereja.
Ia menjelaskan bahwa bola voli sebenarnya bukan berada di bawah kewenangan PSSI. Namun karena panitia datang langsung meminta dukungan sebelum turnamen dimulai, dirinya merasa terpanggil untuk membantu.
“Saya mendukung karena ini kegiatan amal dan bagian dari upaya membantu panitia menyukseskan peresmian gereja,” kata Yono.
Dia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan menunjukkan semangat sportivitas selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang asal daerah maupun latar belakang.
“Olahraga menyatukan kita. Rivalitas hanya terjadi saat pertandingan, setelah itu kita semua tetap bersaudara,” ujarnya.
Yono menilai geliat olahraga, khususnya bola voli di Manggarai Barat, terus berkembang dan mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda.
Tidak hanya itu, turnamen juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui kehadiran pelaku UMKM yang berjualan selama kegiatan berlangsung.
“Turnamen seperti ini tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Om Yono mengajak seluruh pemain dan pendukung untuk terus menjunjung tinggi sportivitas serta menghormati keputusan wasit selama pertandingan berlangsung.
“Siapa pun pemenangnya, yang terpenting adalah persaudaraan dan sportivitas tetap terjaga,” pungkasnya.