• Nusa Tenggara Timur

Pesta Kelulusan SMA di Alor Berujung Ricuh, Seorang Warga Terkena Panah

Imanuel Lodja | Kamis, 07/05/2026 13:31 WIB
Pesta Kelulusan SMA di Alor Berujung Ricuh, Seorang Warga Terkena Panah foto ilustrasi

KATANTT.COM--Sekelompok siswa dan pemuda di Kabupaten Alor menggelar pesta merayakan kelulusan SMA. Perayaan ini berbuntut penganiayaan menyebabkan seorang pemuda terkena anak panah di kepala.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (6/5/2026) subuh di Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Pesta kelulusan SMA digelar di wilayah Pancoran Desa Wolwal Tengah (desa tetangga dari Desa Wolwal ke arah Barat).

Saat itu pestanya dihadiri oleh para anak muda dari Wolwal, Moru, Pailelang, Fanating dan Ruilak .Yakob Tomas Padakari (28), warga Fanating, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor dirawat intensif karena anak panah tertancap di kepala.

Pada Selasa, 5 Mei 2026 malam sekitar pukul 22.00 wita, ada acara joget kelulusan sekolah SMA di kampung Pancoran, Desa Wolwal Tengah, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Sementara acara bebas (joget) berlangsung, ada yang melempar seng/ tenda lokasi joget.

Peristiwa ini menimbulkan saling tuduh diantara pemuda yang hadir. Pemuda asal Wolwal menuduh pemuda dari Ruilak yang melakukan pelemparan.

Hal ini memicu ketersinggungan dari pemuda Ruilak. Mereka tidak terima dengan tuduhan dari pemuda Wolwal sehingga pemuda Ruilak sempat mengeroyok Dean Dematrius Kantalau.

Pengeroyokan ini menyebabkan Dean mengalami luka pada pelipis dan mengeluarkan darah. Dean bersama rekan pemuda dari Wolwal langsung pulang dari tempat pesta joget menuju desa Wolwal dan acara joget tersebut langsung bubar.

Saat bersamaan, pemuda dari kampung Fanating dan Ruilak sebagiannya hendak pulang ke kampungnya dan sebagiannya masih duduk minum minuman keras di sekitar tempat acara.

Sebagian pemuda dari kampung Fanating dan kampung Ruilak yang pulang saat itu sempat dihadang di sekitar kali Wolwal, Desa Wolwal. Saat itu terjadi perkelahian dan saling lempar batu pada Selasa tengah malam di wilayah Wolwal.

Korban Yakob Tomas Padakari dan rekannya juga dalam perjalanan pulang dari Wolwal menuju Ruilak. Mereka berboncengan tiga menggunakan sepeda motor honda beat.

Dalam perjalanan dan saat tiba di kali Wolwal, mereka melihat terjadi tawuran antar pemuda Wolwal. Korban dan rekan terus melaju dengan sepeda motor melewati tawuran tersebut sekitar 20 meter ke arah timur.

Tiba-tiba sebatang busur anak panah bergerigi menancap mengenai kepala korban yang pada saat itu mengendarai sepeda motor.

Rekan korban kemudian menggantikan korban untuk mengendarai sepeda motor dan langsung ke Puskesmas Moru membawa korban. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Kalabahi dan dilakukan perawatan medis. Ia pun segera dirujuk ke Kupang.

Anggota Polsek Alor Barat Daya yang ke lokasi pasca kejadian menghimbau para pemuda yang masih minum di sekitar tempat acara agar bubar dan kembali ke kampung masing-masing.

Namun saat anggota Polsek sementara memberikan himbauan, tiba - tiba para pemuda Ruilak langsung berteriak menyebutkan kalau rekan mereka (Yakob Tomas Padakari) terkena panah dan dibawa ke Puskesmas Moru.

Pemuda dari Fanating dan Ruilak yang masih minum minum keras di sekitar tempat joget sempat membuat keributan namun anggota Polsek menghalau dan keributan dapat dihentikan.

Aparat Polres Alor juga mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta mengamankan terlapor. Pihak Polres Alor dan Polsek Alor Barat Daya sementara mencari informasi terkati pelaku yang menganiaya korban Yakob.

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari melalui Kasat Reskrim, AKP Amru Ichsan mengakui kalau kasus ini masih ditangani pihak kepolisian. Ia memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut masih kondusif.

FOLLOW US