Bimtek Deep Learning bagi Guru PAUD Non-Formal se-Kabupaten Manggarai di Aula Dinas PPO, 8-9 Mei 2026.
KATANTT.COM---Para pendidik Anak Usia Dini (PAUD) non-formal di Kabupaten Manggarai melakukan gerakan besar untuk meningkatkan martabat profesi. Melalui kolaborasi antara PD HIMPAUDI Kabupaten Manggarai, Alumni PG PAUD, dan Prodi PG PAUD Unika Santu Paulus Ruteng, para guru ini mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Kurikulum Merdeka" yang digelar di Aula Dinas PPO Manggarai, 8-9 Mei 2026.
Menegakkan Martabat di Tengah Keterbatasan
Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Manggarai, Yustina Iman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan upaya kolektif untuk menjaga martabat pendidik PAUD non-formal yang selama ini sering dipandang sebelah mata.
"Seringkali guru PAUD non-formal dipandang sebelah mata. Kesejahteraan mungkin masih jauh dari layak, namun hari ini kita membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan status tidak membatasi kecerdasan dan martabat kita! Kita merangkul akademisi untuk memastikan anak-anak Manggarai mendapatkan guru berkualitas," tegas Yustina.
Dukungan Bunda PAUD: Fondasi Masa Depan
Bunda PAUD Kabupaten Manggarai, yang diwakili oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Ny. Apolonia Ijuk Abu, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa usia 0-6 tahun adalah masa emas (golden age) yang membutuhkan pendidik kompeten sebagai arsitek karakter bangsa.
"Deep Learning bukan sekadar metode, tapi filosofi untuk melampaui hafalan dan membangun pemahaman nyata. Saya berharap ilmu ini dibawa pulang ke satuan PAUD masing-masing, agar anak-anak Manggarai tumbuh kreatif dan kritis," ujar Ny. Apolonia.
Inisiatif Mandiri dan Kolaborasi Akademisi
Kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas minimnya anggaran daerah untuk peningkatan kapasitas guru PAUD non-formal. Koordinator Alumni PG PAUD Unika Santu Paulus Ruteng, Beata Palmin, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan gerakan swadaya dan kolaborasi.
"Guru PAUD non-formal selama ini kurang terjangkau kegiatan kompetensi karena kendala anggaran dan regulasi. Melalui ikatan alumni dan kemitraan dengan Himpaudi, kami melakukan gerakan bersama. Harapannya, ada perubahan regulasi yang lebih berpihak pada pemerataan hak guru non-formal," jelas Beata dalam sesi wawancara.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah menjaga semangat belajar di tengah tuntutan kualitas yang tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan. Pendekatan Deep Learning yang diajarkan diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan implementasi Kurikulum Merdeka di lapangan.
Detail Pelaksanaan
Bimbingan teknis (Bimtek) yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan narasumber ahli dari dosen Program Studi (Prodi) PG PAUD Unika Santu Paulus Ruteng, yaitu Beata Palmin dan Emilia Gracia Megataran, serta Ketua Himpaudi Kabupaten Manggarai, Yustina Iman.
Turut hadir dalam acara pembukaan: Valentinus Arkian, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas PPO Kabupaten Manggarai; Gonsa Gau, Camat Langke Rembong; Perwakilan Pengurus PC HIMPAUDI dari 12 Kecamatan; 24 Utusan Guru PAUD Non-Formal sebagai peserta inti.
Melalui momentum ini, HIMPAUDI Manggarai mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berhenti mendikotomi antara guru formal dan non-formal, serta mulai berinvestasi pada peningkatan kapasitas pendidik demi masa depan generasi emas Manggarai.