Korban pembacokan, Devi Marten Lette menjalani perawatan di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.
KATANTT.COM--Devi Marten Lette (29), warga 006/RW 002, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT mengalami luka robek pada perutnya. Ia harus mendapatkan perawatan serius pasca mendapatkan penganiayaan dan ditikam dengan benda tajam, Minggu (9/10/2022) subuh.
Devi Marten Lete yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir ditikam usai menghadiri pesta di rumah Martinus Nufa di RT 010/RW 005, Dusun 3, Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.
Saat itu korban ke pesta dengan rekannya, Maresa Ndun (22), mahasiswi yang juga warga RT 007/RW 003, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Korban ditikam oleh Yulius Lopo (39), warga RT 031/RW 010, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Sekitar pukul 01.00 wita korban dan Maresa Ndun menghadiri acara pesta pernikahan di rumah Martinus Nufa.
Sekitar pukul 05.00 wita, korban dan Maresa Ndun hendak pamit untuk pulang ke rumah. Pada saat korban dan Maresa sampai di parkiran untuk mengambil sepeda motor, korban kaget ditikam pelaku dengan pisau.
Korban langsung memberitahukan kepada Maresa Ndun kalau dirinya ditikam. Beruntung saat itu ada saksi yang melihat aksi pelaku. Absalom Liutani, warga Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang melihat pelaku memegang pisau dan menikam korban dengan pisau.
Absalom langsung melempar pelaku menggunakan batu dan mengenai pada lutut pelaku. Pelaku pun langsung melarikan diri karena takut diserang warga. Maresa dan Esron Nenometan kemudian langsung membawa korban ke RSUD Prof Dr. WZ Johannes Kupang guna mendapatkan penanganan medis dan dirawat intensif.
Kapolres Kupang, AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH yang dikonfirmasi Senin (10/10/2022) membenarkan kejadian ini.
Kapolres mengakui kalau Maresa sudah mendatangi Polsek Kupang Barat untuk melaporkannya kejadian ini agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Laporan kasus penganiayaan ini sesuai laporan polisi nomor LP/B/69/X/2022/Sek Kubar. "Terlapor telah menyerahkan diri di Mapolres Kupang dan telah diamankan serta diperiksa penyidik," tandasnya.
Korban yang mengalami luka robek pada perut bagian kanan masih dirawat intensif di rumah sakit. Korban pun sudah divisum. Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Polisi masih memeriksa saksi dan pelaku guna mengungkap motif kasus penganiayaan ini.