PBB dalam laporannya yang berjudul World Urbanization Prospects (The 2018 Revision) menyebutkan populasi dunia yang tinggal di daerah perkotaan (urban area) lebih besar dibandingkan yang tinggal di pedesaan (rural), jumlahnya mencapai 55 persen.
Pemerintah Kota Kupang secara periodik melakukan Validasi dan verifikasi faktual terhadap Kapala Keluarga (KK) yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim. Hal ini dilakukan supaya setiap program atau upaya pemerintah dalam menurunkan anghka kemiskinan ekstrim di Kota Kupang bisa tepat sasaran.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kota Kupang untuk memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi yang ada di Kota Kupang.
DPRD Kota Kupang masa bakti 2025-2029 yang baru dilantik pada 17 Agustus 2024 lalu menyatakan dukungan kepada Pemerintah Kota Kupang dalam menekan angka kemiskinan di Kota Kupang hingga nol persen pada tahun 2026 nanti.
Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkup Kota Kupang menjadi momen terakhir dari kepemimpinan Dr. Jefri Riwu Kore dan dr. Hermanus Man sebagai Wali Kota-Wakil Wali Kota Kupang periode 2017-2022.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meminta agar gereja dan pemerintah terus bahu-membahu bersama pihak lainnya dan kolaborasi membangun program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menyiapkan rencana aksi dalam penanganan keluarga miskin ekstrim di desa yang ditargetkan nol persen pada tahun 2024.
Wakil Presiden KH Maruf Amin minta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama 5 bupati di NTT agar memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing.
Pada hari keempat, setelah menghadiri acara Peresmian Pembangunan BLK Komunitas Tahun 2021 di Jayapura, Papua, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Maruf Amin akan menuju ke titik akhir rangkaian kunjungannya yaitu Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, (16/10/2021).
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan di provinsi yang dipimpinnya. Hanya saja, orang nomor satu di NTT ini sangat berharap agar BPS NTT bisa menampilkan data yang lebih riil terkait kabupaten miskin di NTT.
Di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia dan Provinsi Nusa Tenggara Timur, namun angka kemiskinan di bumi Flobamora mengalami penurunan jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya.