Direktur Perunda Air Minum Tirta Komodo Periode 2021-2026, Marsel Sudirman.
KATANTT.COM---Masa jabatan Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Marsel Sudirman, resmi berakhir pada 1 September 2026. Untuk memastikan operasional perusahaan dan pelayanan air minum kepada masyarakat tetap berjalan, Dewan Pengawas mengambil alih pelaksanaan tugas selama terjadi kekosongan jabatan direktur definitif.
Pengambilalihan pelaksanaan tugas tersebut ditandai dengan agenda serah terima tugas Dewan Pengawas Perumda Tirta Komodo kepada Lambertus Paput, pada Rabu, 2 September 2026.
Lamber menjelaskan, langkah tersebut merupakan konsekuensi dari berakhirnya masa jabatan direktur sekaligus bentuk kepatuhan terhadap ketentuan regulasi mengenai tata kelola perusahaan daerah.
"Pengambilalihan ini semata-mata untuk memastikan kelancaran tugas dan roda perusahaan selama terjadi kekosongan jabatan," ujar Lamber.
Ia mengatakan, Dewan Pengawas telah mengajukan proses terkait keberlanjutan jabatan direktur kepada Kementerian Dalam Negeri sekitar empat bulan sebelum masa jabatan Marsel berakhir. Namun, hingga masa jabatan tersebut berakhir, belum terdapat jawaban dari kementerian.
Karena itu, Dewan Pengawas mengambil alih pelaksanaan tugas perusahaan sampai mendapat kepastian dari pemerintah pusat mengenai mekanisme selanjutnya.
Lamber mengungkapkan, terdapat dua kemungkinan yang masih menunggu keputusan Kementerian Dalam Negeri. Apabila kementerian memberikan persetujuan agar Marsel Sudirman dapat kembali melanjutkan tugas sesuai ketentuan, keputusan tersebut akan ditindaklanjuti.
Sebaliknya, apabila kementerian mengarahkan proses melalui mekanisme seleksi atau penjaringan, Dewan Pengawas akan melaksanakan proses tersebut sesuai aturan yang berlaku.
"Kalau kementerian memutuskan harus dilakukan pelelangan, kami akan melaksanakan pelelangan. Semuanya mengikuti ketentuan yang berlaku," katanya.
Lamber jugamenegaskan, pengambilalihan tugas oleh Dewan Pengawas bukan berkaitan dengan kepentingan lain, melainkan semata-mata untuk mengisi kekosongan jabatan sehingga kegiatan operasional perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
"Jangan ada persepsi lain. Kami hadir hanya untuk kelancaran tugas dan perjalanan perusahaan," tegasnya.
Ia juga memastikan proses selanjutnya akan mengikuti keputusan Kementerian Dalam Negeri, termasuk kemungkinan pengangkatan kembali direktur sebelumnya apabila memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan regulasi.
"Kalau ketentuannya terpenuhi dan perusahaan dalam keadaan sehat, Pak Marsel bisa saja diangkat kembali. Tetapi semuanya bergantung pada keputusan kementerian," ungkapnya.
Marsel Akhiri Masa Jabatan, Titip Keberlanjutan Perusahaan
Sementara itu, Marsel Sudirman menegaskan bahwa agenda tersebut bukan merupakan serah terima jabatan dalam konteks pergantian direktur definitif. Menurut dia, agenda itu merupakan pengambilalihan pelaksanaan tugas oleh Dewan Pengawas karena terjadi kekosongan jabatan.
“Hari ini bukan serah terima jabatan. Karena ada kekosongan, tugas diambil alih Dewan Pengawas,” kata Marsel.
Marsel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan karyawan Perumda Tirta Komodo yang telah bekerja bersama selama dirinya memimpin perusahaan sejak 2021.
Ia mengatakan, perjalanan Perumda Tirta Komodo selama masa kepemimpinannya menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi kinerja dan laba perusahaan.
Pada 2021, perusahaan disebut telah mampu membukukan laba sekitar Rp1 miliar. Kinerja tersebut terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya hingga pada 2025 Perumda Tirta Komodo mampu memperoleh laba lebih dari Rp2 miliar.
"Semua itu bukan karena saya. Pelakunya adalah bapak dan ibu semua. Kita berkolaborasi sehingga perusahaan ini terus bertumbuh," ujarnya.
Menurut Marsel, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perusahaan. Keberhasilan Perumda Tirta Komodo, kata dia, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para karyawan yang menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Selama periode 2021 hingga 2025, Perumda Tirta Komodo juga disebut mampu mempertahankan nilai kinerja sebagai salah satu perusahaan air minum dengan kinerja terbaik di Nusa Tenggara Timur.
Bahkan, dalam wilayah evaluasi yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku, Perumda Tirta Komodo mampu masuk dalam jajaran sepuluh besar selama beberapa tahun evaluasi.
Marsel menyebut, perusahaan tersebut pernah berada pada urutan ketujuh dan kesembilan dalam penilaian kinerja. Pada 2025, Perumda Tirta Komodo kembali masuk dalam sepuluh besar zona tersebut dengan nilai kinerja yang terus meningkat.
"Kalau nilai kinerja naik dari tahun ke tahun, berarti ada hubungan dengan kerja kita. Ini hasil kerja bersama," katanya.
Selain capaian kinerja, Marsel menyoroti kontribusi Perumda Tirta Komodo terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai.
Menurutnya, belum semua perusahaan air minum di Indonesia mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Karena itu, kemampuan Perumda Tirta Komodo memberikan kontribusi terhadap PAD dinilai sebagai bagian penting dari perjalanan perusahaan.
Titip Sistem, Bukan Ketergantungan pada Figur
Menutup masa kepemimpinannya, Marsel berpesan agar seluruh capaian yang telah dibangun tidak berhenti setelah dirinya meninggalkan jabatan direktur.
Ia meminta seluruh jajaran Perumda Tirta Komodo membangun sekaligus menjaga sistem kerja yang kuat agar keberlanjutan perusahaan tidak bergantung pada sosok tertentu yang memimpin.
"Jangan pernah tergantung pada orang. Ciptakan sistem. Sistem yang kuat akan mengarahkan kita mencapai tujuan," pesannya.
Marsel menilai, sistem yang baik akan menjaga organisasi tetap berjalan secara sehat, siapa pun pemimpinnya. Ia bahkan menggambarkan bahwa seseorang dengan niat buruk dapat diarahkan menjadi baik apabila berada dalam sistem yang benar. Sebaliknya, orang dengan niat baik dapat berubah ketika berada dalam sistem yang buruk.
"Kalau orang yang berniat buruk berada dalam sistem yang baik, dia bisa menjadi baik. Tetapi orang yang berniat baik masuk dalam sistem yang jelek, dia bisa berubah," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marsel juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Perumda Tirta Komodo apabila selama memimpin terdapat perkataan maupun sikap yang dianggap keras.
Ia mengakui pola komunikasi tersebut tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai prajurit selama sekitar 20 tahun. Dalam lingkungan tugas tersebut, pola komunikasi dan pelaksanaan pekerjaan identik dengan perintah yang tegas dan keras.
Namun, Marsel menegaskan ketegasan yang ditunjukkannya selama memimpin dimaksudkan untuk membangun semangat dan disiplin kerja, bukan untuk merendahkan maupun menyakiti bawahannya.
“Kalau ada yang pernah terkena semprot, saya minta maaf. Konteksnya adalah untuk melahirkan semangat dan bekerja dengan baik,” ungkapnya.
Marsel menutup masa kepemimpinannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah bekerja bersamanya dalam satu tim selama lima tahun.
Ia menyebut satu episode kepemimpinannya di Perumda Tirta Komodo telah selesai. Namun, ia berharap semangat, sistem kerja, dan berbagai capaian yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin perusahaan daerah tersebut.
"Terima kasih kepada semuanya yang telah berada dalam satu kapal bersama saya. Satu episode sudah selesai," tutup Marsel.