• Nusa Tenggara Timur

Personel Polres Mabar Terima Apresiasi Gubernur NTT Usai Misi Evakuasi KLM Putri Sakinah

Emanuel Suryadi | Kamis, 02/04/2026 16:50 WIB
Personel Polres Mabar Terima Apresiasi Gubernur NTT Usai Misi Evakuasi KLM Putri Sakinah Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menyerahkan Piagam Penghargaan dari Gubernur NTT Melki Laka Lena kepada salah satu personel Sat Polairud Polres Mabar atas keberhasilan misi evakuasi KLM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Rabu (1/4/2026.

KATANTT.COM---Personel Polres Manggarai Barat yang terlibat dalam Tim Sar Gabungan pada evakuasi Kapal KM Sakinah, mendapatkan apresiasi dari Gubernur NTT. 

Apresiasi tersebut, tertuang dalam Piagam bernomor BPBD.360/6/1/2026, yang diserahkan oleh Kapolres Mabar pada, Rabu (1/4/2026).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan resmi atas kontribusi luar biasa jajaran Polri dalam menyelamatkan warga negara asing (WNA) yang menjadi korban kecelakaan laut di perairan Labuan Bajo beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya pada Kamis (2/4/2026), Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menjelaskan bahwa apresiasi ini diberikan kepada 40 personel dari berbagai tingkatan, mulai dari perwira hingga bintara.

Beberapa nama yang menerima penghargaan tersebut diantaranya; Kompol I Wayan Merta, S.H. (Kabag Ops Polres Mabar), IPTU I Nyoman Budiarta (KBO Sat Pam Obvit), san IPDA Henro Manurung, S.H. (KBO Sat Polairud)

Selain penghargaan individu, Gubernur NTT juga memberikan apresiasi secara kolektif kepada seluruh personel Satuan Polairud dan Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) Polres Manggarai Barat atas dedikasi mereka dalam menjaga keselamatan di kawasan wisata super prioritas tersebut.

Ia menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh anggota yang tidak kenal lelah melakukan pencarian di medan yang menantang.

"Sebagai Kapolres Manggarai Barat, saya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas dedikasi, kerja keras, dan profesionalisme yang telah Anda tunjukkan selama proses pencarian korban KLM. Putri Sakinah," ungkapnya.

AKBP Christian menekankan bahwa meskipun insiden tersebut menyisakan duka, sinergitas antara Polri, Basarnas, TNI, dan unsur terkait lainnya telah membuktikan kesolidan negara dalam melindungi masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara.

"Penghargaan yang diberikan oleh Gubernur bukan hanya untuk individu, tetapi merupakan pengakuan atas seluruh kerja sama dan kolaborasi yang terjalin dalam tim. Hal ini membuktikan bahwa tugas sebagai aparatur negara tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga sebuah amanah untuk melayani dengan sepenuh hati," tegas AKBP Christian.

Lebih lanjut, Ia berharap prestasi ini tidak membuat personel cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi wisata super prioritas yang menuntut standar pengamanan tinggi.

"Penghargaan ini menjadi energi dan inspirasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Kami tetap harus siap siaga dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat," pungkasnya.

Keberhasilan misi kemanusiaan ini kembali mempertegas peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan penyelamat masyarakat di tengah situasi darurat.

Diketahui, kapal wisata bernama Putri Sakinah dengan tipe Kapal Layar Motor (KLM) yang berukuran 27 Gross Tonnage (GT) itu mengangkut sebanyak 11 orang penumpang, terdiri dari 6 wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata dan 4 anak buah kapal (ABK) termasuk Kapten kapal.

Hingga proses pencarian ditutup, total korban yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelamnya KLM. Putri Sakinah ialah sebanyak 3 orang. Kemudian 7 korban ditemukan selamat dan 1 lainnya dinyatakan hilang.

KM Putri Sakinah tenggelam saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo, tepatnya di Selat Padar pada penghujung tahun lalu. Cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal naas tersebut.

Kapal naas itu tenggelam di sebelah barat Pulau Flores pada titik koordinat 08°36`35.26"S - 119°36`42.84"E atau 23 Nautical Mile (Mil Laut) arah Barat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.

FOLLOW US