Umat Wilayah 1A Lancang bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di Jalan Bogenvil, Labuan Bajo, Sabtu (16/5/2026).
KATANTT.COM---Umat Wilayah 1A Lancang, Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, menggelar aksi gotong royong membersihkan tumpukan sampah di sepanjang Jalan Bogenvil, tepat di samping pekuburan Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, pada Sabtu (16/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk aksi nyata dalam merespons seruan pastoral Pertobatan Ekologis.
Sejak pagi hari, ratusan warga yang tergabung dalam tujuh Komunitas Basis Gerejani (KBG) turun ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan kebersihan, seperti sapu, parang, karung, dan cangkul. Mereka membersihkan tumpukan sampah plastik, rumput liar, serta semak belukar yang selama ini mengotori kawasan tersebut. Adapun ketujuh KBG yang terlibat meliputi KBG St. Stefanus, St. Bartolomeus, St. Atanasius, St. Benediktus, St. Benedikta, St. Bernadette, dan St. Kalistus.
Aksi sosial ini diselenggarakan untuk mendukung gerakan pastoral Pertobatan Ekologis yang gencar diserukan oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus. Melalui kegiatan ini, umat diharapkan dapat membangun kesadaran lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan.
Ketua Wilayah 1A Lancang, Quintus Darsan, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kerja bakti seremonial, melainkan bagian dari penyadaran iman dan kepedulian sosial terhadap lingkungan.
“Tujuan dari kegiatan Bakti Ekologis membersihkan lingkungan Wilayah 1A Lancang pada hari ini adalah mau memberikan penyadaran iman kepada masyarakat yang ada di Wilayah 1A Lancang akan pentingnya keseimbangan alam dengan kehidupan manusia dan mau membangun iman dalam kebersamaan untuk menumbuhkan solidaritas di antara umat dan juga pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan mau membangun Gereja lokal melalui keterlibatan umat secara bersama,” jelas Quintus.
Quintus juga menambahkan bahwa penanganan masalah sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Senada dengan Quintus, Hilarius Mela selaku perwakilan dari KBG St. Bernadette menilai aksi ini sangat strategis dalam membangun budaya bersih, terlebih mengingat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata internasional.
“Kegiatan ini sangat positif terutama untuk membangun kesadaran dan budaya peduli terhadap keasrian dan kebersihan lingkungan dan merawat kebersamaan serta relasi sosial yang harmonis antara sesama warga,” kata Hilarius.
Ia berharap perilaku membuang sampah sembarangan dapat segera dihentikan demi menjaga citra Kota Labuan Bajo.
“Harapan saya agar budaya tertib sampah menjadi karakter warga masyarakat Manggarai Barat khususnya Kota Labuan Bajo sehingga tidak ada lagi warga masyarakat yang buang sampah sembarangan di pinggir jalan dan tempat-tempat lain seperti yang kami saksikan hari ini begitu banyak tumpukan sampah di pinggir Jalan Bogenvil samping pekuburan Labuan Bajo,” ujarnya.
Kegiatan bakti lingkungan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, Yohanis Hani, turut hadir dan membaur bersama umat untuk membersihkan lokasi. Yohanis menyatakan bahwa gerakan ini memiliki dampak positif ganda, baik bagi program pastoral gereja maupun sektor pariwisata daerah.
“Bakti Ekologis Wilayah 1A Lancang hari ini tidak hanya mendukung program pastoral Keuskupan Labuan Bajo tetapi juga mendukung program pariwisata premium Labuan Bajo,” tegas Yohanis.
Ia memuji soliditas yang ditunjukkan oleh warga dan berharap aksi semacam ini dapat menginspirasi gerakan sosial lainnya di masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan perwujudan akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Secara khusus saya memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih. Semoga kebersamaan ini memberikan inspirasi bagi kegiatan sosial lainnya, baik dalam aksi nyata di masyarakat maupun dalam kegiatan menggereja,” tambahnya.
Dari perspektif keamanan dan ketertiban masyarakat, Silvester Guntur, umat Wilayah 1A Lancang yang juga menjabat sebagai Katim Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri, menilai bahwa aksi gotong royong ini memiliki korelasi kuat dengan upaya pencegahan paham radikal. Menurutnya, ruang komunikasi yang terbangun dalam kerja bakti dapat mempererat integrasi sosial.
“Ketika masyarakat terbiasa bekerja bersama, saling mengenal dan saling peduli, maka ruang berkembangnya paham radikal akan semakin sempit. Lingkungan yang kompak dan aktif lebih sulit dimasuki paham yang memecah belah,” terang Silvester.
Silvester juga menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Wilayah 1A Lancang, para Ketua KBG, tokoh masyarakat, serta seluruh umat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Bagi umat Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, aksi di Jalan Bogenvil ini diharapkan tidak berhenti sebagai pembersihan fisik semata, melainkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis jangka panjang demi menjaga bumi sebagai tempat tinggal bersama.