• Nusa Tenggara Timur

Belasan Rumah & Satu Gedung Gereja di Bello Rusak Berat Diterjang Angin Kencang

Imanuel Lodja | Minggu, 25/01/2026 07:09 WIB
Belasan Rumah & Satu Gedung Gereja di Bello Rusak Berat Diterjang Angin Kencang Salah satu rumah warga di Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa yang rusak diterjang angin kencang

KATANTT.COM--Cuaca ekstrem angin kencang melanda wilayah Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Jumat siang (23/1/2026) hingga Sabtu dini hari (24/1/2026).

Bencana alam ini mengakibatkan satu gereja dan belasan rumah warga dan mengalami kerusakan, serta menyebabkan tiga warga terluka. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah Gereja GMIT Yegar Sahaduta Bello.

Sebagian besar atap gereja terlepas dan hilang diterbangkan angin. Material seng tampak berhamburan di halaman dan sekitar bangunan gereja.

Di bagian dalam gereja, plafon yang baru dipasang sekitar empat bulan lalu runtuh dan rusak. Potongan plafon berserakan di bangku jemaat dan lantai gereja. Sementara itu, tembok pemalang di sisi kanan bangunan gereja roboh akibat tidak mampu menahan terpaan angin kencang.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Bello, Pdt. Selvy Asfes Zina, bersama Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Barat, Pdt. Ita Fointuna Ndun, S.Th terlihat berada di lokasi untuk meninjau langsung kondisi gereja pascakejadian.

Sejumlah jemaat juga berdatangan dan bergotong royong membersihkan puing-puing plafon serta menyelamatkan peralatan ibadah.

Tak jauh dari lokasi gereja, kondisi permukiman warga di RT 02/RW 01 dan RT 02/RW 02 Kelurahan Bello juga tampak memprihatinkan.

Sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari atap yang terlepas hingga bangunan semi permanen yang roboh sebagian.

Sejumlah seng dan kayu bangunan terlihat berserakan di jalan dan pekarangan rumah warga. Beberapa warga terlihat mengamankan sisa atap dan perabot rumah tangga agar tidak kembali diterpa angin.

Sementara warga lainnya bergotong royong membangun rumah darurat sebagai tempat berteduh sementara. Lurah Bello, Robynson E. Lona, mengatakan sekitar 20 kepala keluarga terdampak angin kencang.

Dari jumlah tersebut, enam rumah dilaporkan rusak berat, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. “Pascakejadian sekitar pukul 04.30 WITA, kami langsung turun ke lapangan bersama aparat setempat untuk melakukan identifikasi awal terhadap korban dan kerusakan rumah,” ujar Robynson pada Sabtu siang.

Ia menyebutkan, tiga warga mengalami luka akibat tersayat seng yang terlepas dari bangunan rumah. Korban mengalami luka di bagian leher, pundak, kaki, dan wajah. Satu orang di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang saat ini masih melakukan pendataan secara riil terhadap dampak bencana, termasuk jumlah kepala keluarga dan korban terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Riko Umar, mengatakan rumah warga, termasuk yang tidak permanen, akan mendapatkan intervensi bantuan darurat.

“Gereja juga akan diberikan bantuan tenda agar kegiatan ibadah Minggu tetap dapat berlangsung. Terkait buffer stok, kami akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan dinas sosial kota maupun provinsi,” kata Riko.

Pelaksana Tugas Camat Maulafa, Imanuel A. E. Uli, berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sesuai data yang dihimpun oleh BPBD dan pihak kelurahan.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes D. B. B. K. Assan, menyatakan pihaknya siap menyalurkan bantuan logistik berupa mie instan, selimut, pakaian, dan tenda kepada warga terdampak.

Sementara itu, Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah menyebut pihaknya telah mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu pengamanan dan pemantauan. Ia mengimbau warga mengamankan barang berharga serta peralatan elektronik, serta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan.

Gedung Gereja dan Rumah Warga yang Rusak:

1. Gereja Yegar Sahaduta Pdt Selfi Djeka Asfesina S.Th (atap)

2.. San Johanis R. Aryun Fatu jln H.R Koroh rt 2 rw 8 (atap dapur rusak)

3. Lusius Stefanus Mite (atap kamar rusak)

4. Ludgerus Doa (atap rumah rusak)

5. Manase Penu (atap rumah)

6. Edwinardus Djuma (atap rumah)

7. Benyamin Selan (atap rumah)

8. Grace Nelwan (atap rumah)

9. Albinus Sakan (atap rumah)

10. Bernadeta Muti (atap rumah tertimpa pohon)

11. Martin Nikolas kue`e (atap rumah)

12. Jemy Liukae (atap rumah)

13. Ferdinan Leni (rumah rusak parah)

14. Andri Teu

FOLLOW US