• Nusa Tenggara Timur

Siswa SDN Nefosaka Kupang Belajar Kenali Satwa & Tanaman di KHDTK Oelsonbai

Imanuel Lodja | Sabtu, 09/05/2026 12:33 WIB
Siswa SDN Nefosaka Kupang Belajar Kenali Satwa & Tanaman di KHDTK Oelsonbai Siswa SDN Nefosaka Kupang saat berkunjung ke KHDTK Oelsonbai, Jumat (8/5/2026)

KATANTT.COM--Puluhan siswa dari SDN Nefosaka Kota Kupang mengunjungi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Fatukoa di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Para siswa kelas II hingga V ini dipimpin kepala sekolah SDN Nefosaka Kupang, Eldat Taemnanu dan para guru. Mereka mengikuti kegiatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mengajar dan Bestari Rimba KHDTK di lokasi KHDTK Oelsonbai, Kota Kupang.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan secara langsung berbagai jenis satwa dan pohon kepada anak-anak sekolah. Dalam kunjungan tersebut, para siswa dibagi dalam tiga kelompok dan diajak berkeliling kawasan hutan untuk melihat dan belajar mengenai satwa yang ada di KHDTK Oelsonbai.

Beberapa satwa yang menjadi perhatian utama anak-anak adalah rusa timor, kura-kura Rote leher ular yang merupakan satwa endemik, ular, serta burung Nuri Bayan Sumba dan Nuri Tanimbar.

Siswa juga diajak ke kawasan hutan mengenali berbagai jenis pohon yang ada dan mendapatkan penjelasan mengenai manfaat dan cara merawat masing-masing tanaman. Melalui penjelasan para pendamping, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan hidup.

Suasana penuh keceriaan terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak tampak antusias ketika menyaksikan langsung satwa-satwa yang selama ini hanya mereka kenal melalui gambar atau cerita.

Guru pendamping menyampaikan bahwa pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan kepedulian terhadap satwa sejak dini.

Kunjungan ke KHDTK Oelsonbai ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang berharga bagi anak-anak SDN Nefosaka.

Kepala sekolah SDN Nefosaka, Eldat Taemnanu mengakui kalau beberapa hari ini, siswa kelas 1-5 libur sekolah karena ada kegiatan ujian siswa kelas VI.

Kegiatan liburan pun diisi dengan mengajak para siswa untuk mengikuti kegiatan KSDAE mengajar dan bestari rimba kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Oelsonbai, Kota Kupang.

"Kebetulan pihak KHDTK merespon dengan baik. Siswa dijemput dan diantar pulang dan diberikan berbagai pemahaman yang ilmu itu tidak diajarkan di sekolah," ujarnya.

Ia bersyukur dengan kegiatan ini sehingga ada tambahan wawasan bagi para siswa terkait alam dan lingkungan. Ia menyebutkan kalau kunjungan tersebut bukan hanya rekreasi tapi siswa belajar mengenal hutan karena manfaat hutan penting karena menyiapkan pangan bagi makhluk hidup.

Ia minta kepada siswa untuk belajar menjaga kelestarian alam dengan mulai dari hal kecil dengan membuang sampah pada tempatnya. "Alam harus dijaga agar tidak menimbulkan bencana. Kita bisa mulai dari hal kecil dengan tidak sembarangan membuang sampah," ujar kepala sekolah.

Di KHDTK sendiri ada belasan rusa Timor, kura-kura leher ular rote, burung nuri dan ular yang diperkenalkan kepada siswa termasuk cara merawat satwa tersebut.

Pihak BBKSDA diwakili Joko Waluyo berharap siswa dapat belajar mengenal hutan, fungsi dan isi hutan. "Kami memberikan pemahaman soal konservasi. Siswa akan coba untuk belajar di alam untuk merasakan suasana hutan" tandasnya.

Sementara Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah VII, Dr Muhammad Arief Muhamadi saat membuka kegiatan ini menyampaikan kawasan hutan di lokasi tersebut diperuntukkan bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Lokasi ini bukan hanya ada di Fatukoa, tetapi juga ada di Airnona-Kota Kupang, Camplong-Kabupaten Kupang dan Bu`at-Kabupaten TTS. Dalam kegiatan KSDAE mengajar dan Bestari Rimba Ceria ini, siswa diajak belajar dengan rimbawan dengan kondisi yang menyenangkan.

Ia pun berharap apabila sekolah ada muatan pelajaran soal alam maka bisa sama-sama menyusun program belajar dengan alam dan berpetualang.

Siswa yang mengikuti kegiatan nampak antusias saat mendapatkan penjelasan dari pendamping. Mereka juga banyak bertanya dan mencatat berbagai hal baru yang ditemukan saat kunjungan tersebut.

Diakhir kegiatan dilakukan kuis dengan pertanyaan seputar materi yang disampaikan pendamping ketika berkeliling di kawasan tersebut. Siswa yang menjawab dengan benar diberikan souvenir berupa tumbler untuk wadah mengisi air minum.

FOLLOW US