Kampanye Pilkades Macang Tanggar Nomor Urut 1, Jurae.
KATANTT.COM---Calon Kepala Desa Macang Tanggar nomor urut 1, Jurae, memaparkan visi-misi sekaligus sejumlah persoalan yang menurutnya perlu dibenahi jika dipercaya memimpin Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu disampaikan Jurae dalam kampanye terbuka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Macang Tanggar di Kampung Translok Blok C, Jumat (25/9/2026).
Kampanye tersebut berlangsung dalam suasana damai dan dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai wilayah di Desa Macang Tanggar. Pilkades Macang Tanggar dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.
Di hadapan masyarakat dan pendukungnya, Jurae menegaskan pembangunan desa ke depan tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan harus mencakup pembenahan tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, serta perlindungan lingkungan.
“Visi misi saya yang pertama adalah membangun pemerintahan desa yang bersih, transparan dan melayani. Yang kedua, meningkatkan kualitas infrastruktur desa. Ketiga, mendorong perekonomian masyarakat. Keempat, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Dan yang terakhir adalah melestarikan budaya dan lingkungan desa,” tegasnya.
Jurae mengatakan visi-misi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi Desa Macang Tanggar yang memiliki wilayah luas serta berada tidak jauh dari Labuan Bajo.
Bagi Jurae, kedekatan dengan Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata memberikan peluang yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Posisi Desa Macang Tanggar yang sangat dekat dengan ibu kota pariwisata ini sangat penting untuk kita angkat. Kalau kita lihat, wilayahnya sangat luas dan berbagai macam suku ada di Macang Tanggar,” ujarnya.
Ia menilai keberagaman masyarakat dan posisi geografis desa seharusnya menjadi modal pembangunan, bukan menjadi sumber kesenjangan.
Karena itu, Jurae menekankan pentingnya pemerintahan desa memastikan pelayanan dan manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat secara adil.
“Poin-poin ini atau visi dan misi ini perlu kami angkat supaya apa yang menjadi harapan besar masyarakat sekarang bisa terwujud ketika kita terpilih pada proses tanggal 29 September 2026,” katanya.
Dalam kampanye tersebut, Jurae juga menyampaikan target perolehan suara dalam Pilkades Macang Tanggar. Ia optimis terpilih dengan akumulasi sekitar 700 suara pada hari pemungutan suara.
Sebagai calon nomor urut 1, ia menyebut kemenangan merupakan pintu awal untuk menjalankan program yang telah disiapkan bersama tim.
“Targetnya harus menang dulu. Kalau tidak menang, visi dan misi kita tidak akan bisa berjalan dengan baik. Bahkan tidak akan bisa berjalan,” tegasnya.
Namun, ia mengatakan target tersebut bukan sekadar angka politik. Dukungan masyarakat, menurut dia, harus diterjemahkan menjadi mandat untuk melakukan perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa.
Lebih lanjut, Jurae mengungkapkan alasan dirinya maju dalam Pilkades kali ini. Ia mengaku melihat sejumlah persoalan, terutama terkait pemerataan pembangunan dan pemanfaatan anggaran Desa Macang Tanggar selama sekitar delapan tahun terakhir.
“Kita melihat terkait delapan tahun yang sudah berlalu. Dari situ kita melihat bahwa banyak ketimpangan-ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya.
Jurae menyoroti penggunaan dana desa. Ia mengatakan anggaran desa semestinya diarahkan untuk kepentingan masyarakat secara luas.
“Dana desa secara aturannya sebenarnya untuk kepentingan umum. Tetapi dalam menjalankan dana ini, ada kelompok-kelompok tertentu yang mendapatkan. Ini yang membuat kita agak miris melihat perkembangan di sini,” ungkapnya.
Ia menyebut Desa Macang Tanggar memiliki enam dusun sehingga pemerataan program pembangunan dan bantuan menjadi hal yang penting.
“Macang Tanggar ini luas dan ada enam dusun. Tetapi bantuannya hanya ada di beberapa tempat dan beberapa kelompok. Tidak merata,” ujarnya.
Menurut Jurae, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mengambil bagian dalam kontestasi Pilkades.
“Dari sisi saya sebagai pribadi, ini penting untuk kita ambil bagian supaya kita memangkas sistem yang seperti itu,” tegasnya.
Selain pemerataan pembangunan, Jurae juga menyoroti persoalan pertanahan yang menurutnya menjadi salah satu masalah serius di Desa Macang Tanggar.
Ia menyebut adanya persoalan yang diklaimnya berkaitan dengan tumpang tindih kepemilikan, transaksi tanah, hingga aset desa.
“Persoalan tanah di Macang Tanggar ini luar biasa banyaknya. Ada contoh persoalan tumpang tindih jual tanah,” katanya.
Jurae juga menyampaikan dugaan mengenai penjualan aset desa oleh kelompok tertentu.
“Tanah aset-aset desa juga dijual oleh sekelompok orang,” ungkapnya.
Ia kemudian menyinggung lahan yang disebutnya berkaitan dengan kawasan konservasi dan sumber daya alam.
“Yang sangat spesial di sini berkaitan dengan lahan konservasi sumber daya alam. Ada beberapa kelompok tertentu yang menjual tanah itu dengan luas kurang lebih 30,4 hektare,” ujarnya.
Atas persoalan tersebut, Jurae menyatakan komitmennya untuk melakukan penataan dan penyelesaian apabila mendapat kepercayaan masyarakat.
“Ke depan, ketika kita terpilih, kita akan menyelesaikan semua hal ini. Yang hak miliknya negara kita akan kembalikan, yang hak miliknya masyarakat kita akan pertahankan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan pertanahan harus berpedoman pada dokumen, aturan hukum, serta status kepemilikan yang jelas agar tidak memunculkan persoalan baru.
Selain urusan pemeratan pembangunan dan penataan pertanahan, Cakades yang mengusung slogan “Macang Tanggar Makmur, Jaya, Sehat” tersebut juga menyampaikan komitmennya dalam urusan kesehatan masyarakat.
Ia menyebut aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam programnya karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kenapa kita sehat? Dalam benak saya, masyarakat Macang Tanggar ini penting untuk dijadikan sehat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Jurae mengatakan dirinya bersama tim telah menyiapkan program ambulans gratis apabila terpilih sebagai kepala desa.
“Pribadi kami dan tim menyiapkan namanya ambulans gratis ketika kita terpilih. Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sakit ataupun yang membutuhkan kehadiran kami,” katanya.
Ia mengatakan ambulans tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat ketika membutuhkan transportasi menuju fasilitas kesehatan.
“Ambulansnya kami sudah siapkan. Hari ini nanti kita lihat, ambulans kita itu satu armada. Ini penting bagi kami karena situasi atau keadaan ekonomi kita tidak semuanya sama,” jelasnya.
Jurae menegaskan fasilitas tersebut dipersiapkan untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk kelompok tertentu.
“Pribadi saya memang mempersiapkannya untuk kepentingan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Menutup orasi politiknya, Jurae mengajak seluruh masyarakat menjaga Pilkades Macang Tanggar agar berlangsung aman, damai, dan bermartabat.
“Yang paling penting adalah bagaimana pesta demokrasi ini kita jalankan secara damai. Perbedaan pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan masyarakat harus tetap kita jaga,” pungkasnya.