• Nusa Tenggara Timur

Warga Masih Takut Pulang, APERSI Hadir Bawa Bantuan dan Harapan di Tengah Pascagempa

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 04/09/2026 11:55 WIB
Warga Masih Takut Pulang, APERSI Hadir Bawa Bantuan dan Harapan di Tengah Pascagempa Syahrudin menyerahkan bantuan kepada warga terdampak gempa.

KATANTT.COM---Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) kembali turun ke tengah masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui program APERSI Peduli, organisasi tersebut menerjunkan Satgas APERSI Peduli tahap II untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di sejumlah titik di Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Sebanyak 11 titik menjadi sasaran penyaluran bantuan tahap II yang menyasar sekitar 1.200 kepala keluarga (KK). Sebelumnya, pada Agustus 2026, APERSI telah menuntaskan penyaluran bantuan tahap I di sembilan titik di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Secara keseluruhan, program APERSI Peduli bencana NTT tahap I dan II ditargetkan menjangkau sekitar 2.500 keluarga terdampak.

Ketua Umum DPP APERSI Deddy Indrasetiawan, Sekjen Makhrus Sholeh, Bendahara Umum Irwansyah Putra bersama bidang OKK mendelegasikan tujuh personel Satgas APERSI Peduli tahap II untuk turun langsung ke wilayah terdampak.

Tim tersebut terdiri atas Wakil Ketua Umum Bidang Perumahan Komersil, Hunian Vertikal dan TOD Adi Dharma; Wakil Ketua Umum Bidang Hukum Advokasi dan Perlindungan Developer Syahrudin Latif; Wakil Sekjen Bidang Pengembangan Kawasan Jawa, Bali, NTB, NTT Nurdian Fajar.

Turut bergabung Ketua DPD APERSI NTT Thobias Lay, Sekretaris DPD APERSI NTT Jambres Panala, Ketua Korwil Flores DPD APERSI NTT Gabriel Lako, serta unsur Sekretariat DPP APERSI.

Kehadiran Satgas APERSI Peduli tidak sekadar membawa bantuan logistik, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.

Wakil Ketua Umum Bidang Hukum Advokasi dan Perlindungan Developer APERSI, Syahrudin Latif, Jumat (4/9/2026), mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil solidaritas sukarela dari sekitar 5.000 pengembang anggota APERSI yang tersebar di 27 provinsi serta ratusan koordinator wilayah di seluruh Indonesia.

"Ini merupakan bantuan tahap kedua sebagai wujud kepedulian dan solidaritas APERSI kepada masyarakat terdampak bencana di Flores," ujar Syahrudin.

Pada tahap kedua, bantuan APERSI menyasar sekitar 1.200 KK di 11 titik. Penyaluran dimulai dari Kabupaten Ende, tepatnya di Desa Nangakeo.

Dari Ende, tim bergerak ke Kabupaten Nagekeo. Wilayah dengan sasaran terbanyak berada di Kecamatan Aesesa, meliputi tujuh RT di Desa Kolikapa, Desa Lape, Desa Marapokot, Kelurahan Danga, serta satu titik kumpul di depan Gereja Santrum.

Penyaluran juga dilakukan di Desa Nangodhero, Kecamatan Wolowae.

Selanjutnya, Satgas APERSI Peduli bergerak ke Kabupaten Sikka untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Madowet, Kecamatan Alok.

Syahrudin mengatakan, pada awalnya APERSI menargetkan penyaluran di 10 titik. Namun, dalam pelaksanaannya, satu titik tambahan ditambahkan di Desa Marapokot, Kabupaten Nagekeo.

"Awalnya kami menargetkan 10 titik, tetapi bertambah satu titik di Desa Marapokot. Di Sikka, kami juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah subsidi," jelasnya.

Bantuan yang disalurkan APERSI meliputi sembako, tenda, selimut, susu, air mineral, makanan siap saji, minyak goreng, sabun mandi, dan sabun cuci.

Menurut Syahrudin, keterlibatan APERSI dalam penanganan bencana merupakan bentuk kepedulian yang terus dilakukan ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPP APERSI dan DPD APERSI dari berbagai daerah yang ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

"Kami menargetkan tahap pertama dan kedua menjangkau sekitar 2.500 keluarga. Bantuan ini bukan hanya materi, tetapi juga tanda kasih dan solidaritas agar masyarakat tetap kuat untuk bangkit," katanya.

Syahrudin menegaskan, aksi kemanusiaan APERSI bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Warga Masih Takut Kembali ke Rumah

Di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, bantuan APERSI mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Ketua RT 29 Kelurahan Danga menyampaikan terima kasih atas kepedulian APERSI yang datang langsung melihat kondisi warga sekaligus membawa bantuan di tengah proses pemulihan pascagempa.

Menurutnya, penanganan bencana di wilayah tersebut masih terus berlangsung. Warga masih membutuhkan dukungan karena belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa.

"Bukan hanya soal besar kecilnya bantuan. Kehadiran APERSI di tengah kami memberi kekuatan dan semangat baru," ungkapnya.

Ia menjelaskan, wilayah RT 29 dihuni 64 KK dengan total 243 jiwa.

Dari 57 unit rumah yang dihuni warga, terdapat rumah yang ditempati satu hingga dua KK. Berdasarkan kondisi fisik bangunan, sebanyak 36 unit rumah mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 22 unit rumah masuk kategori rusak berat berdasarkan kondisi di lapangan. Sementara hasil asesmen tim pendataan perumahan mencatat sembilan rumah mengalami kerusakan sedang, sedangkan sisanya masuk kategori rusak ringan.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga belum berani kembali menempati rumah mereka.

Apalagi, gempa susulan masih terjadi sehingga warga memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap keselamatan.

Ketua RT 29 mengatakan, situasi tersebut membuat bantuan dan kehadiran pihak luar sangat berarti bagi warga yang masih berada dalam kondisi rentan.

"Kami masih terus berproses menangani dampak bencana. Warga masih membutuhkan bantuan. Terima kasih kepada APERSI yang datang melihat kondisi kami dan memberikan dukungan," katanya.

Bagi warga, kehadiran APERSI tidak hanya bermakna dari sisi bantuan logistik, tetapi juga menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit tersebut seorang diri.

"Kepedulian dan kehadiran APERSI di tengah kondisi kami saat ini benar-benar menguatkan hati," tutupnya.

FOLLOW US