• Nusa Tenggara Timur

Warga Sabu Raijua Ditemukan Tewas di Atas Perahu Motor

Imanuel Lodja | Minggu, 06/09/2026 09:33 WIB
Warga Sabu Raijua Ditemukan Tewas di Atas Perahu Motor ilustrasi_

KATANTT.COM--Seorang pria ditemukan meninggal dunia di atas perahu motor yang berada di Perairan Pesisir Pantai Ujula, Desa Daieko, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Jumat (4/9/2026) pagi.
 
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang nelayan, Lawe Keraba pada Jumat dinihari sekitar pukul 04.00 wita. Saat itu, Lawe Keraba baru kembali dari melaut dan hendak memastikan kondisi perahu yang berada di sekitar pesisir. 
 
Lawe Keraba kemudian melihat perahu motor milik Darius Leba tidak berada di tempat biasanya. Karena merasa perlu memastikan keberadaan perahu tersebut, ia mendatangi lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.
 
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui jangkar perahu motor milik Darius Leba terlilit pukat milik korban. Lawe Keraba kemudian mendekati perahu korban dan melihat seorang laki-laki dalam posisi terbaring di dalam perahu. 
 
Ia kemudian melaporkan ke kepala desa setempat. Selanjutnya Kepala Desa Daieko, Amos Alo menyampaikan Informasi  kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Hawu Mehara.
 
Kapolsek Hawu Mehara, Iptu Karel Riwu bersama personel kemudian melakukan koordinasi dengan Puskesmas Daieko, BNPB Kabupaten Sabu Raijua dan Satreskrim Polres Sabu Raijua guna melakukan penanganan terhadap korban.
 
Kapolsek bersama personel, Kepala Desa Daieko, para saksi dan warga mengevakuasi korban menggunakan perahu dayung.  Jenazah korban bersama perahu dan pukat berhasil dievakuasi dari laut menuju daratan di pesisir pantai Ujula.
 
Jenazah diketahui bernama Mira Ly, seorang pria berusia 71 tahun. Korban berprofesi sebagai petani, pekebun dan nelayan serta berdomisili di RT 006/RW 003, Desa Raedewa, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Daieko, dr. Indah Karuniawati Rame, korban mengalami kondisi kedinginan ekstrim atau hipotermia yang diduga menyebabkan gangguan fungsi jantung hingga berakhir pada henti jantung. 
 
Kondisi tersebut ditandai dengan kulit yang pucat dan dingin serta posisi tubuh yang menunjukkan kontraksi otot. Hasil pemeriksaan juga memperkirakan korban meninggal dunia sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan di atas perahunya.
 
Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Proses penanganan dilakukan personel Satreskrim Polres Sabu Raijua dipimpin KBO Reskrim Polres Sabu Raijua, Ipda Iry Bolling.
 
Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga korban kemudian diarahkan untuk membuat laporan polisi serta surat pernyataan penolakan otopsi. 
 
Setelah pemeriksaan medis selesai, pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan sepakat membawa jenazah ke rumah duka di Desa Raedewa, Kecamatan Sabu Barat. Keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
 
Proses pengantaran jenazah mendapat pengawalan dari personel Polsek Hawu Mehara dan personel Polres Sabu Raijua sebagai bentuk pelayanan dan pendampingan kepada keluarga korban.
 
Kapolsek Hawu Mehara, Iptu Karel Riwu menyampaikan bahwa kepolisian langsung mengambil langkah setelah menerima informasi dari masyarakat.
 
“Kami mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Respons cepat masyarakat sangat membantu proses penanganan dan evakuasi korban,” ujarnya.
 
Karel Riwu mengimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan perlengkapan keselamatan digunakan dengan baik.
 
“Apabila menemukan kejadian atau kondisi yang membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan sesuai prosedur,” tambahnya.
 
Polres Sabu Raijua melalui Satreskrim bersama Polsek Hawu Mehara memastikan proses penanganan penemuan jenazah dilakukan secara profesional, humanis dan sesuai prosedur, dengan tetap menghormati keluarga korban.
 
 

FOLLOW US