Dua anggota Polwan Polda NTT turun langsung membantu menuntun ibuk hamil melewati jembatan yang ambruk di Kelurahan Naibonat untuk ke RSUD Naibonat.
KATANTT.COM--Welhelmina Watisnae tidak pernah membayangkan bakal mendapat rintangan saat hendak melahirkan. Kamis (26/3/2026), ibu rumah tangga asal Desa Nitae, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang merasakan sakit pada perutnya.
Bayi dalam kandungan yang sudah berusia sembilan bulan rupanya sudah waktunya lahir. Ia dari desa menggunakan angkutan namun terhalang antrian kendaraan di sepanjang kilometer 35 hingga kilometer 39 Jalan Timor Raya.
Saat itu jembatan di perbatasan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur dan Desa Kiumasi, Kecamatan Fatuleu ambruk sehingga tidak bisa dilalui. Tidak ada cara lain untuk ke RSUD Naibonat selain menggunakan sepeda motor.
Sang suami, Agustinus pun nekat membonceng sang istri yang hamil besar untuk ke rumah sakit. Namun lagi-lagi ia tidak bisa melintasi jembatan yang ambruk.
Welhelmina pun harus turun berjalan kaki sekitar 400 meter. Ia kemudian dibantu anggota TNI dan dua Polwan Ditlantas Polda NTT. Polwan dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT membantu evakuasi dan membawa mobil lalu lintas.
Salah seorang Polwan kemudian mengendarai mobil Ditlantas Polda NTT membawa ibu hamil yang hendak melahirkan ke RSUD Naibonat. Suaminya sempat menolak dan tetap berkeingian membonceng istrinya dengan sepeda motor. Namun akhirnya pasrah saat ibu hamil dievakuasi ke RSUD Naibonat dengan mobil polisi.
Welhelmina pun langsung ditangani tim medis di ruang IGD RSUD Naibonat dan kemudian dibawa ke ruang persalinan. AKP Arina Eklesia Behhi bersama Dewi Padaka dan Susi Leba dari unit Dikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT pun kembali melaksanakan tugas pengamanan di lokasi jembatan ambruk.