Ketua PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, memimpin Kongres Biasa 2026 di Labuan Bajo (1/3/2026) untuk membahas fokus pembinaan usia dini dan persiapan menjadi tuan rumah sepak bola putri PON 2028.
KATANTT.COM---Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) resmi menggelar Kongres Biasa Tahun 2026 pada Minggu, 1 Maret 2026. Pertemuan strategis ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun lalu sekaligus memantapkan program kerja sepanjang tahun 2026.
Ketua PSSI Mabar, Marianus Yono Jehanu, menegaskan bahwa kongres ini merupakan langkah fundamental dalam merancang peta jalan kemajuan sepak bola di bumi komodo tersebut. Dalam rapat tersebut, PSSI Mabar telah menyepakati empat poin prioritas yang akan menjadi fokus utama organisasi.
"Kita fokus pada empat poin, pertama pembinaan usia dini, turnamen soeratin U-17, U-13 dan U-16, dan Eltari Cup, serta peningkatan kapasitas kepelatihan dan wasit dengan kegiatan pengambilan lisensi," ungkapnya.
Terkait pembinaan usia dini, PSSI Mabar mendorong seluruh pemilik klub di Manggarai Barat untuk mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB). Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan talenta lokal yang kompetitif untuk turnamen-turnamen mendatang, termasuk ajang bergengsi El Tari Memorial Cup.
"Pembinaan Usia dini, mulai dari umur 6 tahun, dan kita tekankan kepada pemilih klub di Labuan Bajo, lebih umumnya di Mabar, itu harus ada SBB. Kita targetnya di El Tari Cup nanti, kebutuhan pemain lokal itu terpenuhi," tegas Yono.
Kabar menggembirakan juga datang terkait perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Berdasarkan komunikasi dengan Ketua PSSI Provinsi NTT, Labuan Bajo memiliki peluang besar untuk menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga sepak bola putri.
"Ketua PSSI Provinsi kemarin mengatakan bahwa besar kemungkinan Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah sepak bola putri dalam PON 2028. Mungkin akan ada pembenahan stadion di tahun yang akan datang," jelasnya.
Menyambut peluang tersebut, PSSI Mabar berencana segera menjaring bibit atlet putri potensial melalui kompetisi antar-sekolah yang dijadwalkan bergulir pascapuasa mendatang. Targetnya, atlet-atlet hasil penjaringan ini dapat memperkuat kontingen NTT di kancah PON 2028.
Sementara mengenai turnamen Bupati Cup yang rutin digelar pada periode pertama kepemimpinannya, Yono mengaku masih mempertimbangkan aspek penganggaran. Pelaksanaan turnamen tersebut sangat bergantung pada ketersediaan dana hibah daerah melalui KONI. Sebagai alternatif, Yono mempertimbangkan format baru berupa PSSI Cup, sebuah turnamen yang diselenggarakan secara mandiri oleh PSSI.
"Belum Bisa dipastikan, karena akan disesuaikan dengan anggaran Pemda melalui KONI. Bupati Cup, itu gawainya Pemda. Tapi mungkin juga nanti PSSI Cup, yang memang itu murni dari PSSI. Masih menunggu keputusan lebih lanjut," tutupnya.