• Nusa Tenggara Timur

Wagub NTT Kagumi Inovasi Lapas Kupang Ubah Lahan Karang Jadi Pertanian Produktif

Imanuel Lodja | Kamis, 05/02/2026 19:11 WIB
Wagub NTT Kagumi Inovasi Lapas Kupang Ubah Lahan Karang Jadi Pertanian Produktif Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, Kamis (5/2/2926).

KATANTT.COM--Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, Kamis (5/2/2926).

Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemasyarakatan dalam mendukung pembinaan warga binaan berbasis kemandirian, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden melalui implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas).

Wagub NTT, Johni Asadoma disambut Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, didampingi Kabag TU dan Umum, Andri Lesmno, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Mahendra Sulaksana, dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pemasyarakatan se-Kota Kupang serta jajaran petugas pemasyarakatan.

Dalam kunjungan tersebut, Kanwil Ditjenpas NTT Ketut Akbar Herry Achjar mendampingi Wagub NTTJohni Asadoma meninjau langsung program pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Lapas Kelas IIA Kupang.

Lahan yang sebelumnya berupa batu karang dan tidak produktif, kini berhasil diolah menjadi lahan pertanian yang bernilai dan berdaya guna.  Berbagai komoditas hortikultura dan tanaman pangan ditanam dan dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.

Lahan hortikultura yang dikelola mencapai 1 hektare, dengan hasil pertanian berupa kacang panjang, edamame, pepaya, terong, serta aneka sayuran.

Selain itu, terdapat pula lahan jagung seluas 3 hektare yang dikelola melalui kerja sama dengan PT. Silvano Maynard Jaya (SMJ) dan Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT.

Hasil panen yang diperoleh tidak hanya mendukung program pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi karena sebagian produk telah dimanfaatkan dan dipasarkan, termasuk disalurkan untuk kebutuhan dapur MBG. Program pertanian tersebut dikelola langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui pembinaan kemandirian.

Melalui kegiatan ini, WBP dilibatkan dalam proses budidaya dari tahap tanam hingga panen, sekaligus dibekali keterampilan pertanian sebagai modal hidup setelah bebas, sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan produktif dan peluang untuk mandiri secara ekonomi.

Wagub NTT, Johni Asadoma, menyampaikan apresiasi atas langkah Kanwil Ditjenpas NTT dan jajaran yang mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

Ia menilai program tersebut sebagai contoh konkret pembinaan yang berdampak, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah hingga nasional.

"Saya mengapresiasi langkah Kanwil Ditjenpas NTT dan jajaran Lapas Kelas IIA Kupang yang mampu mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai. Program ini bukan hanya berdampak pada pembinaan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah. Ini contoh pembinaan yang konkret dan patut direplikasi," jelas Johni Asadoma.

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Menteri Dalam Negeri, Hoirddin Hasibuan dan Dinas Pertanian Provinsi NTT, yang memberikan dukungan dan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program pembinaan berbasis pertanian di lingkungan pemasyarakatan.

Kakanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menegaskan komitmen jajaran Pemasyarakatan untuk terus mendukung Asta Cita Presiden melalui 15 Program Aksi Menimipas.

Salah satunya melalui penguatan pembinaan kemandirian dan optimalisasi hasil pertanian yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

"Pemasyarakatan siap mendukung Asta Cita Presiden melalui 15 Program Aksi Menimipas. Program pertanian ini menjadi langkah nyata, karena hasilnya bukan hanya untuk pembinaan warga binaan, tetapi juga dapat didistribusikan untuk mendukung MBG dan penguatan produk UMKM yang terus ditingkatkan. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT serta dinas terkait yang selama ini konsisten mendukung kegiatan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan," kata Ketut Akbar.

Kanwil Ditjenpas NTT  Ketut Akbar Herry Achjar menegaskan akan terus mendorong program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif dan sinergi lintas sektor.

FOLLOW US