GMNI Cabang Manggarai menyerahkan bantuan sembako kepada Kepala Desa Goreng Meni untuk korban bencana tanah longsor.
KATANTT.COM---Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana tanah longsor di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.
Pendistribusian bantuan berupa sembako ini dilakukan pada Jumat (30/1/2026), bekerja sama dengan Polres Manggarai. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Desa Goreng Meni yang saat ini berfungsi sebagai posko utama penanggulangan bencana.
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana oleh kader GMNI selama lima hari berturut-turut, yang dimulai dengan aksi turun ke jalan di dua titik lampu merah Kota Ruteng pada Minggu (25/1/2026), serta dilanjutkan dengan penggalangan dana di berbagai instansi pemerintahan di Kabupaten Manggarai pada Senin hingga Kamis (26–29/1/2026).
Apresiasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Goreng Meni, Aleksius Talsi, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti di tengah keterpurukan warga yang terdampak bencana.
"Saya berpesan agar mahasiswa, khususnya GMNI Cabang Manggarai, jangan pernah berhenti menyuarakan persoalan yang dihadapi masyarakat. Jadilah garda terdepan dalam menyampaikan keresahan warga kepada pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi," ujar Aleksius.
Duka Mendalam dan Solidaritas
Wakil Ketua Bidang Lintas Perguruan Tinggi GMNI Manggarai, Fransiskus A. Ganggur, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi keluarga korban jiwa. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas seluruh masyarakat Manggarai yang dititipkan melalui mahasiswa.
Senada dengan itu, Florentianus Nadriyani Mbey selaku Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPC GMNI Manggarai, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah daerah, dan khususnya Polres Manggarai yang telah mendukung penuh kelancaran kegiatan ini.
Dalam penutupnya, Florentianus menggarisbawahi bahwa ideologi Marhaenisme yang mereka anut tidak hanya bicara soal teori perlawanan atau sistem politik.
"Bicara Marhaenisme hari ini adalah bicara tentang keberpihakan yang diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Membantu kaum Marhaen yang sedang kesusahan adalah bentuk konkret dari perjuangan kami," pungkasnya.