Bupati Belu, Willy Lay didampingi Uskup Domi Saku dan Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwaini menggunting pita peresmian LPK Binawan di Emaus, Nenuk, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Kamis (4/9/2025).
KATANTT.COM---Yayasan Binawan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu dan Keuskupan Atambua menggelar open ceremony pelatihan kerja ke Jepang dan peresmian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Binawan Foundation.
Kegiatan ceremony program magang pertama berlangsung di Tor Lo`o Damian, Emaus, Nenuk, Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-RDTL, Kamis (4/9/2025).
Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Yayasan Binawan Foundation, Bupati Belu, Uskup Atambua, Asisten I Setda Belu, Pimpinan Forkopimda Belu, 60 remaja kelas pertama magang kerja di Jepang serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena via vicon dilanjutkan dengan penggutingan pita LPK oleh Bupati Belu, Willy Lay didampingi Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr dan Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwaini.
Menurut Uskup Domi, kami para Uskup se-Regio Nusa Tenggara dari Bali hingga Atambua, yang meliputi Keuskupan Denpasar, Keuskupan Labuan Badjo, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Atambua, menyambut gembira Langkah pertama kegiatan pelatihan ini.
"Inilah sebuah milestone, batu loncatan besar sebagai upaya bersama meretas jalan keluar bagi kompleksitas masalah PMI tidak berdokumen, tidak prosedural, tidak cukup terdidik dan terlatih, yang sudah 60-an tahun melanda wilayah NTT. Kita patut merasa malu dikenakan cap Propinsi Serba T (Terjauh, Tertinggal, Terluar) dan Penyumbang Kelas Wahid Masalah TKI/W," ujar dia.
"Kami dari Keuskupan Atambua berbangga boleh menjadi mitra kerjasama dalam kegiatan ini. Dengan fasilitas serba terbatas dan perasaan berkekurangan yang sangat nyata, kami menyambut baik inisiatif kegiatan Pembukaan Kelas Pertama Program Magang Jepang di Belu ini," tambah Uskup Domi.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Jajaran Pemprov NTT, Bupati Belu dan Jajaran Pemda Belu yang secara konkrit menanggapi permintaan Kerjasama dan meretas penyelenggaraan Kelas Perdana dari Kursus Persiapan Program jepang di Belu ini.
Selaik itu terima kasih kepada Yayasan Binawan yang secara langsung menyelenggarakan kegiatan Kelas dalam Program Magang Jepang di Belu. Para peserta akan dilatih, digembleng untuk masuk dalam suasana kerja yang pasti bernuansa lain : ethos kerja Jepang yang strict, tertib, berdisiplin, berbudaya aristokrat sangat tinggi, dengan rula-nilai unversal kemanusiaan yang tinggi, tetapi dengan rasa hormat yang besar terhadap para pekerja.
"Anda perlu belajar bukan hanya ketrampilan kerja berdasarkan bidang Ilmu yang jadi handalan anda, perhatikan Keys of Success for better Hfe Good Artitute: Good Knowledge, Good Skill, Good Relationship. Anda telah belajar banyak ilmu, banyak ketrampilan hidup dan praksis, juga memiliki banyak pengalaman perjuangan untuk hidup gunakanlah untuk membina diri makin siap ke negeri Matahari Terbit," pungkas dia.
Bupati Belu, Willy Lay menyampaikan bahwa, kegiatan kerjasama Pemerintah Kabupaten Belu dengan Binawan Group dengan dukungan Keuskupan Atambua ini sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ayo Bangun NTT dari Gubernur NTT, serta pelaksanaan Visi "Belu yang berkualitas, Mandiri, Harmonis, Demokratis dan Berbudaya".
Dikatakan, melalui Misi Peningkatan Kualitas Sumber Daya manusia dengan penyiapan angkatan kerja yang berkualitas dan bedaya saing serta pelaksanaan Program Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau yang menangani isu pekerja migran Indonesia di Keuskupan Atambua.
Maka Pemerintah Kabupaten Belu telah bekerja sama dengan Binawan Group untuk mengadakan Pelatihan Kompetensi Kerja bagi angkatan kerja Asal Kabupaten Belu yang akan dipersiapkan ke Negara Jepang.
Untuk saat ini angkatan kerja perlu disiapkan dengan kompetensi dan keterampilan, keahlian yang memadai.
"Peluang kerja dalam daerah dalam negeri terbatas, peluang kerja luar negeri menuntut keahlian dan kompetensi yang cukup dari angaktan kerja. Untuk itu angkatan kerja saat ini perlu pelatihan kompetensi keahlian sesuai kebutuhan pasar kerja dan jaga nama Belu, NTT saat sudah bekerja di Jepang," ucap Lay.
Ketua Yayasan Binawan Foundation, Said Saleh Alwaini menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Belu, Keuskupan Atambua dan tokoh masyarakat atas dukungannya sehingga program magang Jepang ini bisa sukses terlaksana di Belu.
"Ikuti proses ini secara baik, maknai dan semangat dalam pelatihan ini. Kalau tekun akan lebih cepat untuk kita berangkatkan ke Jepang. Kami bersama Keuskupan ini tegas, begitu yang mau tekun belajar kita fasilitasi untuk berangkat dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada.
Jelas Said, dalam pelatihan ini yang akan diterima ada jurusan bahasa, ketrampilan kerja dan karakternya serta spritualitas. Kesuksesan adik-adik mereka disana akan menjadi peluang bagi generasi lainnya yang akan kesana.
"Kami hanya bisa bina sejauh
kepemimpinan diri sendiri sangat tinggi, profesional. Disana kalau sudah maju, sukses jangan lupa diri, karena dengan kemandirian kalian harus jaga diri sendiri. Jangan lupa diri dan keluarga serta kampung halaman," pesan dia.
Lanjut Said, hari ini juga diresmikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Binawan dan ini semua tidak terlepas dari peran Pemkab Belu dan Keuskupan Atambua yang betul-betul mengecek mendukung program magang Jepang.
"Dukungan konkrit saat ini sudah kita terima, jadi dukungan penuh dari Pak Bupati Belu, Bapak Uskup Atambua bukan hanya dari sisi material dan fasilitas, tapi juga dari dukungan moril, suport, karakter dan sebagainya," ungkap dia.
Tambah Said, untuk pembukaan program magang Jepang di Kabupaten lain selain Belu itu besar sekali. Tentunya kita juga harus pastikan program yang kita jalankan itu harus berkualitas.
"Jadi ini kita jadikan dulu 60 remaja ini, sampai mendapat sertifikasi, mereka layak habis itu kita gulirkan skala yang lebih besar di daerah lain," akhir dia.