• Nusa Tenggara Timur

Ritual Congko Lokap Manggarai, Bupati Hery : Ini Warisan Budaya untuk Masa Depan yang Damai

Wilibrodus Jatam | Kamis, 07/08/2025 17:55 WIB
Ritual Congko Lokap Manggarai, Bupati Hery : Ini Warisan Budaya untuk Masa Depan yang Damai Bupati Manggarai, Hery Nabit saat Menghadiri Acara Ritual Congko Lokap di Gendang Lada, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kamis (7/8/2025).

KATANTT.COM---Dalam suasana penuh kehangatan dan nuansa adat yang sakral, Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, S.E., M.A, menghadiri ritual Congko Lokap di Gendang Lada, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kamis (7/8/2025). Acara tersebut menjadi momen penting yang menegaskan kembali peran adat istiadat dalam membangun keharmonisan sosial di tengah masyarakat Manggarai.


Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Manggarai itu disambut secara adat oleh para tua gendang, tokoh adat, dan masyarakat Kampung Lada. Rombongan Bupati turut didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretaris Kecamatan Rahong Utara, menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam merawat dan menghormati kearifan lokal.


Congko Lokap: Jalan Damai dalam Budaya Manggarai


Congko Lokap bukan sekadar tradisi adat, tetapi merupakan ritual pemulihan sosial yang memiliki makna dalam: mempertemukan kembali kelompok masyarakat yang sempat berselisih, mengakhiri konflik, serta meneguhkan perdamaian dan kekerabatan. Dalam ritual ini, masyarakat berkumpul untuk saling memaafkan, berdamai, dan memperbarui ikatan sosial yang retak.


"Dalam tradisi Manggarai, Congko Lokap bukan hanya simbol, tapi juga jalan menuju perdamaian, ruang memaafkan, dan pemulihan hubungan sosial yang sempat renggang," ujar Bupati Hery Nabit dalam sambutannya.


Bupati Hery menyampaikan apresiasi mendalam atas undangan dan penerimaan masyarakat Gendang Lada. Ia menilai bahwa Congko Lokap memiliki nilai budaya, sosial, dan kemanusiaan yang sangat tinggi, dan perlu terus dilestarikan oleh generasi sekarang dan mendatang.


"Saya ucapkan terima kasih kepada para tokoh adat, tua gendang, dan seluruh masyarakat Kampung Lada atas kehormatan yang diberikan kepada kami untuk hadir dalam ritual mulia ini,"  ungkap Bupati.


Ia juga menyerukan agar Congko Lokap dijadikan momentum memperkuat persaudaraan.


"Mari jadikan Congko Lokap sebagai awal baru untuk tidak saling menyimpan dendam. Jangan lagi bermusuhan, sebab hari ini kita telah berdamai secara adat. Ini pesan penting bagi kita semua," tambahnya.


Di penghujung sambutannya, Bupati Heri menyampaikan pesan moral yang kuat: penghormatan terhadap anak perempuan sebagai pilar membangun masyarakat yang beradab.


"Saya berpesan kepada orang tua dan seluruh masyarakat Lada dan Manggarai secara umum, untuk menjaga anak perempuan kita. Kehormatan mereka sebagai perempuan harus kita jaga bersama, demi masa depan yang lebih baik dan bermartabat," katanya tegas.


Pesan tersebut disambut penuh haru oleh masyarakat, khususnya para ibu dan perempuan yang hadir dalam acara adat tersebut.


Tua Adat: Kehadiran Bupati adalah Pengakuan terhadap Adat


Vinsensius Jebarus, salah satu tokoh adat Gendang Lada, menyampaikan penghargaan atas kehadiran langsung Bupati dan rombongan.


"Ini bukan sekadar kehadiran simbolis. Bapak Bupati datang sebagai pemimpin yang mau mendengar dan menghargai akar budaya rakyatnya. Kami merasa dihargai dan diperhatikan," ungkap Vinsensius.


Ia berharap agar perhatian pemerintah terhadap adat istiadat terus diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata, seperti dukungan infrastruktur budaya, fasilitasi kelembagaan adat, dan program pelestarian budaya lokal.


Menguatkan Akar, Menumbuhkan Masa Depan


Dengan hadirnya Bupati Manggarai dalam acara Congko Lokap, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga soal budaya, identitas, dan rekonsiliasi sosial.


Pemerintah Kabupaten Manggarai dinilai perlu terus membuka ruang dialog, memberi dukungan terhadap pelestarian adat, serta menjadikan nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam merancang kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.


Tradisi Congko Lokap bukan milik masa lalu. Ia adalah warisan yang relevan untuk masa depan Manggarai yang damai, inklusif, dan berbudaya.

FOLLOW US