KATANTT.COM---Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng merayakan ulang tahun ke-40 dengan mengadakan serangkaian kegiatan yang melibatkan siswa, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pancawindu bertema Bersama Bertransformasi Sebagai Citra Allah itu digelar dengan berbagai kegiatan seperti pasar murah dan pentas seni. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, Luvens Turuk pada Senin, (2/6/2025) lalu.
Selain pasar murah, acara juga dimeriahkan dengan live musik dan berbagai penampilan dari siswa SLB A dan SLB B Karya Murni Ruteng, serta lomba mewarnai antar Paud juga lomba vokal grup antar Sekolah Dasar se-kecamatan Langke Rembong.
Perayaan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemkab Manggarai, program PADI dari NLR, Liliana Found, Wahana Visi Indonesia, Glow, Bandung Utama Group, Toko Bangunan 555 Putra, Koperasi Mawar Moe, dan Toko Sinar Berlian Ruteng.
Selain itu, pada acara pancawindu lembaga ini akan selenggarakan kegiatan seminar bertema Kesehatan Mental di Era Digital yang digelar pada tanggal 16 Juni 2025.
Sekretaris Pengurus Yayasan
SLB Karya Murni Ruteng, Sr. Christine Pasaribu, KSSY. mengatakan, melalui berbagai kegiatan ini,
SLB Karya Murni Ruteng dapat mendorong anak-anak difabel untuk lebih berani terlibat dalam setiap aspek kehidupan dan mengajak masyarakat luas untuk mengakui karya mereka.
"
SLB Karya Murni Ruteng yang telah berkarya selama 40 tahun, terus berkomitmen untuk memperjuangkan masa depan cerah anak-anak disabilitas dengan semangat inklusivitas," katanya pada Selasa, (3/6/2025).
Dikatakan Sr. Christine,
SLB Karya Murni Ruteng terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Meskipun menghadapi tantangan, para guru berjuang untuk memastikan setiap siswa dapat berkembang dan meraih cita-cita mereka," ujarnya.
SLB Karya Murni Ruteng, lanjut Sr. Christine, memiliki sejarah panjang dalam menjunjung kehidupan disabilitas, dengan perjalanan selama 40 tahun memperjuangkan masa depan cerah anak-anak berkebutuhan khusus.
"Ini menunjukkan komitmen SLB Karya Murni dalam memberikan pendidikan yang inklusif, mengembangkan potensi siswa, dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah disabilitas," ungkapnya.
Sr. Christine juga berharap, melalui berbagai kegiatan ini,
SLB Karya Murni Ruteng dapat mendorong anak-anak difabel untuk lebih berani terlibat dalam setiap aspek kehidupan dan mengajak masyarakat luas untuk mendukung karya mereka.
"Yayasan Karya Murni, yang telah berkarya selama 40 tahun, terus berkomitmen untuk memperjuangkan masa depan cerah anak-anak disabilitas dengan semangat inklusivitas," pungkasnya.