Wakil Pemimpin Cabang Bidang Operasional, Kantor Cabang Khusus Bank NTT, Stefanus Ngongo Mesah bersama staf saat memberikan bantuan makanan bergizi dari Bank NTT kepada Baduta gizi kurang di Kota Kupang, Sabtu (2/7/2022).
KATANTT.COM--PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT membuktikan komitmennya dalam membantu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menangani masalah stunting. Sebagai bukti, Sabtu (2/7/2022) pagi, sebanyak 136 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang mendapat bantuan makanan bergizi dari Bank NTT.
Bantuan untuk 136 Baduta gizi kurang ini dibagikan di dua puskesmas di Kota Kupang yakni di Puskesmas Sikumana Kecamatan Maulafa dan Puskesmas Oepoi Kecamatan Oebobo.
Dalam pembagian makanan bergizi ini Bank NTT tak sendiri namun bekerja sama dengan petugas gizi di 2 puskesmas, kader posyandu dan aparat kelurahan yang alan berlangsung selama sebulan sebagai lanjutan Kick Off Program Bank NTT Peduli Stunting pada tanggal 21 Juli 2022 nanti.
Pemberian makanan tambahan ini bertujuan membantu pemerintah daerah menurunkan angka stunting yang tercatat masih tinggi yakni 22%.
Wakil Pemimpin Cabang Bidang Operasional, Kantor Cabang Khusus Bank NTT, Stefanus Ngongo Mesah mengatakan bahwa, pembagian makanan bergizi mulai dari Kelurahan Fatukoa dan Oepura yang merupakan wilayah Puskesmas Sikumana, kemudian dilanjutkan ke Kelurahan Oepoi dan Liliba yang masuk wilayah Puskesmas Oepoi.
Stefanus berharap dengan adanya bantuan makanan tambahan selama satu bulan ini, berat badan anak-anak bertambah juga semakin sehat dan mempunyai nafsu makan.
Ia menambahkan untuk seluruh wilayah NTT, Bank NTT membagikan makanan bergizi kepada 6.000 baduta gizi kurang dari total sekitar 16.000 baduta gizi kurang yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT.
"Kami di Bank NTT mau supaya anak-anak yang di bawa usia dua tahun yang gisi kurang, bisa bertambah berat badannya lagi untuk orang harus selalu memperhatikan makanan yang di konsumsi oleh anak-anak harus makan makanan yang bergis dan punya protein yang tinggi," jelas Stefanus.