Suasana bazar UMKM di halaman kantor Bank NTT Cabang Ruteng yang mewajibkan transaksi nontunai menggunakan QRIS bagi para pembeli.
KATANTT.COM---Bank NTT Cabang Ruteng kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan bazar produk lokal di halaman kantor mereka, Jalan Katedral. Selain menjadi ajang promosi, kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam mempercepat transformasi digital keuangan di wilayah Manggarai.
Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu, menjelaskan bahwa kegiatan yang telah memasuki tahun kedua ini sengaja memanfaatkan momentum Ramadan untuk membantu para pelaku usaha memasarkan produk mereka.
Dorong Akses Modal dan Transformasi Digital
Tidak sekadar menyediakan tempat berjualan, Bank NTT juga membuka akses permodalan bagi para pelaku usaha melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi UMKM untuk mengembangkan skala usahanya.
"Kami mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan. Namun, yang tidak kalah penting adalah transformasi mekanisme transaksi dari tunai ke digital," ujar Romi.
Selaras dengan misi tersebut, seluruh transaksi di bazar ini diwajibkan menggunakan mekanisme non-tunai melalui QRIS. Romi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan pemerintah daerah.
"Transaksi non-tunai memberikan dampak positif bagi UMKM, di mana pencatatan keuangan menjadi lebih transparan dan aman dari risiko peredaran uang palsu," tambahnya.
Efisiensi Melalui Sistem Digital
Ketua Panitia Bazar, Cyintiana M. Jaya, mengungkapkan bahwa terdapat 11 pelaku usaha kuliner yang berpartisipasi dalam acara ini. Menariknya, penggunaan teknologi digital memungkinkan operasional bazar tetap berjalan meski pemilik usaha tidak berada di lokasi.
"Beberapa pelaku usaha hanya menitipkan produknya kepada kami. Karena transaksinya menggunakan QRIS, uang hasil penjualan langsung masuk ke rekening masing-masing pemilik usaha secara otomatis," jelas Cyintiana yang juga merupakan Staf Analis Mikro Bank NTT.
Penyelenggaraan bazar di halaman kantor ini dinilai strategis karena dapat menjaring nasabah yang berkunjung ke bank sebagai calon pembeli potensial. Melalui kegiatan ini, Bank NTT berharap budaya transaksi digital semakin membumi di tengah masyarakat Ruteng demi tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.