Polisi dan warga mengevakuasi jenazah remaja pria yang ditemukan meninggal di Kali Jongkok
KATANTT.COM--Seorang remaja pria tenggelam di Kali Jongkok, di wilayah RT 23/RW 07, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (6/5/2026) pagi. Warga kemudian meminta bantuan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kolhua, Aiptu I Ketut Alus Widiantara dan dilaporkan ke piket Polsek Maulafa.
Anggota piket SPKT I Polsek Maulafa dipimpin Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah segera ke lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), personel langsung mengamankan area serta melakukan olah TKP. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 08.30 wita.
Saat itu korban, DCB (14), warga Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, mengajak temannya untuk mandi dan berenang di kali. Setelah ajakan tersebut ditolak, korban kemudian pergi bersama dua anak lainnya menuju Kali Jongkok. Sesampainya di lokasi, korban langsung melompat ke dalam air dan berenang.
Namun tidak lama kemudian, korban terlihat meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam. Upaya meminta bantuan dilakukan oleh rekan korban dengan memanggil warga sekitar.
Dalam proses evakuasi, anggota Polsek Maulafa Aipda Jembos Mbete bersama warga setempat melakukan penyelaman di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 10.15 wita, korban berhasil ditemukan di dasar kali dan langsung dievakuasi ke pinggir. Petugas sempat melakukan upaya pertolongan pertama, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil olah TKP, ditemukan pakaian korban berupa celana trening hitam dan kaos hitam di pinggir kali, yang menguatkan dugaan bahwa korban tenggelam saat berenang. Diduga korban tidak memiliki kemampuan berenang serta tidak memahami kondisi dan kedalaman air di lokasi tersebut.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, untuk dimakamkan.
Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah mengimbau kepada seluruh warga masyarakat, khususnya di wilayah Maulafa, agar lebih mengawasi anak-anak jika hendak mandi di kali.
“Jangan biarkan anak-anak pergi sendirian atau hanya bersama teman-teman sebayanya, apalagi jika tidak bisa berenang. Pastikan mereka selalu dalam pengawasan orang dewasa. Ini penting untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali,” pesannya.